PSHT Rayon Batalyon

PSHT Rayon Batalyon Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from PSHT Rayon Batalyon, Sorong.

20/10/2015

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun
Tlh meninggal dunia Ketua Dewan Pusat PS*T Bpk K.R.A.T TARMADJI BUDI HARSONO, S.E. Pd Hari Selasa 20 Okt 2015 sktr pukul 09.30 Wib di RSI Siti Aisyah Madiun Jl. Mayjend Sungkono karena sakit stroke, informasi terkait rencana pemakaman menyusul

17/05/2015

salam persaudaraan,, smngtt buat saudra" dan mas" yg sdng krja bakti di klalinn....

09/06/2014

SALAM PERSAUDARAAN
trima ksih untk saudra yg sdh mau mnyukai hlman ini ....
Kmi mhon untk yg mmlki pngthuan lbih tntng psht slhkn tulis sj di hlmn ini ...
Trimaksih dan salam persaudaraan

09/06/2014

*PEDOMAN PERSAUDARAAN SETIA
HATI TERATE
"Musuh jangan dicari kalau bertemu
jangan lari(3N:ngalah-ngaleh-
ngamuk)".
*SEBOYAN PERSAUDARAAN SETIA HATI
TERATE
"Selama bumi masih berputar dan
selama matahari terbit dari upuk timur
serta tenggelam/terbenam di upuk barat
SH TERATE tetap jaya selamanya..
*FALSAFAH PERSAUDARAAN SH
TERATE
"Manusia dapat dihancurkan
danmanusia dapat dimatikan,akan
tetapi manusia tidak dapat dikalahkan
selama manusia itu masih berpegang
teguh pada dirinya atau tetap setia pada
hati nuraninya sendiri.
*Bukti-bukti Persaudaraan sh terate
=>Jika akan sambung(latih tanding)di
awali dengan berjabat tangan
=>Mong tinemong
=>Tidak sentimen
=>Kalau bertemu teman atau pelatih
berjabat tangan
=>Jika sambung(latih tanding) dapat
mengendalikan diri terhadap lawan.
Persaudaraan Setia Hati Terate,
sebagai salah satu cabang bela diri
yang membentuk manusia berbudi luhur
tahu benar dan salah, terus mewanti-
wanti para warganya dengan
memberikan ke-SH-an. Pemberian ke-
SH-an ini dimaksudkan agar semua
warga (pendekar) SH Terate mampu
menjadi manusia yang berbudi luhur
tahu benar dan salah, saling
menghamat-hamati antar saudara dan
saling nasihat-menasihati dalam
kebenaran.
Kadang-Kadang SH Terate semua,
melalui tulisan yang sangat sederhana
ini, kami ingin mengajak pada para
Kadang semua untuk ingat pada nama
dan semboyan kita TERATE. Seperti
yang ditulis oleh Dr. Setiawan
Dalimartha dalam bukunya " Atlas
Tumbuhan Obat Indonesia" Jilid 4
terbitan Puspa Swara, Jakarta, bunga
teratai sebagaimana yang tertuang
dalam lambang organisasi kita, memiliki
manfaat yang sangat besar bagi
manusia. Marilah kita jadikan diri kita
sebagai manusia yang " Memayu
Hayuning Bawono " seperti bunga teratai
itu.
Teratai yang dalam berbagai bahasa -
misalnya seroja (Malaka), padma
(India), terate (Jawa), lien (Cina),
sacred lotus (Inggris) memilik khasiat
yang sangat besar. Teratai merupakan
tumbuhan air yang indah, asli dari
daratan Asia. Biasanya teratai
dibudidayakan di kolam, pot bunga,
juga kadang-kadang tumbuh di rawa-
rawa.
Adapun beberapa manfaat dari teratai
adalah sebagai berikut:
1. Biji teratai (lian zi ), berkhasiat
menurunkan tekanan darah tinggi,
tonik untuk jantung, limpa, sistem
reproduksi, penenang (sedatif),
menguatkan limpa dan dan
lambung.
2. Tunas biji teratai ( lian zi xin),
menghilangkan panas dalam di
jantung, meredakan demam,
menghentikan pendarahan,
menghambat ejakulasi dini.
3. Kulit biji teratai, berguna
menghentikan pendarahan,
menghilangkan panas dalam di
lambung, serta mengeluarkan panas
dan lembab dari usus.
4. Benang sari (lian xu ), meredakan
panas jantung, menguatkan fungsi
ginjal, menghambat ejakulasi dini,
dan menghentikan pendarahan.
5. Dasar bunga (receptacle ), berguna
menghancurkan bekuan darah,
menghentikan perdarahan, dan
menolak lembab.
6. Tangkai teratai (dari tangkai daun/
lian geng dan tangai bunga/ liang
fang) berkhasiat menurunkan
tekanan darah (hipotensif), pereda
demam, melancarkan kencing, tonik
pada limpa.
7. Daun ( he ye ), berkhasiat
membersihkan panas dan
menghilangkan lembab, menaikkan
Yang, dan menghentikan
pendarahan.
8. Dasar daun berkhasiat sebagai
pereda demam dan menghilangkan
lembab, menormalkan haid, dan
menghuatkan kehamilan.
9. Jika dimakan mentah rimpang
teratai ( ou jie ) - rimpang adalah
bagian dari batang dan bagian-
bagian lain yang bukan daun dan
akar - berkhasiat sebagai pereda
demam, mendinginkan rasa panas
yang dalam, dan menghancurkan
darah beku. Jika dimakan setelah
masak, berkhasiat menguatkan
limpa, meningkatkan selera makan,
penambah darah, membantu
pertumbuhan otot, dan obat diare.
10. Tepung dari rimpang berkhasiat
menghentikan pendarahan,
penambah darah, serta mengatur
fungsi ginjal dan limpa.
11. AKar berkhasiat menghentikan
pendarahan, membuyarkan darah
beku, dan penenang
Jadi, marilah saudara-saudaran
kadang-kadang SH Terate, jadilah
manusia berbudi luhur tahu benar dan
salah seperti bunga teratai yang selalu
memberi manfaat pada manusia, dari
akar sampai daun dan bunganya semua
memiliki manfaat. Tidak ada bagian dari
bunga teratai yang tidak ada
manfaatnya. Maka kita sebagai manusia
SH Terate pun akan selalu bermanfaat.
Bunga teratai dapat tumbuh di mana
pun, selalu tampak indah, sekalipun
tumbuh di comberan. Pun demikian
halnya dengan kita, manusia SH Terate
pun akan dapat bersinar dan harus
bersinar dalam kondisi bagaimanapun
dan di tempat seperti apapun, dapat
menyinari sekitarnya dan bermanfaat
bagi lingkungannya serta menjadi sosok
yang selalu dapat dijadikan panutan
dan indah dipandang orang, seperti
semboyan kita " Memayu Hayuning
Bawono".

