01/01/2018
Stockfish Dan Clipfish
Berdasarkan cara pembuatannya, ikan kering (dried fish) dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu ikan kering tanpa garam (tanpa garam, stockfish), ikan kering dengan garam (menggunakan garam, clipfish) dan lainnya. Nah, karena pada umumnya di Indonesia ikan kering disebut ikan asin saja, dan pemahaman bahwa kalau asin pasti karena garam, maka kesimpulan awamnya adalah semua ikan asin pasti menggunakan garam. Masuk akal sih. Hehe..
Stockfish (berasal dari bahasa inggris) adalah ikan kering tanpa garam. Stockfish dibuat dengan cara mengeringkan ikan dengan angin dan udara dingin pada gantungan rak di tepian pantai, tanpa menggunakan garam. Katanya sih stockfish ini adalah produk kebanggaan warga Norwegia sejak ribuan tahun. Penasaran ingin membuktikannya? Silahkan pergi ke Norwegia. 😀
Clipfish (berasal dari bahasa inggris) adalah ikan kering dengan garam. Clipfish dibuat dengan cara mengasinkan ikan dengan garam kemudian dikeringkan, selang 2-3 minggu ikan menjadi matang karena garam. Ikan asin tersebut pada awalnya dikeringkan di atas batu-batu (clips) di tepi pantai, sehingga disebut clipfish. Konon metode produksi clipfish ini populer dikembangkan oleh bangsa Portugis sejak dulu kala.
Di pasar internasional istilah stockfish dan clipfish sudah sangat populer. Jadi jangan sampai bingung lagi kalau ada yang pesan stockfish atau clipfish, berikan produk dan pelayanan terbaik Anda. Salam sukses ya. 🙂
Berdasarkan cara pembuatannya, ikan kering (dried fish) dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu ikan kering tanpa garam (tanpa garam, stockfish), ikan kering dengan garam (menggunakan garam, clipfish) …