30/12/2021
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan menutup seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2022. Penutupan jalur pendakian tersebut dilakukan, karena kondisi cuaca ekstrem yang membahayakan keselamatan wisatawan.
"Bagi pengunjung yang akan mendaki pada 31 Desember 2021, wajib segera turun maksimal pada 2 Januari 2022 di masing-masing pintu pendakian," demikian tertulis dalam pengumuman "Penutupan Destinasi Wisata Alam Taman Nasional Gunung Rinjani" yang terbit pada Senin (27/12).
Sementara itu, Kepala BTNGR, Dedy Asriady, menjelaskan bahwa informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Mataram menyebutkan sedang terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi angin kencang, hujan lebat serta banjir di Pulau Lombok.
"Penutupan aktivitas pendakian juga dalam rangka pemulihan ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani," katanya, seperti dikutip Antara.
Adapun, jalur pendakian Gunung Rinjani yang ditutup di antaranya, jalur pendakian Senaru di Kabupaten Lombok Utara, jalur pendakian Torean di Kabupaten Lombok Utara, jalur pendakian Sembalun di Kabupaten Lombok Timur. Kemudian, jalur pendakian Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur, jalur pendakian Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur, dan jalur pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.
Sumber: kumparan.com