09/06/2014

MARS PS*T
Setia Hati Terate Pembina Persaudaraan
Semboyan Kami Bersama Bersatu Teguh
Jaya
Mengabdi Nusa dan Bangsa Dengan
Tulus Ikhlas
Menjunjung Tinggi PancasiLa Demi
Indonesia Raya
Jayalah Setia Hati Terate Sepanjanglah
Masa
Jayalah Setia Hati Terate Sepanjanglah
Masa

08/06/2014

PS*T 1922 Setia Hati Terate 1922 - Memayu Hayuning Bawono.

MAY
Sejarah Berdirinya Persaudaraan Setia Hati Terate - PS*T 1922

Pendiri PS*T ialah KI HADJAR HARDJO OETOMO,lelaki kelahiran madiun pada tahun 1890.karena ketekunannya mengabdi pada gurunya yakni KI NGABEHI SOERO DIWIRYO,terakhir ia pun mndapatkan kasih berlebih dan berhasil menguasai hampir seluruh ilmu sang guru hingga ia berhak menyandang predikat pendekar Tingkat III dalam tataran ilmu Setia hati (SH).
Itu terjadi pada desa winongso saat bangsa belanda mencengkramkan kuku jajahannya pada indonesia.

Sebagai Seorang pendekar KI HADJAR HARDJO OETOMO pun berkeinginan luhur untuk mendermakan ilmu yg pada milikinya kepada Orang lain untuk kebaikan sesama untuk Keselamatan sesama ,untuk keselamatan dunia.tapi jalan yg pada rintis ternyata tidak semulus harapannya.jalan itu berkelok penuh dengan aral rintangan terlebih Saat itu jaman penjajahan.ya sampai KI HADJAR sendiri terpaksa harus magang menjadi Guru pada sekolah dasar pada benteng madiun Sesuai beliau menamatkan bangku sekolahnya.tidak betah menjadi guru KI HADJAR beralih profesi sebagai leerling reambate pada SS (PJKA/ kereta api indonesia saat ini -red) Bondowoso,Panarukan,dan Tapen.

Sebagai seorang pendekar, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pun berkeinginan luhur untuk mendarmakan ilmu yg dimilikinya kepada orang lain. Untuk kebaikan sesama. Untuk keselamatan sesama. Untuk keselamatan dunia. Tapi jalan yg dirintis ternyata tidak semulus harapannya. Jalan itu berkelok penuh dengan aral rintangan. Terlebih saat itu jaman penjajahan. Ya, sampai Ki Hadjar sendiri terpaksa harus magang menjadi guru pada sekolah dasar pada benteng Madiun, sesuai beliau menamatkan bangku sekolahnya. Tidak betah menjadi guru, Ki Hadjar beralih profesi sebagai Leerling Reambate pada SS (PJKA/Kereta Api Indonesia saat ini - red) Bondowoso, Panarukan, dan Tapen.

Memasuki tahun 1906 terdorong oleh semangat pemberontakannya terhadap Negara Belanda - karena atasan beliau saat itu banyak yg asli Belanda -, Ki Hadjar keluar lagi dan melamar jadi mantri pada pasar Spoor Madiun. Empat bulan berikutnya ia ditempatkan pada Mlilir dan berhasil diangkat menjadi Ajund Opsioner pasar Mlilir, Dolopo, Uteran dan Pagotan.

Tapi lagi-lagi Ki Hadjar didera oleh semangat berontakannya. Memasuki tahun 1916 ia beralih profesi lagi dan bekerja pada Pabrik gula Rejo Agung Madiun. Disinipun Ki Hadjar hanya betah untuk sementara waktu. Tahun 1917 ia keluar lagi dan bekerja pada rumah gadai, hingga beliau bertemu dengan seorang tetua dari Tuban yg kemudian memberi pekerjaan kepadanya pada stasion Madiun sebagai pekerja harian.

Dalam catatan acak yg berhasil dihimpun, pada tempat barunya ini Ki Hadjar berhasil mendirikan perkumpulan "Harta Jaya" semacam perkumpulan koperasi guna melindungi kaumnya dari tindasan lintah darat. Tidak lama kemudian ketika VSTP (Persatuan Pegawai Kereta Api) lahir, nasib membawanya ke arah keberuntungan dan beliau diangkat menjadi Hoof Komisaris Madiun.

Senada dengan kedudukan yg disandangnya, kehidupannya pun bertambah membaik. Waktunya tidak sesempit seperti dulu-dulu lagi, saat beliau belum mendapatkan kehidupan yg lebih layak. Dalam kesenggangan waktu yg dimiliki, Ki Hadjar berusaha menambah ilmunya dan nyantrik pada Ki Ngabehi Soerodiwiryo.

Data yg cukup bisa dipertanggungjawabkan menyebutkan dalam tahun-tahun inilah Setia Hati (SH) mulai disebut-sebut untuk mengganti nama dari sebuah perkumpulan silat yg semula bernama "Djojo Gendilo Cipto Mulyo".

