28/04/2026
Rider muda asal Singkawang ini harus gagal mengikuti final pada event Kejurnas Kalimantan Regional C Putaran 1. Dea Ananda dengan nomor start #127 turun di tiga kelas. Pada sesi kualifikasi, ia tampil gemilang dengan mencatatkan waktu terbaik dan berhasil start dari posisi pertama di kelas Bebek Standar 125 cc.
Namun saat memasuki kualifikasi kelas Matic 130 cc, Dea mengalami crash di tikungan terakhir. Ia tergelincir akibat kondisi aspal yang basah bercampur pasir. Padahal, baru dua lap berjalan, ia juga sudah mencatatkan waktu terbaik di kelas tersebut. Setelah terjatuh, Dea masih memaksakan diri kembali ke paddock dan berusaha melanjutkan balapan di kelas berikutnya. Sayangnya, ada cedera pada tangan kanannya yang membuatnya sulit digerakkan.
Meski begitu, joki muda berusia 16 tahun ini tetap optimis ingin mengikuti race selanjutnya hingga sesi final keesokan harinya, mengingat performa motornya yang sangat kompetitif dan peluang podium yang terbuka lebar. Namun setelah mendapat penanganan medis, panitia menyarankan untuk dilakukan rontgen. Hasilnya, Dea mengalami patah pada bagian bahu, tepatnya di tulang humerus, sehingga dipastikan tidak dapat melanjutkan balapan.
Kabar tersebut tentu membuat tim dan sang ayah, Bapak Enceng, serta keluarga merasa kecewa. Namun, musibah memang tidak dapat diprediksi. Di balik itu semua, motor yang digunakan sebenarnya sudah dipersiapkan dengan sangat baik oleh mekanik asal Bandung yang mereset ulang mesin berbasis F1ZR, dengan arahan langsung dari sang kakak yang juga berpengalaman di dunia road race di Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah.
Tim baru bernama RAHAYU ini memiliki tujuan besar untuk membuktikan bahwa tangan-tangan lokal dengan budget standar mampu bersaing dan berprestasi melawan tim-tim besar. “Walaupun hanya bisa masuk tiga besar, saya sudah sangat bangga bisa satu podium dengan tim sultan, apalagi hanya menggunakan bahan bakar Pertamax,” ujar mekanik yang akrab disapa Akang.
Harapan tersebut memang harus tertunda hingga sang joki pulih. Namun dari kejadian ini, tim justru semakin termotivasi dan tidak akan patah semangat untuk terus berjuang ke depan.