LDK Stai-Qien

LDK Stai-Qien Menjadi Institusi Kajian Islam mahasiswa terkemuka dalam upaya mewujudkan perubahan social berbasis pembinaan menuju kehidupan yang Islami.

Adab sangatlah penting dalam kehidupan setiap muslim, terlebih bagi seorang pencari ilmu.Salah satu karya populer di bid...
09/09/2021

Adab sangatlah penting dalam kehidupan setiap muslim, terlebih bagi seorang pencari ilmu.

Salah satu karya populer di bidang ini adalah Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, tulisan ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah yakni al-Imam an-Nawawi (w. 676 H) rahimahullah.

Kitab ini berisi pengetahuan menarik seputar adab seorang ‘alim dan pengkaji ilmu, beserta adab pemberi dan pemohon fatwa, semuanya berdasarkan perspektif Islam. Karena itu mari kita kaji kitab ini bersama-sama.

Ikutilah Kajian Turats Online

Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, karya Imam an-Nawawi

Bersama: KH. Dr. Azi Ahmad Tadjudin, M.Ag

Setiap Jum'at 20.15 WIB (Minggu ke 2 dan 4)

Terbuka untuk umum, kajian melalui zoom.

- Mahasiswa & pelajar free
- Peserta umum pendaftaran 50 rb

Untuk link zoom, bisa WA Panitia +62 877-3554-6280

01/12/2018

KENAPA HARUS PAKAI HUKUM ALLAH?

Berbicara mengenai hukum Allah, sebetulnya berbicara mengenai pertanyaan filosofis ‘siapa yg berwenang mengeluarkan hukum bagi perbuatan manusia dan status benda?’ Istilah ushul fikihnya siapa sejatinya al-Hakim?

Dalam bahasa lain, yakni penentuan sikap manusia terhadap perbuatan: apakah dilakukan atau ditinggalkan? Atau pilihan antara melakukan dan ditinggalkan?

Demikian juga penentuan sikap manusia terhadap status benda yg berkaitan dengan perbuatan: apakah digunakan atau ditinggalkan? Atau pilihan antara digunakan dan ditinggalkan?

Semua itu tentu tergantung cara pandang manusia terhadap sesuatu, apakah sesuatu itu dinilai baik atau buruk? Ataukah dianggap bukan baik dan bukan p**a buruk?

Jadi, topik mengenai ‘status hukum bagi perbuatan dan benda’ adalah mengenai penilaian baik (al-Hasan) dan buruk (al-Qabih) terhadap perbuatan dan benda. Berdasarkan pertimbangan tersebut, ada tiga aspek:

Pertama, dari aspek fakta, apa adanya; Kedua, dari aspek kesesuaian atau ketidaksesuaian dengan karakter manusia; Ketiga, dari aspek berpahala atau mengandung siksa, yakni terpuji atau tercela.

Mengenai aspek pertama dan kedua –aspek fakta dan kesesuaian atau tidak dengan karakter manusia–, penilaian dan keputusan hukum diserahkan pada manusia sendiri, yakni diserahkan pada akalnya, misal akal bisa menilai ilmu itu baik dan kebodohan itu buruk, sebab fakta memperlihatkan adanya kesempurnaan dan kekurangan disitu. Demikian, menolong yang tenggelam itu baik dan membiarkan yg tenggelam hingga celaka itu buruk, karena karakter manusia cenderung senang menyelamatkan dari kecelakaan.

Sedangkan, berkaitan aspek ketiga, yakni pahala dan siksa, maka penilaian dan keputusan hukum diserahkan pada Allah (Syariat) semata. Sebab, menilai keimaan itu baik, kekufuran itu buruk, ketaatan (pada Allah) itu baik dan bermaksiat itu buruk, maka akal tidak akan mampu menghukumi beragam kondisi tersebut.

Karena akal itu sendiri adalah transfer pengindraan fakta ke otak bersama informasi sebelumnya yg akan menilai fakta, kemudian mengkaitkan antara fakta dan informasi secara bersamaan.

Jadi akal mustahil menilai sesuatu yg tidak terindra seperti hidayah, kesesatan, halal, haram, ketaatan, kemaksiatan dll. Akal tidak mampu menilai apakah sebuah perbuatan diridhai Allah sehingga manusia diberi pahala, apakah sebuah perbuatan dimurkai Allah sehingga manusia diberi siksa, kecuali terdapat informasi yang datang dari Allah swt.

Ini dari aspek dalil aqli atas penilaian baik dan buruk.

Dari aspek dalil syar’i, menilai sesuatu itu baik dan buruk bergantung perintah syariah: Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Hal ini dijelaskan banyak nash al-Quran dan as-Sunnah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisȃ’: 65)

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah: "Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ȃli Imrȃn: 31)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya),” (QS. An-Nisȃ’: 59)

وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ

"Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).” (QS. An-Nisȃ’: 83)

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An-Nûr: 63)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ

"Siapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak ada perintahnya maka perkara itu tertolak". (HR. Al-Bukhari dll)

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ مَالِهِ وَأَهْلِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

"Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dia cintai daripada hartanya, keluarganya dan seluruh umat manusia." (HR. An-Nasa’i, 4928 dll)

Sebagaimana telah dijelaskan, yg berwenang mengeluarkan hukum perbuatan dan benda adalah Syariat bukan akal, ini dari aspek pahala dan siksa, dan hal ini tidak termasuk penilaian pada dua aspek yg sudah disebut sebelumnya (aspek fakta dan kesesuaian dengan karakter manusia) karena akal mampu menilai baik dan buruknya berdasar fakta, berdasar kesesuaian atau ketidaksesuaian dengan karakter.

