Penyuluh Agama Hindu Kota Bontang

Penyuluh Agama Hindu Kota Bontang Semoga Cahaya Pengetahuan Menjadi Suluh Bagi sang Jiwa

SEKUNTUM TERATAI EMASSekuntum teratai emasMerekah pancarkan sinarBelah sunyi sepi heningSapu gelap malam tergelapSarimu ...
01/06/2026

SEKUNTUM TERATAI EMAS

Sekuntum teratai emas
Merekah pancarkan sinar
Belah sunyi sepi hening
Sapu gelap malam tergelap

Sarimu pancarkan air abadi
Amerta dalam singgasana prasawya
Di antara delapan kelopakmu
Penawar duhka lara

Hadir-Mu di tengah sari teratai
Menyebrang dari niskala
Nafasku tertahan jantungku terdiam,
Pesona-Mu lupakan segalanya.

Alam semesta berselimut sepi
Yang ada hanya Engkau Ibu,
Saraswati, Saraswati, saraswati?
Pertanyaanku jawaban-Mu

Engkaupun lenyap berganti sunyi senyap
Gelap malam tergelap Siwa Ratri
Ibu sapa-Mu begitu singkat
Hingga aku tak mampu berucap

Bhatara kala melahap siang malam
Merangkai waktu tak bertepi
Rinduku semakin tak tertahan…
Ibu Saraswati kemana aku harus mencari-Mu..?

Sekuntum teratai emas…
mungkinkah Engkau hadir kembali?
Sejukkan jiwa rindu dahaga
Semaikan cinta dalam anahata

Hadir-Mu bukan keinginanku,
Engkau hadir atas kehendak-Mu.
Hadir-Mu rahasia-Mu
yang ku tahu ibu..
aku ingin dekat dalam kasih sayang-Mu…!

31/05/2026

Om Namashiwa-Buddhaya

Saat melihat laut dari atas kapal, ada satu doa pendek yang sering melintas, ia bangkit dari ingatan, meski telah 20 tahunan, dari rute Bau-Bau ke Benoa Bali. Saat itu masa pertama kali berlayar untuk pulang kampung menuntut ilmu. Agar pengetahuanmu meluas bagai samudra: hendaknya gunakan mantra ini: Om Namashiwa Buddhaya.

Tak terasa waktu berlalu, ketika memasuki tanah Borneo, dibalik misteri kegelapan Barhinadwipa beberapa sosok suci dalam ajaran Siwa-Sogata datang menjumpai melalui mimpi yang seolah berasal dari abad ke-2 M. Mereka datang ke Pura Buana Agung untuk bersimpuh memuja Dewi Saraswati.

Jadi pengetahuan Siwa Buddha yang maha luas dan mendalam bak samudra bersumber dari Sang Hyang Aji Saraswati.
Rahayu...

Hening Purnama SadhaHening sejenak untuk menikmati keberadaan diri, sejauh perjalanan yang tersulit adalah kedalam diri,...
31/05/2026

Hening Purnama Sadha

Hening sejenak untuk menikmati keberadaan diri, sejauh perjalanan yang tersulit adalah kedalam diri, sekuat tenaga yang membuat terengah-engah menekan nafsu, ego dan kemarahan.

Keluarga adalah pasraman terdekat, selama kita menjadikan itu sebagai tempat menempa diri menuju kesadaran maka keluarga tempat terbaik.

Mungkin itulah sebabnya kita diberi contoh bagaimana Siwa, Parwati dan Ganesha berdampingan, bukan terpisah oleh SAP Gender-laki perempuan.

Rahajeng Purnama, semoga Anugrah Hyang Widhi melimpah kepada seluruh alam semesta dan penghuninya.
31/05/2026

Rahajeng Purnama, semoga Anugrah Hyang Widhi melimpah kepada seluruh alam semesta dan penghuninya.

Selamat Jalan Romo Mangku Karyono, dumugi Amor ing acintya. Kami sangat kehilangan pengurus PSN Korwil Kaltim yang sanga...
29/05/2026

Selamat Jalan Romo Mangku Karyono, dumugi Amor ing acintya. Kami sangat kehilangan pengurus PSN Korwil Kaltim yang sangat aktif.

Selamat Merayakan Idhul Adha, kalau direnungkan yang sulit itu menyembelih sifat tamasika, rebahan, malas-malasan....
27/05/2026

Selamat Merayakan Idhul Adha, kalau direnungkan yang sulit itu menyembelih sifat tamasika, rebahan, malas-malasan....

TIRTA PENGLUKATAN DARI PADYUSAN (PERMANDIAN) PARA DEWAUntuk memahami mantra ini seseorang perlu belajar bahasa Jawa yang...
26/05/2026

TIRTA PENGLUKATAN DARI PADYUSAN (PERMANDIAN) PARA DEWA

Untuk memahami mantra ini seseorang perlu belajar bahasa Jawa yang akarnya adalah Jawa Kuna. Sebab akan banyak pemenggalan yang janggal ketika tidak dibarengi dengan pemahaman arti.
Beberapa kata kunci yang perlu diketahui oleh pemangku agar tidak salam memahami, antara lain:

Muncar: memancar, muncul; Arah: Wetan (timur), kidul (selatan), kulon (barat), utara/lor Utara), madya (tengah); Tininggalana: terlihatlah (dari kata ting(h)al: lihat), Jambangan (tempat air), Nira (air), telaga (kolam), noja (sejenis tanaman obat), Telaga noja: kolam obat, Tinanceban (tertanan), Tunjung: teratai, Padyusan: permandian, Ira (Nya).

