Sungai Sengkarang Pekalongan

Sungai Sengkarang Pekalongan Arungjeram merupakan sarana mengekspresikan uji nyali dalam menghadapi tantangan dan masalah-masalah yang mungkin kita hadapi.

Hilangkan semua masalah Anda di air Sungai Sengkarang, Lolong Pekalongan dengan berarungjeram. Berarung jeram Sungai lolong itu sangat menyenangkan dan membuat tubuh Anda bisa merasa lebih bugar. Disaat mencoba arung jeram ini, Anda akan dipandu oleh pimpinan perjalanan, agar kegiatan arung jeraman berjalan dengan aman. Namun, pastiin juga Anda bisa mengikuti instruksi pimpinan perjalanan selama

di atas perahu karet. Perjalanan aliran sungai Jeram yang akan Anda lewati, yakni Welcome, Jeram Wadas Kebo, Batu Jenggot, kedung kulon, watu , Sikidang, Jamban Lor, Cucak Rowo, The Fly Matador, dan Good Bye. Di dalam perjalanan arung jeram, Anda akan disuguhi keindahan dinding-dinding sungai, persawahan, bebatuan nan indah, air terjun dan panorama alam kebun durian. Dimana di sekitar air terjun ini, bisa Anda nikmati dengan memberitahukan kepada Trip leader untuk memberhentikan perjalanan. Dijamin disini, Anda akan menikmati kesegaran yang langsung terasa. Setelah mengadu nyali di Sungai lolong, Anda juga akan diantar ke basecamp oleh Trip leader untuk menikmati berbagai sajian yang menggoda selera seperti tempe, tahu, ikan penyet, urap-urapan, dan masih banyak lagi. Biasanya keluar dari sungai, perut pasti terasa lapar, jadi di basecamp ini bisa memesan makanan yang Anda inginkan untuk mengisi perut yang kelaparan. Sungai lolong berada 30 kilometer dari Kota Pekalongan dan berada 12 kilometer dari alun-alun Kabupaten Pekalongan, terbentang di antara 3 kecamatan yakni Lebakbarang, Karanganyar, dan Doro. Sungai lolong dikabarkan merupakan lokasi arung jeram yang terpanjang di Indonesia

27/04/2017

Sungai Sengkarang Meluap, Objek Wisata Lolong Terendam

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pekalongan, kemarin membuat Sungai Sengkarang di Desa Bantarkulon, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan meluap. Bahkan lokasi objek wisata Lolong terendam luapan air setinggi 3 meter. Di sisi lain seorang warga terjebak di tengah arus deras yang membanjiri sungai tersebut.

Untung sejumlah warga dibantu anggota kepolisian cepat mengevakuasi warga tersebut, sehingga dapat terhindar dari maut. ’’Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga kami minta waspada jika beraktivitas di sungai di saat hujan,’’ ucap Kapolsek Lebakbarang AKP Slamet Mardiyanto, kemarin.

Dia menambahkan, sejak beberapa hari terakhir dataran tinggi di Kecamatan Lebakbarang diguyur hujan disertai angin. Akibatnya debit air Sungai Sengkarang naik dan pada puncaknya meluap. ”Sungai Sengkarang merupakan sungai yang digunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebagai pusat pengelolaan dan penghasil listrik mikro hidro yang telah beroperasi kurang lebih 2 tahun,” katanya.

Menutup Jembatan

Dikatakannya, Sungai Sengkarang meluap setinggi 5 meter hingga menutup jembatan akses jalan ke Desa Bantarkulon. Selain debit air yang meningkat, arus air yang kuat juga dikhawatirkan menggerus fondasi jembatan desa. ”Efek luapan sungai ini tidak hanya terjadi di Desa Bantarkulon saja, namun berdampak di sepanjang aliran arus sungai seperti di Desa Kayugeritan dan Daerah Wisata Lolong, Kecamatan Karanganyar yang debit airnya naik sekitar 3 meter hingga menutup lapangan wisata,” tuturnya.

Untuk menghindari hal tidak diinginkan, Polres Pekalongan menyiagakan anggotanya on call siaga bencana alam terutama di Polsek Lebakbarang dan Polsek Karanganyar. ”Kesiapsiagaan anggota sangat diutamakan dalam menghadapi situasi alam yang kedatangannya tidak bisa diprediksi, agar pelayanan terhadap masyarakat dapat diberikan dengan cepat,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan AKP Aris Tri Hartanto mengatakan, luapan Sungai Sengkarang membuat salah seorang warga di Desa Kayugeritan terjebak di sungai. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan oleh sejumlah warga dan anggota kepolisian setempat. ”Kami minta masyarakat tetap waspada dan hati-hati dalam menghadapi cuaca alam yang ekstrem,” katanya.

17/11/2016

Akhir Tahun, Penikmat Arung Jerang Di Lolong Adventure Meningkat

Menjelang akhir tahun 2016 pengunjung Lolong Adventure meningkat drastis dibanding hari biasa. Adapun pemesan mayoritas berasal dari karyawan perkantoran. Para pengunjung ternyata tidak hanya berasal dari lokal saja, bahkan dari luar Jawa Tengah juga mulai banyak sepeti dari Cirebon, Jawa Barat.