ARTI DAN WARNA SABUK PS*T1. ARTI SABUK POLOS ATAU HITAMSabuk polos atau hitam secaramendasar mengandung arti bahwa siswa...
08/06/2014

ARTI DAN WARNA SABUK PS*T

1. ARTI SABUK POLOS ATAU HITAM
Sabuk polos atau hitam secara
mendasar mengandung arti bahwa siswa
yg berada di tingkat polos adalah siswa
yg buta atau tidak mengetahui dgn baik
organisasi Persaudaraan Setia Hati
Terate. Warna hitam menunjukkan warna
dasar dari pakaian SH Terate sehingga
warna sabuk polos dapat berarti juga
siswa polos adalah siswa yg baru blajar
dan baru mengenal Persaudaraan Setia
Hati Terate dan tidak boleh ditunjukan
kepada orang lain.
2. ARTI SABUK JAMBON
Sabuk jambon secara mendasar
mengandung maksud bahwa siswa
jambon adalah siswa yg mulai mengenal
SH Terate dan mengenal arah yg benar.
Warna jambon mengandung arti warna
keragu-raguan, jadi sifat ragu-ragu selalu
ada di siswa tingkatan jambon. Dalam
berbagai sumber, jambon juga
mengandung maksud adalah sifat
matahari yg terbit atau sifat matahari yg
terbenam, yaitu sifat yg mulai mengarah
ke suatu kepastian tetapi masih dalam
taraf mengantung dan belum tetap
wataknya.
3. ARTI SABUK IJO/HIJAU
Sabuk hijau secara mendasar
mengandung maksud bahwa siswa hijau
adalah siswa yg sudah mantap/tenang
hatinya. Warna hijau mengandung arti
warna keadilan dan keteguhan dalam
menjalani sesuatu. Sifat inilah yg di
harapkan terbentuk pada siswa hijau,
dimana siswa tersebut maupun berbuat
adil, mulai dididik untuk madep, karep,
mantep, dengn mengutamakan ajaran SH
Terate.
4. ARTI SABUK PUTIH (kecil)
Sabuk putih atau putih kecil adalah
tingkatan siswa yg terakhir dalam latihan
Persaudaraan Setia Hati Terate. Sabuk
putih berarti bahwa seseorang yg telah
mencapai tingkatan ini adalah orang yg
telah mengerti arah yg sebenarnya dan
telah mengetahui perbedaan antara benar
dan salah. Pada tingkatan ini, seorang
siswa akan menamatkan pelajaran SH
Terate baik pelajaran olah kanuragan
(beladiri) maupun pelajaran kerohanian/
ke-SH-an.
Warna putih melambangkan kesucian,
oleh karena itu sifat dan watak yg
diharapkan dari siswa tingkat putih
adalah siswa tersebut dapat bertindak
berdasarkan prinsip kebenaran, dan
bersikap tenang seperti air yg mengalir.
Dalam suatu pepatah SH Terate
disebutkan “tiniti liring, tindak ing ati”.

