09/12/2018
Bagaimana Teknik Agar Kuat Mengayuh di Tanjakan?
Dalam bersepeda seringkali para penghobi sepeda lebih mengutamakan kecepatan. Padahal bersepeda juga sangat erat kaitannya dengan teknik. Teknik yang benar membantu kita agar kuat, dan tidak mudah lelah atau cedera saat bersepeda. Yuk intip lebih jauh teknik bersepeda di tanjakan!
1. Latihlah pernafasan secara rutin
Yang pertama, jalankan latihan kardio. 80% dari latihan kardio mampu melatih kekuatan diafragma. Hasil penelitian membuktikan bahwa memperkuat diafragma bisa mengoptimalkan pernapasan, yang berujung kepada peningkatan daya tahan tubuh saat berolahraga. Mulailah dengan pola dua-dua (menarik & mengeluarkan napas masing-masing dalam dua hitungan). Untuk selanjutnya, melaksanakan pola tiga-tiga, sampai pola empat-empat.
2. Jagalah ritme kecepatan
Jaga ritme agar kecepatan kayuhan stabil sangat diperlukan. Anda tidak diperkenankan untuk terburu-buru di jalan menanjak karena dapat membuat tubuh cepat merasa lelah. Kayuh sepeda dengan perlahan dan hati-hati, jaga kecepatan agar konstan.
3. Condongkan badan kedepan
Menjaga keseimbangan saat jalan menanjak berguna untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, semisal tergelincir. Salah satu tips terbaik adalah mencondongkan badan kedepan, namun sesuaikan dengan kenyamanan kayuhan juga. Selain memberi kekuatan pada kaki saat mengayuh, mencondongkan badan juga bermanfaat agar sepeda tidak jumping saat menanjak. Genggam handle bar dengan erat saat posisi menanjak. Pindahkan gigi menjadi lebih kecil sesaat sebelum memasuki tanjakan, sesuaikan agar kayuhan ringan.
4. Fokuskan kekuatan pada kaki
Memfokuskan kekuatan pada kaki bertujuan agar kayuhan dapat stabil dan kuat saat menanjak. Konsentrasilah untuk melakukan hal ini saat menanjak. Mengayuh bisa dengan cara berdiri maupun duduk pada sadel, tergantung kenyamanan Anda.
5. Menanjak dengan zig zag
Bagi yang baru pertama kali bersepeda naik gunung disarankan untuk menanjak dengan zig zag. Hal ini penting untuk mengurangi gaya gravitasi bumi agar beban saat menanjak terasa lebih ringan. Namun tetap waspada dan hati-hati bila ada kendaraan dari arah depan dan belakang. Lakukan hanya jika memungkinkan saja.
6. Jaga emosi
Menjaga emosi sangat diperlukan karena emosi dapat membuat napas menjadi cepat dan tersengal-sengal. Jangan terburu-buru karena tertinggal oleh teman ataupun untuk menyalip teman dihadapan kita. Menuruti keinginan tersebut, disamping membuat tubuh cepat lelah, Anda bisa saja muntah karena terjadi kontraksi di perut.
7. Semangat dan optimis
Tetap semangat dan yakin Anda bisa melakukannya. Berpikiran tidak yakin dan takut dapat mempengaruhi performa tubuh. Namun tidak ada salahnya jika anda merasa capek lalu beristirahat sejenak baru kemudian melanjutkan perjalanan. Terlebih, jangan memaksa jika memang sudah tidak kuat daripada berakibat fatal. Satu lagi kuncinya: jangan pernah menyerah untuk mencoba! (eas)