11/11/2019
DALAM LENTERA HUTAN,KANDANG DAN MASJID
oleh: Kyai Anom Sukmorogo Sejati
Sebagi orang lapangan, yang harus masuk keluar hutan dan kebun, serta mengelola kemitraan usaha teman teman di facebook melalui budidaya kambing sehat, menjadikan kesempatan bisa ke masjid menjadi terasa sangat damai dan luar biiasa mendalam.
Terlebih dengan keramik bersih dan dingin, dan lentera yang redup namun cukup membantu menampakan huruf huruf dan tanda baca dalam Kitab Suci, menjadikan suasana hutan dan kandang silih berganti usai ibadah wajib, dan saya tergolek di pojok aula rumahNya, dalam penuh kesykururan di tiap penghujung pagi dan lepas sholat isya, meski hanya rerata 30 menit.
Hutan memberi pencerahan banyaknya suara suara frekuensi rendah seluruh bagian dan penghuninya memujiNya dalam terang dan gelap. Begitupun dengan kebun. Demikian halnya dengan suasana hewan ternak di kandang. Tarikan nafas di beranda masjid begitu terasa mendalam ketika terdengar dan terlantun ayat ayat dan khutbah yang menyangkut alam semesta dan pentingnya belajar sama pengelolaan ternak, hingga satu surat dalam Kitab SuciNya dinamakan surat tentang ninatang ternak (Al An'aam).
"Bapak pekerjaannya apa?" kata seseorang di sebelah saya yang menumpang pesawat Garuda dari Palangkaraya - Jkt dan Solo.
"Buruh mencangkul sambil cari rumput untuk ternak di kandang" jawabku singkat sambil menyimak perubahan mimik air muka yang bertanya yang menggeleng geleng.