08/06/2014

Sejarah SH Terate dan Sh Tunas Muda
Winongo
SH Terate adalah perguruan silat
legendaris yang berperan menyebarkan
pencak silat ke berbagai daerah (bahkan
manca negara). Di pusatnya, Madiun,
terdapat ribuan pendekar SH terate yang
tersebar sampai pelosok-pelosok
kampung. Bagi pemuda-pemuda di
daerah Madiun, menjadi anggota SH
terate adalah tradisi yang mereka
laksanakan secara turun temurun.
Bahkan banyak keluarga yang dari Kakek
buyut sampe cicit, semua adalah anggota
PS SH Terate. Hal ini membuat SH Terate
sebagai organisasi, cukup disegani di
kawasan Madiun karena memiliki massa
yang sangat besar.
Sayang, di Madiun sering terjadi
perkelahian massal antara anggota SH
Terate dan anggota SH Tunas Muda
(Winongo). Sebenarnya pendiri kedua
perguruan silat tersebut berasal dari
perguruan yang sama. Menurut hikayat,
asal muasal pencak silat di Madiun
adalah dari seorang pendekar bernama
Suro (Mbah Suro). Konon, sewaktu masih
sangat muda Mbah Suro ini adalah salah
satu prajurit tangguh yang dimiliki
Pangeran Diponegoro. Setelah Pangeran
Diponegoro kalah dari Belanda, mbah
Suro melarikan diri ke Madiun, dan
mendirikan sebuah perguruan silat
sendiri.
Perguruan silat ini kemudian berkembang
cukup pesat. Mbah Suro memiliki banyak
sekali murid. Namun diantara sekian
ratus muridnya, ada dua yang paling
menonjol. Yang satu kemudian
mendirikan perguruan silat sendiri di
daerah Winongo Madiun, dan kemudian di
kemudian hari menjelma menjadi SH
Tunas Muda. Sementara yang satunya
meneruskan perguruan silat mbah Suro
dan kemudian menjelma menjadi SH
Terate.
Awalnya, kedua perguruan tersebut saling
berdampingan dengan damai satu sama
lain. SH Winongo memiliki pengaruh di
daerah madiun kota, sementara SH
Terate mengakar di daerah madiun
pinggir/pedesaan. Benih perpecahan
dimulai ketika antara tahun 1945-1965
an, banyak pendekar SH Winongo yang
berafiliasi dengan PKI. SH Terate yang
menganggap ilmu SH (Setia Hati) yang
diturunkan oleh mbah Suro merupakan
ilmu yang berbasis ajaran Islam, merasa
SH Winongo mulai keluar dari jalur
tersebut.
Perselisihan semakin menjadi-jadi antara
tahun 1963-1967, dimana banyak
pendekar dari kedua perguruan yang
terlibat bentrok fisik dalam peristiwa-
peristiwa politik. Meski banyak
anggotanya yang berafiliasi kiri, namun
secara organisasi SH Winongo tidak
terlibat dalam aktivitas kekirian tersebut.
Hal inilah yang kemudian menyelamatkan
perguruan silat ini dari pembubaran oleh
pemerintah.
Setelah masa pembersihan anggota PKI
yang berlangsung antara tahun
1967-1971 di daerah Madiun, SH
Winongo sedikit demi sedikit mulai
kehilangan pamornya. Puncaknya, pada
era 1980-an bisa dikatakan perguruan
silat ini dalam keadaan mati suri. Konon,
banyak pendekar SH Terate yang
berperan sebagai eksekutor para anggota
PKI (termasuk beberapa pendekar SH
Winongo yang terlibat PKI) di kawasan
Madiun. Hal inilah yang kemungkinan
memicu dendam pendekar SH Winongo
yang non-PKI tapi merasa memiliki
solidaritas pada kawan-kawannya yang
dieksekusi tersebut.
Entah kebetulan atau tidak, seiring
dengan munculnya PDI sebagai kekuatan
