13/10/2024
Timnas Indonesia menghadapi tantangan besar dalam laga keempat Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan China pada 15 Oktober 2024 di Qingdao Youth Football Stadium. Meskipun optimis mengejar tiga poin, Indonesia dibayangi rekor buruk selama 37 tahun tanpa kemenangan melawan China.
Rekor Pertemuan yang Kurang Menguntungkan:
Dari 17 pertemuan, Indonesia hanya menang 3 kali, seri 3 kali, dan kalah 11 kali.
Kemenangan terakhir diraih pada 20 Februari 1987 dalam King's Cup dengan skor 3-1.
Dalam 9 pertemuan terakhir, Tim Garuda menelan 7 kekalahan dan hanya dua kali imbang.
Terakhir kali bertemu pada Kualifikasi Piala Asia 2015, Indonesia kalah tipis 0-1 di Xi’an.
Performa di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026:
Indonesia: Tiga hasil imbang beruntun, termasuk laga terakhir melawan Bahrain (2-2), yang diwarnai kontroversi tambahan waktu hingga 11 menit.
China: Tiga kali kalah, termasuk kekalahan 1-3 dari Australia, membuat mereka berada di dasar klasemen dengan nol poin.
Modal Tim Garuda:
Meski memiliki rekor buruk, Tim Garuda kini diperkuat oleh banyak pemain yang berkarier di Eropa, seperti Jordi Amat dan Sandy Walsh, yang membawa pengalaman dan kualitas baru.
Hasil imbang melawan Bahrain, meski mengecewakan karena kontroversi, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya juang dan kualitas untuk bersaing.
Kunci Kemenangan di Qingdao:
1. Disiplin Pertahanan: Meminimalkan kesalahan yang bisa dimanfaatkan China, terutama dalam duel bola mati.
2. Efisiensi di Depan Gawang: Memaksimalkan peluang dengan serangan balik cepat.
3. Mental Kuat di Tandang: Tidak terpengaruh dengan tekanan dari tuan rumah dan suporter lawan.
Meski China diunggulkan berdasarkan sejarah, performa buruk mereka di grup membuka peluang bagi Tim Garuda untuk mencetak kemenangan perdana dan mengakhiri tren buruk. Jika tampil solid dan disiplin, tiga poin bukan hal yang mustahil bagi Indonesia.