06/05/2026
Nasib memprihatinkan dialami Safarudin Azim, siswa kelas 1 SD Negeri 1 Banjaranyar, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Bocah berusia sekitar 9 tahun itu sudah lebih dari dua bulan tidak masuk sekolah setelah muncul konflik antara orang tuanya dengan pihak sekolah. Kasus siswa SD di Pemalang ini ramai diperbincangkan publik setelah viral di media sosial dan akhirnya berujung laporan ke Polres Pemalang. Perselisihan bermula ketika ayah Azim, Arsa Tugimin(40), mengunggah kritik di media sosial terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan Februari 2026. Dalam unggahan itu, ia menyoroti menu makanan yang diterima siswa dan menilai nilainya tidak sesuai. Unggahan tersebut kemudian sampai ke pihak sekolah. Tugimin mengaku dipanggil untuk memberikan klarifikasi. Namun pertemuan itu justru berujung cekcok antara dirinya dengan kepala sekolah. “Pada intinya tujuan saya hanya ingin mengedukasi. Saya tidak ingin sebuah kebobrokan itu terjadi,” kata Tugimin, Sabtu (2/5/2026). Menurut Tugimin, dalam perdebatan tersebut dirinya merasa diusir dari sekolah. Ia juga mengklaim anaknya dikeluarkan secara lisan. “Mulai besok anak kamu saya keluarkan, tidak usah sekolah di sini,” ujar Tugimin menirukan ucapan yang ia dengar saat itu. Setelah kejadian tersebut, Azim sempat kembali masuk sekolah selama beberapa hari. Namun kemudian anak itu disebut merasa takut dan malu untuk datang lagi. Tugimin mengaku anaknya pernah pulang sambil membawa makanan MBG dan berkata agar sang ayah tidak lagi mengunggah persoalan sekolah ke media sosial. “Anak saya bilang, ‘Ayah jangan diposting lagi, takut nanti Azim dimarahin Bu Guru’,” katanya. Ia juga menyebut anaknya malu masuk sekolah karena merasa sering dipanggil menggunakan nama ayahnya oleh kepala sekolah. Kini, sejak Februari 2026, Azim lebih banyak berada di rumah dan bermain seperti anak seusianya. Di sisi lain, Tugimin mengaku tetap ingin anaknya bisa bersekolah kembali.