Perkembangan perguruan IKS.PI Kera Sakti yang berpusat di madiun ini sangat pesat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Pengesahan atau wisuda yang diadakan setiap tiga bulan sekali bagi para siswa yang naik ketingkat satu (sabuk biru) maupun tingkat dua (sabuk merah) tidak kurang dari 2500 orang. Jumlah yang begitu besar belum termasuk yang mengikuti pengesahan jarak jauh (tidak langsung di
pusat madiun) namun tetap ketua umum IKS.PI Kera Sakti secara langsung yang dilaksanakan diberbagai cabang (tiap kabupaten seluruh Indonesia). Fantastis secara umur yang belum seberapa lama (kurang lebih 33 tahun sejak tahun 1980) namun perkembangan yang diikuti oleh minat masyarakat terutama Indonesia menampakkan bahwasanya perguruan IKS.PI Kera Sakti sangat pas sebagai pegangan beladiri. IKS.PI Kera Sakti yang berpusat di madiun hingga sampai sekarang sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia, di jatim sendiri sudah berkembang diberbagai pelosok wilayahnya dan mereka sering menyebut IKS.PI Kera Sakti madiun, IKS.PI Kera Sakti lamongan, IKS.PI Kera Sakti jombang, IKS.PI Kera Sakti Surabaya, IKS.PI Kera Sakti bojonegoro, IKS.PI Kera Sakti ngawi dan masih banyak lagi. Tidak sedikit mereka juga telah membuat suatu komunitas, sementara yang diketahui seperti Densus 23 yang berpusat di lamongan. Bapak Totong Kiemdarto tidak lain Guru Besar sekaligus Pendiri Perguruan IKS.PI Kera Sakti pasti bangga apabila melihat perkembangan sekarang ini. Yah sebagai warga pun juga ikut bangga karena memang IKS.PI Kera Sakti memang bisa dibanggakan. Perguruan yang unik dengan campur - campur berbagai aliran silat, kebatinan, yoga, kungfu, chikung membuat perguruan ini menjadi spesial dibanding dengan perguruan lain yang ada di Indonesia.
โKe Berbagai Penjuru Kita Cari Saudara Namun Kalau Ada Musuh Pantang Tunduk Kepalaโ, tentu kata - kata yang tertulis itu sudah tidak asing lagi ditelinga seluruh warga IKS PI Kera Sakti. Cukup jelas dan mantap, bahwasannya IKS.PI Kera Sakti dimanapun kapanpun tetap memegang persaudaraan namun ketika perjalanan dalam mencari saudara dihadang musuh kepalapun pantang untuk tunduk (Terima Kasih Bapak Raden Totong Kiemdarto) sepak terjangmu telah mengilhami kami semua sebagai Pasker Muda.