19/08/2016
#
By Gus arifX-bata
*RAHASIA DIBALIK KATA "KELUARGA" (IKATAN KELUARGA SILAT)*
Assalamu'alaikum..
Salam JienSho..
Setelah beberapa waktu tidak aktif di group ada rasa rindu dengan saudara2ku sekalian yg saya cintai, semoga saudara2 senantiasa dalam lindungan serta limpahan rahmat Allah Swt. Amin.. Sedikit ingin berbagi hikmah tentang ke-IKS.an mudah2an bermanfaat..
Saudaraku dalam perguruan kita tercinta terdapat kata "KELUARGA" pada rangkaian nama perguruan kita yaitu (Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia Kera Sakti) hal ini tentunya membuat sebagian dari kita bertanya2, mengapa "KELUARGA"?! Sedangkan sebagian besar perguruan silat di Indonesia menggunakan kata "PERSAUDARAAN" sebagai simbol ikatan antara anggotanya. Mari kita kaji bersama dari beberapa sudut pandang;
1. KELUARGA DARI SUDUT PANDANG HUBUNGAN.
Hubungan ikatan sebuah keluarga ternyata lebih luas dan lebih kuat jika dibandingkan dengan ikatan saudara, jika kita hanya terikat sebagai saudara maka ikatan tersebut hanya terjalin sebatas antara satu anggota dengan anggota lainnya dan tidak termasuk keluarga dari anggota tsb. Tapi diperguruan kita tercinta, kita terikat antara satu keluarga dengan satu keluarga lainnya sehingga ikatan antara keluarga kita terjalin lebih kuat meskipun tanpa ada hubungan darah, inilah sebabnya para pelatih kita dulu mewajibkan kita meminta Tanda tangan kerumah warga dan pendekar sebagai wujud silaturrohim dan pengenalan kita terhadap keluarga mereka sekaligus untuk meminta do'a restu dari mereka. Selain itu sebuah keluarga tidaklah lepas dari peran masing2 anggota keluarga itu sendiri baik berperan sebagai seorang Bapak (Bijaksana), Ibu (Ngemong), Kakak (Panutan), Adik (Butuh Bimbingan) sebagai tatanan dari sebuah ikatan dengan karakter yg berbeda namun mempunyai tujuan yang sama yaitu menjaga dan menciptakan keluarga yg harmonis dan penuh kedamaian.
2. KELUARGA DARI SUDUT PANDANG AGAMA.
Rasulullah SAW bersabda;
“الخلق عيال الله وأحبهم إلى الله أنفعهم لعياله”,
Makhluk adalah iyalullah dan makhluk yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi iyal-nya (HR. Ath-Thabrani).
Secara harfiah kata iyal dalam hadits tersebut bermakna keluarga. Jadi secara tata bahasa makna hadits tersebut berbunyi,
“Makhluk adalah keluarga Allah dan yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi keluarganya”.
Ulama hadits berpendapat makhluk atau semua manusia butuh kepada Allah, dan Dia (Allah) menanggung rezeki mereka, dan makhluk atau manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling memberikan manfaat kepada manusia atau makhluk lainnya. ( Khoirunnas anfa'uhum linnas)
Saudaraku selain hadits diatas Rosulullah juga pernah menjelaskan kepada para sahabat tentang manusia yg menjadi KELUARGA Allah, dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad)
Yang dimaksud ahlul qur’an bukan hanya orang yang sekedar menghafal dan membacanya saja. Ahlul qur’an yg hakiki adalah yang mengamalkannya, meskipun ia belum hafal Qur’an. Orang-orang yang mengamalkan Al-Qur’an; menjalankan perintah dan menjauhi larangan, serta tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, mereka itulah yang dimaksud ahlul qur’an, keluarga Allah serta orang-orang pilihannya Allah. Merekalah hamba Allah yang paling istimewa.
Adapun orang yang hafal Al-Qur’an, membaguskan bacaan Qur’an nya, membaca setiap hurufnya dengan baik. Namun jika ia menyepelekan batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, ia bukan termasuk dari ahlul qur’an. Tidak p**a termasuk dari orang-orang khusus yg dipilih Allah.
Jadi ahlul qur’an adalah orang yang berpedoman dengan Al-Qur’an (dalam gerak-gerik kehidupannya), ia tidak menjadikan selain Al-Qur’an sebagai panutan. Mereka mengambil fiqih, hukum-hukum dari Al-Qur’an, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam beragama.
Subhanallah.. betapa beruntungnya kita jika kita termasuk menjadi bagian dari keluarga Allah yg dapat mengamalkan apa yg terkandung dalam Al-Qur'an melalui ajaran2 yg sudah ditanamkan oleh guru besar kita sebagai "Hikmah" untuk kita pelajari dan kita amalkan dalam kehidupan kita, dan semoga ikatan keluarga kita senantiasa diridlhoi dan diberkahi Allah Swt. baik di dunia maupun di akhirat nanti Amin.
Semoga bermanfaat, Salam Ta'dzhim kawulo... JienSho..
#