politik yang cukup kuat pada era 1990-
an, pamor SH Winongo sedikit demi
sedikit mulai naik kembali. Banyak
pemuda dari kawasan perkotaan Madiun
yang masuk menjadi anggota SH
Winongo. Madiun kota sendiri merupakan
basis PDI yang cukup kuat. Sementara
Madiun kabupaten merupakan basis NU
dan Muhammadiyah. Banyak yang
mengatakan bahwa situasi tersebut mirip
dengan situasi di zaman ’60-an, dimana
PKI berkuasa di Madiun kota dan NU
berkuasa di Madiun Kabupaten.
Seiring dengan perkembangan tersebut,
mulai sering terjadi perkelahian antar
pendekar di berbagai pelosok Madiun.
Perkelahian yang juga melibatkan senjata
tajam tersebut tak jarang berakhir dengan
kematian salah satu pihak. Pada waktu
itu, Madiun bagaikan warzone para
pendekar silat (termasuk dengan senjata
tajam dan senjata lainnya). Di berbagai
sudut kota dan kampung terdapat grafiti
yang menunjukkan identitas kelompok
pendekar yang menguasai kawasan
tersebut. Pendekar SH Terate
menggunakan istilah S*T (Setia Hati
Terate) atau TRD (Terate Raja Duel)
untuk menandai basisnya. Sementara SH
Winongo menggunakan istilah STK, yang
kemudian diplesetkan menjadi “Sisa
Tentara Komunis”, untuk menandai
kawasan mereka.
Pada kurun waktu 1990-2000, STK
mengalami perkembangan jumlah
anggota yang sangat pesat. Desa
Winongo sebagai markas besar mereka,
pada awalnya masih mudah diserang
oleh pendekar S*T dari wilayah tetangga.
Namun karena kekuatan mereka yang
semakin besar membuat Winongo
menjadi untouchable area. Hampir
seluruh pemuda dan lelaki di desa ini
menjadi anggota STK yang militan,
sehingga penyerbuan S*T ke wilayah ini
menjadi semakin sulit dilakukan.
STK menggunakan taktik populis dalam
merekrut anggota baru. Mereka masuk ke
SMP dan SMU di kota Madiun dan
menawarkan status pendekar secara
instan kepada pemuda-pemuda yang
mau bergabung. Sementara untuk meraih
status pendekar di S*T, persyaratannya
cukup berat dan memakan waktu cukup
lama. Tawaran menjadi pendekar instan
tersebut tentu saja mendapat sambutan
yang besar dari para pemuda yang belum
mengetahui esensi sebenarnya sebuah
panggilan “pendekar”. Di Madiun, menjadi
pendekar adalah sebuah kehormatan
yang diimpi-impikan para pemuda.
Predikat pendekar menjadi sangat elit
karena harus dicapai dengan susah
payah. Seorang Pendekar dipastikan
memiliki kemampuan silat dan fisik yang
prima, serta pemahaman agama yang
dalam.
Akibat taktik populis yang dilakukan STK,
kode etik pertarungan antar pendekar
yang selama ini terjaga, sedikit demi
sedikit mulai pudar. Anak-anak muda
yang naif (pendekar instan) mulai
menggunakan cara-cara yang kurang etis
dalam berkelahi. Misalnya mereka
mengeroyok lawan, menculik lawan di
rumah, tawuran (lempar-lemparan batu),
menyerang dari belakang, dan cara-cara
yang tidak terhormat lainnya. Awalnya
pendekar-pendekar S*T yang memegang
teguh kode etik pertarungan pencak silat,
masih berupaya sabar. Namun, akhirnya
mereka kehilangan kesabaran setelah
korban di pihak mereka mulai berjatuhan.
Tercatat, terjadi beberapa kali
pertarungan yang memakan korban jiwa
akibat tindakan yang tidak sportif. Pernah
