23/07/2021
*Ditinggal Zaman, Kerajaan Kuta Baharu Nasibmu Kini*
Part I
Melihat kabar giat pemajuan kebudayaan di Dessa Budaya Tanjung Mas , teman-teman Pegiat Wisata Danau Bungara ternyata juga tergerak untuk melakukan penelusuran di daerah bekas kerajaan Kuta Baharu ( Simpang Kiri) Cikal bakal yang kini menjadi Kecamatan Kota Baharu
Sebenarnya sore itu cuaca sangat mendung sekali, hampir saja penelusuran kami gagal, namun karena semangat yang kian membara kami putuskan untuk tetap melanjutkan ekpedisi.
Tanpa pikir panjang, kami mulai menyebrangi Sungai Lae Souraya sungai terpanjang di Aceh, menggunakan Bungki / perahu mesin. Setelah sampai kedarat tepatnya di Kampung Lentong Lama, kami menemukan bekas pemakaman Belanda menurut keterangan dari juru jalan Ridwansyah Komo dan Khairil Lingga .
Selang beberapa jarak penelusuran kami, betapa terkejutnya kami, ternyata disini juga kami temukan nisan-nisan tua yang menyerupai nisan tua yang kami temukan beberapa hari lalu di Tanjung Mas, bahkan ada satu nisan yang sangat indah dan mempunyai nilai seni yang sangat tinggi, dugaan kami ini makam salah satu orang penting di zaman kerajaan, sebab bentuk batu nisan seperti itu juga ditemukan di daerah Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh pada umumnya. Menurut beberapa referensi yang kami baca bentuk nisan itu diperuntukkan untuk para raja atau seseorang yang menduduki jabatan penting dalam kerajaan.
Prediksi awal nisan nisan yang kami temukan di Lentong juga berkisar abad ke 14 dan 15.
Langit sudah mulai gelap, waktunya saya dan tim bergegas menyudahi penyusuran jejak makam kuno di kampung ini. Belajar akan bukti kegemilangan masa kerajaan dulu, berharap suatu saat keadaan jauh lebih baik dari sekarang, tidak adalagi makam-makam yang tak terurus, sebab makam disini sangat terancam musnah akibat abarasi sungai.
Jika menciptakan kegemilangan masa kini susah, maka merawat yang sudah pernah ada jauh lebih baik.
Nantikan Ekpsedisi Part II.