01/10/2016
Dengan apa Allah dikenal?
Dengan tiga perkara :
» Pertama tahu akan "TUBUH".
» Kedua tahu akan "HATI".
» Ketiga tahu akan "NYAWA".
Ada berapa pembagian tubuh?
Tubuh dibagi tiga :
» Pertama tubuh yang kasar.
» Kedua tubuh yang halus.
» Ketiga tubuh yang bathin.
Maksud tubuh kepada hati.
Maksud hati kepada nyawa.
Maksud nyawa kepada Allah.
Berapa jalan manuju kehadirat Allah?
Jalan menuju kehadirat Allah itu ada empat :
» Pertama jalan SYAREAT.
» Kedua jalan THAREKAT.
» Ketiga jalan HAKEKAT.
» Keempat jalan MAKRIFAT.
SYAREAT: Tubuh yang kasar.
THAREKAT: Tubuh yang halus.
HAKEKAT: Tubuh yang batin.
MAKRIFAT: Tubuh yang hissi.
SYAREAT : "JADI TUBUH".
THAREKAT : "JADI HATI".
HAKIKAT: "JADI NYAWA".
MAKRIFAT: "JADI RAHASIA".
A L L A H.
ALIF : Aku adalah dzat menjadi cahaya, menjadi rahasia.
LAM AWAL : Aku adalah sifat menjadi tubuh, menjadi ruh.
LAM AKHIR : Aku adalah asma menjadi ilmu, menjadi iman.
HA : Aku adalah af'al menjadi kelakuan, menjadi hati.
Matinya yang empat itu :
SYAREAT : mati kuburannya "Dibumi yang tak berpijak".
THARIKAT : mati kuburannya "Dilangit tak berbintang".
HAKIKAT : mati kuburannya "Diangin yang tak berhembus"
MAKRIFAT : mati kuburannya "Dilaut yang tak berombak".
SYAREAT: Zikirnya "LAA ILAHA ILLALLAH".
THAREKAT: Zikirnya "ALLAH ALLAH".
HAKIKAT: "HU ALLAH".
MAKRIFAT: Zikirnya "Tiada berhuruf, tiada bersuara, lenyap selenyap-lenyapnya, karam
sekaram-karamnya".
Nafas pada hidung, keluar pujinya : ALLAH.
Tanafas pada kerongkongan, masuk pujinya : HUWA.
Anafas pada ujung hati, keluar masuk pujinya: ILLA.
Nufus pada pusat, pujinya: HAQ.
Nafas KELUAR MASUK ini hakikatnya adalah ADAM DZAHIR, tujuanNya adalah meleburkan tubuh menjadikan hati.
Nafas KELUAR TIADA MASUK ini hakikat MUHAMMAD DZAHIR, tujuanNya adalah meleburkan hati menjadikan nyawa.
Nafas MASUK TIADA KELUAR ini hakikat MUHAMMAD BATHIN, tujuanNya adalah meleburkan nyawa menjadikan sirr/rahasia.
Nafas DIAM ini hakikat SIRR ATAU RAHASIA, tujuanNya adalah meleburkan sirr/rahasia menjadikan nur/cahaya.
TUDIBBUL BADANI HAJJA ALA QALBI.
Artinya : hancurlah badan jadilah HATI.
TUDIBBUL QALBI SHARARROHI.
Artinya, hancurkan hati jadikan RUH.
TUDIBBURROHI SHARANNURU, artinya, hancurkan ruh jadikan CAHAYA.
Cahaya itu adalah:
Tiada berhuruf tiada bersuara...
Tiada berwarna tiada berbau...
Tiada diatas tiada dibawah...
Tiada dikiri tiada dikanan...
Tiada ditimur tiada dibarat...
Bukan ruang bukan waktu...
Bukan ukuran bukan timbangan...
Bukan arah bukan jarak...
Jika tauhid sudah tentu,
Kerjakan ibadah setiap waktu,
Ketahui puji itu satu,
Barulah mati saat disitu,
Jika ma’rifat sudah pasti,
Menjadi petunjuk kita mati,
Tarik nafas haturkan puji,
Karna yang hidup pasti mati,
Jika iman sudah pasti,
Maksiat jangan didekati,
Benar-benarlah menjaga diri,
Yang salah jangan terulang lagi,
Jika petunjuk sudah mendekat,
Itulah tanda akan berangkat,
Ingat puji dan sifat,
Yang mana Allah yang mana Muhammad.