terjadi kasus dimana dua orang pendekar
yang sedang berboncengan sepeda ontel,
di tebas dari belakang oleh lawan
bersepeda motor dengan menggunakan
clurit. Kemudian ada juga kasus seorang
pendekar yang sedang menggarap
sawah, ditebas dari belakang oleh
lawannya dengan menggunakan pacul.
Kejadian-kejadian tersebut merupakan
gambaran betapa etika pertarungan
sportif satu lawan satu yang selama ini
dipegang erat oleh para pendekar, mulai
pudar.
Cikal bakal dua perguruan silat terbesar
di Madiun, SH Terate dan SH Winongo,
adalah sebuah perguruan pencak silat
puritan bernama SH Putih. SH Putih
didirikan oleh seorang pendekar silat
bernama Mbah Suro pada tahun 1903.
Mbah Suro adalah seorang pengembara,
dia telah melanglang buana sampai ke
Tiongkok dan India untuk mempelajari
berbagai ilmu bela diri.
Setelah merasa cukup ilmu, Mbah Suro
pulang ke tanah kelahirannya, dan
mendirikan sebuah perguruan pencak
silat tanpa nama. Berdasarkan ilmu yang
didapatkannya selama mengembara, ia
mengembangkan jurus-jurus silat baru
yang kemudian membawa pembaharuan
dalam ilmu beladiri asli nusantara ini.
Setelah Mbah Suro meninggal pada tahun
1923, terdapat dua orang muridnya yang
berebut pengaruh untuk menjadi
pimpinan perguruan silat tersebut.
Perebutan ini kemudian berakibat pada
terpecahnya mereka ke dalam dua kubu.
Kubu pertama kemudian mendirikan
perguruan silat baru bernama Setia Hati
Winongo (Kenanga), dan kubu yang lain
mendirikan Setia Hati Terate (Teratai).
Perebutan tersebut akhirnya tereskalasi
menjadi konflik terbuka, ketika masing-
masing perguruan tersebut sudah
memiliki banyak pengikut. Konflik masih
terus terjadi sampai hari ini, dengan
dinamika yang berbeda, sesuai dengan
perkembangan jaman.
Sementara, SH Putih kemudian menutup
diri karena tidak mau terlibat dalam
perseteruan antara keduanya. Sampai
saat ini SH Putih masih ada, dan yang
diperbolehkan menjadi murid di
perguruan silat ini hanyalah anggota
keluarga dan keturunan Mbah Suro saja.
SH Putih menjadi semacam dewan guru
besar, untuk menentukan apakah seorang
pendekar dari SH Winongo dan SH Terate
yang telah mencapai level tertinggi bisa
naik tingkat atau tidak (dalam karate
istilahnya DAN I, DAN II, dst, untuk sabuk
hitam). Saat ini pendekar dengan tingkat
tertinggi (Tingkat III) masih dipegang
oleh pendekar dari SH Winongo.
Sementara dari SH Terate belum ada
(Paling tinggi Tingkat II).
Antara SH Winongo dengan SH Terate
menganut prosedur yang berbeda dalam
penetapan seorang murid menjadi
“WARGA”. Di SH Winongo, seorang murid
yang baru masuk, harus segera disahkan
sebagai “WARGA” agar ikatan emosional
dan fisik yang bersangkutan dengan
perguruan tidak terlepas lagi. Sementara
di SH Terate, untuk menjadi “WARGA”
seorang murid harus menjalani proses
yang panjang dan sangat keras. Seorang
“WARGA” dalam filosofi SH Terate
haruslah pendekar yang benar-benar
telah memahami esensi dari ilmu pencak
silat itu sendiri, terutama kegunaannya
bagi masyarakat. Sehingga, sedikit sekali
dalam satu angkatan, seorang murid SH
Terate akhirnya dapat mencapai level
menjadi “WARGA”.