OM GANGGA MUNCAR SAKING WETAN
TININGHALANA TELAGA NOJA JAMBANGAN NIRA SLAKA
TINANCEBAN TUNJUNG PUTIH PADYUSANIRA DEWA ISWARA
PANGHILANGANING SARWA ROGA MOKSAH ILANG.

Gangga timbul dari timur terlihatlah telaga obat tempat air (dan) airnya perak, tertanam teratai putih, permandian-Nya Dewa Iswara yang melenyapkan semua roga (penyakit), menjadi lenyap menghilang.

OM GANGGA MUNCAR SAKING KIDUL
TININGHALANA TELAGA NOJA, JAMBANGAN NIRA TEMAGA
TINANCEBAN TUNJUNG BANG PADYUSANIRA DEWA BRAHMA
PANGHILANGANING SARWA WIGNA MOKSAH ILANG.

Gangga timbul dari selatan terlihatlah telaga obat tempat air (dan) airnya Tembaga, tertanam teratai merah, permandian-Nya Dewa Brahma yang melenyapkan semua wighna (rintangan), menjadi lenyap menghilang.

OM GANGGA MUNCAR SAKING KULON
TININGHALANA TELAGA NOJA JAMBANGAN NIRA MAS
TINANCEBAN TUNJUNG KUNING PADYUSANIRA DEWA MAHADEWA
PANGHILANGANING SARWA KLESA MOKSAH ILANG

Gangga timbul dari barat terlihatlah telaga obat tempat air (dan) airnya emas, tertanam teratai kuning, permandian-Nya Dewa Mahadewa yang melenyapkan semua Klesa (Kekotoran), menjadi lenyap menghilang.

OM GANGGA MUNCAR SAKING UTARA
TININGhALANA TELAGA NOJA JAMBANGAN NIRA WESI
TINANCEBAN TUNJUNG KRESNA PADYUSANIRA DEWA WISNU
PANGHILANGANING SARWA PAPA PATAKA MOKSAH ILANG.

Gangga timbul dari utara terlihatlah telaga obat tempat air (dan) airnya besi, tertanam teratai hitam, permandian-Nya Dewa Wisnu yang melenyapkan semua Papa Pataka (kehinaan dan bencana), menjadi lenyap menghilang.

OM GANGGA MUNCAR SAKING MADYA
TININGALAN TELAGA NOJA JAMBANGAN NIRA MANCA WARNA
TINANCEBAN TUNJUNG MANCA WARNA PADYUSANIRA DEWA SIWA
PANGHILANGANING SARWA DASA MALA MOKSAH ILANG

Gangga timbul dari tengah terlihatlah telaga obat tempat air (dan) airnya manca warna, tertanam teratai manca warna, permandian-Nya Dewa Shiwa yang melenyapkan semua Dasa Mala (sepuluh Kekotoran bathin), menjadi lenyap menghilang.

Tumpek Bubuh
23/05/2026

Tumpek Bubuh

Om Swastyastu

25 hari sebelum Galungan, umat Hindu Bali menghaturkan syukur atas anugerah tumbuh-tumbuhan. Karena dari mereka, kehidupan kita berlanjut.
Yuk rawat pohon di sekitar kita, sebagai wujud bhakti pada Sang Hyang Sangkara.

Rahajeng Rahina Suci Tumpek Wariga, Sabtu 23 Mei 2026

TAPA YADNYA KIRTIAdalah tiga jalan untuk mencapai Sorga menurut pustaka Wrhaspati Tattwa.1. Tapa artinya mengikat sepulu...
23/05/2026

TAPA YADNYA KIRTI

Adalah tiga jalan untuk mencapai Sorga menurut pustaka Wrhaspati Tattwa.

1. Tapa artinya mengikat sepuluh Indria
2. Yadnya artinya memuja Shiwa bersaranakan api (Homa),
3. Kirti artinya memberikan jasa bagi orang banyak.

Tapa lebih baik dari Yadnya, dan Yadnya lebih bagus dari Kirti. Ketiga cara ini disebut Prawrtti-Kadharman.
Orang yang melaksanakan ketiga cara ini, atau salah satu, saat mati akan mendapatkan sorga. Bila kesenangan sorga itu habis dinikmati, menjelmalah ia kembali. Ketiga cara ini tidak membebaskan orang dari lingkaran hidup mati. Yang membebaskan adalah Yoga. Yoga adalah Niwrtti-Kadharman (Palguna, 2011).

23/05/2026

Rahajeng Tumpek Bubuh-Tumpek Wariga

Address

Jl. Kapten Piere Tendean No 20 B, Kel. Bontang Kuala, Kec. Bontang Utara, Kota Bontang Kaltim
Samarinda
75312

Telephone

+81346516533

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Penyuluh Agama Hindu Kota Bontang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share