Tapi jika dari aspek pahala dan siksa, akal tidak mampu menilainya, sebab termasuk aspek yg ketiga. Anda bisa menilai dengan akal ilmu itu baik, tetapi menilai bahwa ilmu itu berpahala atau tidak, akal tidak sanggup, namun syariat yg sanggup menilainya. Anda bisa menilai dengan akal menolong orang tenggelam itu baik, tetapi menilai menolong yg tenggelam itu berpahala atau tidak akal tidak sanggup, namun syariat yg sanggup menilainya, sebagaimana disebut dalam aspek ke tiga. Demikianlah, yg memiliki kewenangan mengeluarkan keputusan hukum perbuatan dan benda dari aspek pahala dan siksa adalah syariat bukan akal. (Syaikh 'Atha' Ibn Khalil Hafizhahullah, Taisir al-Wushul ila al-Ushul, h. 10-12)

Yan S. Prasetiadi
Kajian Ushul Fikih, Ma’had Darul Ulum Purwakarta, 30/11/2018

Anda seorang mahasiswa??Masih s**a galau-galau??Yuk itu Training "Yuk Move On" yang diselenggarakan oleh LDK STAI_QIEN.P...
13/05/2017

Anda seorang mahasiswa??
Masih s**a galau-galau??
Yuk itu Training "Yuk Move On" yang diselenggarakan oleh LDK STAI_QIEN.Pada :
Hari/tgl : Minggu,14 Mei 2017
Waktu : pkl.08:00 s/d selesai
Tempat:Aula STAI DR KHEZ MUTTAQIEN

Masih galau??? Yuk move on dengan kami di TYMO (Training Yuk Move On)

11/09/2016

Keluarga Besar UKM STAI_QIEN MENGUCAPKAN : "SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMI 2016/2017".. Mari bergabung bersama kami untuk mengkaji islam secara komprehensif.

Silah ukhuwah dan bukber di LPLDK STAI_Qien bekerja sama dan SPU Purwakarta dan LP Purwakarta
29/06/2016

Silah ukhuwah dan bukber di LP
LDK STAI_Qien bekerja sama dan SPU Purwakarta dan LP Purwakarta

05/06/2016

Keluarga besar UKM LDK STAI_QIEN mengucapkan
"Selamat menyambun bulan suci romadhon 1437 H"
Mari jadikan momentum ramadhan ini sbg momentum bulan perjuangan untk mhmblikan kehidupan islam agar terealisasinya 'alamin dimuka bumi ini

04/06/2016

Jangan lupa !!! Setiap minggu pagi pkl. 05.00 - 06.00 wib Mahasiswa mengudara hanya di A Radio "inspirasi keluarga anda".. Banyak ilmu yang bermanfaat..jangan sampai terlewatkan ya !!

Selamat datang kepada calon mahasiswa baru di kampus tercinta STAI DR KHEZ MUTTAQIEN PURWAKARTAdan ayo bergabung bersama...
04/06/2016

Selamat datang kepada calon mahasiswa baru di kampus tercinta STAI DR KHEZ MUTTAQIEN PURWAKARTA
dan ayo bergabung bersama UKM LDK Stai_Qien Purwakarta

29/05/2016

Solusi Tuntas Melawan Propaganda sosialisme - Komunisme
Oleh: Yan S. Prasetiadi, M.Ag
Setelah sekian lama terkbur, propaganda Sosialisme- komunisme kini kian marak diberbagai media. Karena itu diperlukan solusi yang komprehensif untk menyelesaikan masalah ini.
1. Negara tidak boleh lepas tangan dalam menangani masalah penyebaran ideologi soaialisme-komunisme.
2. Masyarakat tdak boleh abai terhadap persoalatan keutamaan, masyarakat harus senantiasa menjunjung tinggi amal ma'ruf nahi munkar.saling menjaga lingkungan dari penyebaran ideologi sosialisme- komunisme dg beragam bentuk. Namun ini bukan berarti masyarakat boleh main hakim sendiri.sebab sanksi hukum tetap ada di tangan aparat berwenang
3. Kaum intelektual muslim harus terdepan dlm melawan ideologi sosialisme - komunisme ini. Sebab bgi penganut paham sosialisme- komunisme.agama dianggap cabdu dan musuh mereka. Dan hanya agama islam yang sanggup melawan paham atheisme mereka.

Sedang berlangsung Islamic Intelectual challange dengan tema " awas NEO PKI !!! Selamatkan dengan Syari'ah & Khilafah" A...
29/05/2016

Sedang berlangsung Islamic Intelectual challange dengan tema " awas NEO PKI !!! Selamatkan dengan Syari'ah & Khilafah"
Acara ini bertempat di kelas lantai 2 STAI DR KHEZ MUTTAQIEN.
Presented by : LDK STAI_QIEN bekerja sama dengan Gema Pembebasan Purwakarta

23/04/2016

Assalamualaikum..saudaraku yang semoga selalu ada dalam lindungan Allah SWT.. Jangan lupa untuk hadir dan mengikuti kajian rutin bedah buku " Dirasat fi alfikri al islam" . adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
Hari/tanggal : Minggu, 24 April 2016
Waktu : Pkl.08.00 - 10.00 WIB
Tempat : Masjid STAI_Qien
Pemateri : Ust. Yan Septiana, M.Ag

Yuk sempatkan waktu anda untuk mengkaji islam bersama kami LDK STAI_QIEN PURWAKARTA.
Gunakanlah kesempatan sebelum datang kesempitan.

Join us:
085798495152 ( SMS Center Ldk)
[email protected]
IG:

"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah" ( ...
19/04/2016

"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah"
( HR.Buchori)

Address

Jalan Baru Maracang No. 35 Kecamatan Babakan Cikao
Purwakarta

Telephone

+6287735546280

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LDK Stai-Qien posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to LDK Stai-Qien:

Share