01/06/2026
Ucapan "stay hungry, stay foolish" seharusnya bisa diterapkan direntang usia berapapun, tidak cuma anak-anak.
Masalahnya, hubungannya dengan setup EDC (everyday carry), semakin nyaman dengan sebuah tool...semakin "membosankan" kombinasi bawaan yang ada. Karena pasti akan itu-itu saja.
Jadi, mencoba tas full kulit yang diluar kebiasaan saya (biasanya cordura atau canvas) menjadi cara nekat untuk menyegarkan setup EDC.
Pilihan kali ini adalah varian full kulit dari Cravar. Tetap dengan ukuran yang sama dari yang sebelumnya..seri FC.7 karena penasaran feel dan bobotnya. Dan sengaja memilih warna espresso yang menurut saya lebih low profile tapi tidak gelap 100%.
Kesan setelah dipakai seharian sekitar 8 jam, jalan ke Candi Sambisari Jogja dan ngemall :
- Tidak terasa berat sama sekali ketika disilangkan di pundak.
- Looks juga sangat blend in, menyamar..sekilas hanya seperti tas biasa. Sesuai tujuan awal memilih warna ini.
- Dulu paling anti tas dengan flap karena butuh beberapa tahap untuk akses isinya. Tapi dengan absennya resleting, ketika flap dibuka...isinya kelihatan semua, full akses. Dan berasa sangat aman ketika dikaitkan flapnya.
- Cukup anti napak bekas air. Pengalaman pakai tas kulit sebelum2nya, ketika ketetesan air ada bekas yang cukup lama baru hilang. Dikulitnya Cravar, relatif aman.
Untuk minusnya, padding shoulder strapnya kalau ga pas, sedikit kurang nyaman. Dimaklumi karena memang masih kaku di tepinya. Untuk melengkungnya, ok banget.
Selebihnya tinggal mikir cicilannya aja ini 😂
indonesia