28/03/2015
Tanggal 14 Februari cah enom do sayang-sayangan,palentinan,tapi tanggal 14 Februari 1999 adalah hari yang mempunyai cerita sendiri.Pertandingan PSIM vs Arema sore itu ,suporter 2 kesebelasan memadati stadion.Aremania berada di tribun tertutup bagian selatan,dan sebagian di tribun terbuka bagian selatan.Suhu pertandingan panas sebelum pertandingan.Dialam pertandingan situasi makin panas,dipicu wasit yang tidak tegas.Seorang pemain Arema memukul OFFICIAL PSIM. Bendera Aremania dibagian selatan diambil suporter PSIM dan dibakar ketika pertandingan berjalan.Bentrok di bagian selatan,Aremania yang ditribun terbuka lari ke tribun tertutup bagian selatan.Pertandingan dimulai pukul 15.30 dan dihentikan.pertandingan mulai lagi pukul 19.00 dan baru selesai pukul 21.00.Aremania tidak bisa keluar stadion terkepung didalam,sudut-sudut stadion saling lempar-lemparan.Lampu stadion sebagian dimatikan.Aremania membobol gudang atletik di komplek stadion dan mengambil alat pemotong rumput dan pacul membentuk tulisan arema di rumput stadion.Diluar stadion suporter bersama warga sudah mengepung stadion,membakar bus aremania diluar.Kemudian Ngarsa Dalem,Sri Sultan HB X datang ke Mandala Krida,meredakan situasi dan memberi makan nasi bungkus kepada Aremania.Aremania baru dievakuasi pukul 02.00 Wib.Ketika sebuah wawancara dengan Yuli Sumpil dirigen Aremania mengenai pengalaman tour ke luar daerah, Beliau bilang Suporter PSIM yang paling berkesan. smile emotikon.Tahun 2006/2007 kesepakatan kedua pihak untuk tidak saling mengirim suporter untuk menjaga kedamaian. Cerita ini bukan untuk menyulut dendam lama,tapi untuk mengambil sisi positif bahwa Suporter PSIM ketika bersatu luar biasa hebatnya."Jogja bersatu tak bisa dikalahkan!" AREM WAE KETAR-KETIR APA MENEH MENG BCS!! RA MBAYU NGERTI RA?