Marketing Lolong Adventure Eko Wiharjo mengatakan, pengunjung wisata Lolong Adventure di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar ini paling banyak berasal area Pantura seperti Brebes, Tegal, Pemalangan dan Kota Pekalongan. Sedangkan untuk hari-hari yang mengalami peningkatan biasanya Sabtu dan Minggu. Dan pada akhir pekan bahkan November hingga Desember akhir tahun ini meningkat drastis. Kapasitas arum jeram untuk satu perahu minimal 4 orang dan maksimal 7 orang dengan satu pemandu.

Eko memperkirakan pengunjung diakhir tahun 2016 ini yang sudah masuk sekitar 300an orang, padahal untuk hari biasa tidak sampai sejumlah itu. Sementara ketika disinggung tentang keamanan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan warga Petungkriyono atau Lebakbarang untuk turut memberikan keamanan bagi pengunjung terutama dalam hal debit air karena air hujan biasanya turun mulai sekitar pukul 14.00 keatas.

radiobintangsembilan.com

Arung Jeram Lolong Akan Ditambah PerahuSelain terkenal dengan duriannya, kawasan Wisata Sungai Lolong – Karanganyar Kabu...
28/07/2016

Arung Jeram Lolong Akan Ditambah Perahu

Selain terkenal dengan duriannya, kawasan Wisata Sungai Lolong – Karanganyar Kabupaten Pekalongan adalah sebuah kawasan yang memiliki daya tarik wisata air arung jeram yang cukup menantang. Dengan panorama alamnya yang sangat indah, ada beberapa piihan paket dan jarak tempuh yang ditawarkan dengan harga yang cukup ekonomis p**a. Disamping itu juga disediakan instruktur berpengalaman dan bersertifikat untuk memandu dan mendampingi para wisatawan sehingga para peserta arung jeram lebih terjaga keamanannya.

Rafting atau Arung Jeram Lolong yang banyak diminati ini menjadi salah satu lokasi wisata pilihan di Kabupaten Pekalongan. Tidak sedikit instansi maupun kelompok orang yang memilih Lolong untuk berolahraga rekreasi yang juga mengasah adrenalin ini.

Seperti penuturan Rohman, salah satu pengelola Arung Jeram Lolong saat diwawancara, pada saat liburan kemarinsetiap harinya hampir 70 orang pengunjung datang ke tempat ini untuk berarung jeram. Jumlah tersebut akan meningkat pada saat hari libur tiba. “Liburan Lebaran ini saja pengunjung naik hampir 100%, mereka datang tidak hanya dari dalam kota Pekalongan, tetapi juga dari luar kota bahkan luar Jawa,” jelasnya.

Untuk menjaga keamanan peserta rafting, pengelola yang saat ini berjumlah 16 personil ini, selalu menjalin komunikasi dan koordinasi ke bendungan diatas aliran sungai Lolong yang jaraknya kurang lebih 15 km dari lokasi.

Sementara itu Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi setelah selesai berarung jeram memberikan komentarnya bahwa wisata air arung jeram Lolong ini sangat bagus dan luar biasa, hanya saja masih perlu ditambah infrastuktur termasuk menambah jumlah perahu yang ada. “Tapi untuk menambah semuanya itu, tentunya Pokdarwisnya harus berbadan hukum terlebih dahulu,” ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, jika ada Pekan Olahraga , tidak ada salahnya salah satu itemnya kita agendakan untuk bersama-sama arung jeram di Lolong. “Ini sangat menarik sekali, Saya kira bisa dijadikan contoh. Nanti kita agendakan antara SKPD,” tambahnya.

Akses Menuju Wisata Alam Desa Lolong Rusak ParahAlam Desa Lolong dan Desa Bantarkulon yang sangat indah memang menjadi o...
17/03/2016

Akses Menuju Wisata Alam Desa Lolong Rusak Parah

Alam Desa Lolong dan Desa Bantarkulon yang sangat indah memang menjadi objek wisata yang sangat potensial untuk didatangi. Namun hal tersebut tidak didukung dengan infrastruktur yang baik. Salah satunya akses menuju desa tersebut. Kondisinya rusak parah. Apalagi saat diguyur hujan, jalan menjadi licin dan membahayakan pengendara sepeda motor.

Kondisi berdampak terhadap kunjungan wisata alam di desa tersebut. Terbukti enam bulan belakangan atau sejak akses jalan rusak, jumlah pengunjung turun drastis. Kendaraan berat melebihi tonase menjadi salah satu faktor penyebab jalan rusak.

Nasokha,34, salah seorang pengurus Karang Taruna Desa Lolong, mengungkapkan bahwa jalan masuk ke objek wisata Desa Lolong, terdapat jalan rusak berlubang sepanjang 3 meter dari 6 meter lebar jalan. “Akibat jalan rusak di jalan masuk Desa Lolong, kendaraan roda empat tidak bisa bersimpangan. Sehingga harus antri untuk melalui jalan tersebut,” ungkap Nasokha.

