Aliansi Supporter Indonesia (ASI)
Aliansi Suporter Indonesia (ASI) lahir dari keprihatina...n para pecinta sepak bola tanah air terhadap kondisi sepak bola saat ini. Keprihatinan ini sebenarnya merupakan gambaran umum keprihatin masyarakat terhadap carut marut pengurus sebuah organisasi sepak bola tanah air yang dinamakan PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Dalam beberapa tahun belakang
an ekspresi yang muncul dari masyarakat pecinta sepak bola Indonesia, jika berbicara tentang sepak bola nasional lebih banyak diwarnai oleh ekspresi kekecewaan. Kekecewaan itu karena masyarakat tahu bahwa pengelolaan sepak bola Indonesia tidak pernah mengalami perbaikan dan prestasi tim nasional Indonesia semakin menurun. Tetapi baru baru ini saat sepak bola mulai melangkah untuk sebuah perbaikan prestasi, tim nasional yang telah sukses memenangkan beberapa pertandingan awal dengan gemilang dalam kompetisi AFF, telah mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat pecinta sepak bola khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, yang walaupun harus mengakui kehebatan tim nasional Malaysia yang telah menyabet gelar juara AFF untuk pertama kalinya. Euforia masyarakat pecinta sepak bola, tidak dapat dilukiskan dengan kata kata, menyambut gembira saat tim kesayangannya memenangkan pertandingan demi pertandingan dengan gemilang. Namun belum usai mencapai babak final, orang orang yang tidak berkepentingan dalam pembinaan sepak bola, berebut mencari muka dengan mengundang timnas di saat mereka harus berkonsentrasi dan focus pada latihan menghadap lawannya pada babak final. Tetapi dengan arogannya Aburizal Bakrie yang notabene sebagai Ketua Umum Partai Golkar mengundang Timnas makan siang di rumah pribadinya, yang tentu saja ini telah mengganggu program latihan timnas. Menyikapi semua itu, masyarakat pecinta sepak bola tanah air, tentu saja hanya menyalahkan kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang harus mempertanggung jawabkan semua itu. Masyarakat pecinta sepak bola tanah aur telah lama tidak mempercayai lagi pada kepengurusan PSSI di bawah komando Nurdin Halid yang kontroversial dan mantan napi dengan beberapa kasus korupsi. Nama ketua umum PSSI, sudah tidak diakui lagi oleh organisasi sepak bola dunia FIFA, juga ditolak duduk sebagai salah seorang anggota eksekutiv AFC, yang mana ini telah membuktikan bahwa dunia internasionalpun sudah tidak mempercayai lagi PSSI dibawah kepemimpinan Nurdn Halid. Oleh karena itu, berbagai kelompok supporter se Indonesia membentuk persatuan supporter yang kami namakan Aliansi Suporter Indonesia (ASI). Adapun tuntutan ASI adalah :
1. Menuntut resturiksasi atau reformasi dalam kepengurusan PSSI sesegera mungkin
2. Menolak politisasi sepakbola nasional dengan tidak mendudukkan kader partai dalam posisi puncak dan strategis
3. PSSI hanya dikelola oleh orang-orang independen dan profesional dalam bidangnya
4. Mengembalikan fungsi APBD yang sesuai dengan Pasal 155 PP nomor 58 Tahun 2005; Peraturan Mendagri no 58 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; dan Permendagri no. 13 Tahun 2006 tentang pedoman Pengelolaan keuangan Daerah; serta Surat Mendagri no .903/187/SJ yang berisi pelarangan penggunaan dana APBD secara rutin bagi klub sepakbola
5. Menuntut diadakannya audit kelembagaan PSSI secara transparan, bersih dan independen
6. PSSI harus memberikan izin pada setiap usaha kompetisi profesional yang ingin memajukan persepakbolaan Indonesia
7. Menolak calon ketua umum PSSI yang mempunyai perkara hukum.
8. Menuntut keamanan, kenyamanan dan fasilitas yang layak bagi penonton. Jakarta,
Kapten Aliansi Supporter Indonesia (ASI)
( Mang Juned )
Anggota :
KH. Maman Imanulhaq (Ormas)
Nanang Ariadi (Bonek)
Ariesta Budiyono (Info Supporter )
Ian Alon Rajagukguk (Persik )
Roy Romero (Kampak Medan)
Yan Kurniawan (Bobotoh Persib)
Partoba Pangaribuan (Timnas)
Helmi Atmaja (Joglosemar)
Novita Elly Efroza (Singamania)
Richard Ahmad (The Jakmania)
Penasihat:
Taufik Rahzen
Nia Syarifudin