12/07/2022
KONI Labuhanbatu, Sumut menggandeng Askab PSSI setempat melakukan pertemuan dengan wasit dalam upaya meningkatkan pemahaman sepak bola agar lebih baik, Selasa (28/6/2022) malam di Hall Suzuya Rantauprapat.
Ketua Askab PSSI Labuhanbatu, M Ikhsan Nasution menjelaskan, pertemuan itu pun merupakan bentuk silaturahmi antara jajaran pengurus si bola bundar dengan KONI pasca kepengurusan yang baru.
Menurutnya, perkembangan dunia olah raga terus mengalami peningkatan, termasuk sepak bola. Maka, banyak yang harus dipersiapkan, terkhusus wasit yang menjadi penentu di lapangan.
Dirinya sendiri sangat bersepakat dengan keinginan KONI Labuhanbatu agar sepak bola terus berkembang baik sesuai zaman, termasuk skill para wasit.
“Ini moment penting di mana kita ingin sama-sama lebih baik, termasuk mengenai lisensi,” terangnya.
Ketua KONI Labuhanbatu, Ahmad Sofyan Ritonga mengakui akan terus berupaya melakukan perubahan perkembangan para cabang olah raga hingga ke tingkat atlet maupun wasit.
Maka ujarnya pria berambut plontos yang akrab disapa Ucok Pasada itu, perlu dilakukan pertemuan khususnya wasit demi mengetahui pola perbaikan yang nantinya dapat meminimalisir permasalahan.
“Mari kita samakan persepsi apa yang mau dilakukan ke depan, termasuk mengatasi problem-problem di lapangan. Ayo kita berbuat semaksimal mungkin meminimalisir berbagai hal yang salah,” terangnya.
Dunia sepak bola, lanjut Ucok Pasada, harus benar-benar dilakoni oleh orang-orang yang memiliki kemampuan mumpuni, mulai dari karakter, mental hingga skill mengolah bola dan juga aturan pertandingan.
“Harus beradu skill, teknik atau lainnya, permainan sepak bola itu harus enak ditonton. Perubahan itu sama-sama kita lakukan agar sepak bola berjalan fair,” pesannya.
Ditambahkan Wakil Ketua 1 Bidang Prestasi KONI Labuhanbatu, Ade Huzaini peraihan prestasi itu tidak terlepas dari pembinaan, salah satunya kemampuan wasit.
“Wasit punya resiko yang tinggi, karena penonton awam, tidak tahu aturan tetapi seakan mampu mengambil keputusan. Ini yang harus diantisipasi, wasit memiliki resiko,” paparnya.
Maka, sambungnya, baik Askab maupun KONI tetap berkeinginan meningkatkan kemampuan memimpin para wasit.