1. Segi empat panjang- Bermakna Perisai.2. Dasar Hitam- Bermakna kekal dan abadi.3. Hati putih bertepi merah- Bermakna c...
08/06/2014

1. Segi empat panjang
- Bermakna Perisai.
2. Dasar Hitam
- Bermakna kekal dan abadi.
3. Hati putih bertepi merah
- Bermakna cinta kasih ada batasnya.
4. Merah melingkari hati putih
- Bermakna berani mengatakan yang ada
dihati/kata hati
5. Sinar
- Bermakna jalannya hukum alam/hukum
kelimpahan
6. Bunga Terate
- Bermakna kepribadian yang luhur
7. Bunga terate mekar, setengah mekar
dan kuncup.
- Bermakna dalam bersaudara tidak
membeda-bedakan latar belakang
8. Senjata silat
- Bermakna pencak silat sebagai benteng
Persaudaraan.
9. Garis putih tegak lurus ditengah-
tengah merah
- Bermakna berani karena benar, takut
karena salah
10. Persaudaraan Setia Hati Terate
- Bermakna mengutamakan hubungan
antar sesama yang tumbuh dari hati yang
tulus, ikhlas, dan bersih.
- Apa yang dikatakan keluar dari hati
yang tulus.
- Kepribadian yang luhur.
11. Hati putih bertepi merah terletak
ditengah-tengah lambang
- Bermakna netralARTI DAN MAKNA LAMBANG PS*T

08/06/2014

Address

Sorong

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PSHT Rayon Batalyon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share