Menurutnya untuk menunjang wisata air terjun dan arum jeram seperti di Desa Lolong, pemda harusnya menjaga kualitas jalan agar tidak rusak, serta membangun beberapa fasilitas umum yang ada disekitar wisata alam tersebut.

“Kami berharap pemda segera memperbaiki jalan rusak yang ada di Desa Lolong, agar kunjungan wisata kembali meningkat, demikian juga jalan yan menuju ke Kecamatan Lebakbarang, banyak jalan berlubang yang membahayakan pengendara,” kata Nasokha.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Amat Antono, menegaskan bahwa dirinya merasa malu pada akhir jabatannya, masih ada jalan rusak yang banyak dilalui masyarakat, karena kebetulan jalan tersebut jalan menuju tempat wisata dan PLTMH.

Menurutnya DPU sudah diperitahkan untuk segera memparbaiki jalan rusak tersebut, agar arus lalu lintas yang menuju Desa Lolong dan Kecamatan Lebakbarang lancar, dan kunjungan wisata yang ada di daerah tersebut juga meningkat. “Saya sebagai bupati merasa malu, mengetahui adanya jalan rusak di Desa Lolong. Karena itu adalah harga diri saya sebagai bupati, sudah saya tegaskan agar DPU segera memperbaiki jalan rusak tersebut,” tegas Bupati Antono.

radarsemarang.com

Polisi dan Wartawan Menguji Adrenalin di LolongSetelah sempat tertunda beberapa pekan, wisata bersama antara keluarga be...
09/02/2016

Polisi dan Wartawan Menguji Adrenalin di Lolong

Setelah sempat tertunda beberapa pekan, wisata bersama antara keluarga besar Polres Pekalongan Kota bersama wartawan terlaksana. Program keakraban antara polisi dan awak media tersebut direalisasikan dalam wisata arung jeram (rifting-red) di Objek Wisata Alam Sungai Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Senin(8/2).

Sungai Lolong yang memiliki jalur sepanjang 8,5 kilometer sangat cocok bagi pemula. Sebelum mengikuti arung jeram, tim pemandu dari Lolong Adventure memberi arahan tentang aturan dan teknik berarung jeram. Ada beberapa perahu yang sudah dilengkapi pelampung, helm dan dan dayung, masing -masing diisi enam orang dan dua pemandu. Disepanjang perjalanan rifting disuguhi keindahan dinding-dinding sungai, persawahan, bebatuan nan indah, air terjun dan panorama alam kebun durian.

Bahkan, derasnya arus sungai sangat menguji adrenalin. Lebih-lebih ketika, perahu tersangkut bebatuan, maupun terbalik dibutuhkan nyali yang berani dan cukup menantang.

berita.suaramerdeka.com

Menjaga Alam dengan Wisata PetualanganHamparan kebun durian yang berbatasan dengan hutan Perhutani menjadi pemandangan d...
14/12/2013

Menjaga Alam dengan Wisata Petualangan

Hamparan kebun durian yang berbatasan dengan hutan Perhutani menjadi pemandangan di sepanjang jalan memasuki Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Jalanan yang berkelok-kelok dan menanjak, serta kemunculan beberapa kera yang tiba-tiba melompat di pinggir jalan, memberi keunikan tersendiri pada setiap perjalanan menuju kawasan tersebut.

Desa Lolong berada di tenggara Kecamatan Kajen, ibu kota Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Desa ini berjarak sekitar 9 kilometer dari Kecamatan Kajen atau sekitar 34 kilometer dari jalur pantura Kota Pekalongan. Desa Lolong bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Kota Pekalongan dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Selama bertahun-tahun, keindahan alam Desa Lolong menjadi aset bagi masyarakat di wilayah itu. Keberadaan Sungai Sengkarang dengan lebar sekitar 60 meter yang mengalir di tengah desa, menambah kekayaan alam di Desa Lolong.

Awalnya, belum banyak yang menyadari bahwa keindahan alam tersebut merupakan kekayaan. Namun sejak sekitar setahun terakhir, para pemuda Desa Lolong dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, memanfaatkan kekayaan dan keindahan alam Desa Lolong sebagai sebuah desa wisata. Para pemuda menyajikan wisata petualangan alam yang dikemas dalam Lolong Adventure.

Sekretaris Lolong Adventure, Khoerul Basar, pertengahan Oktober lalu menuturkan, awalnya masyarakat mengelola alam di Desa Lolong secara biasa. Mereka hidup dan menyatu dengan keasrian desa itu, dari hari ke hari. Sungai Sengkarang juga sering menjadi tempat bermain dan berenang bagi masyarakat setempat.

Pada sekitar tahun 2010, masyarakat mendapatkan bantuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Pariwisata. Masyarakat, termasuk para pemuda kemudian sepakat memanfaatkan bantuan tersebut untuk membeli perahu arung jeram serta kelengkapan alat-alat arung jeram.

Mereka pun belajar mengembangkan wisata arung jeram. Sebanyak 25 pemuda Desa Lolong terus belajar menyelenggarakan wisata petualangan alam tersebut, hingga sejak setahun lalu mereka mulai mengembangkannya secara profesional.

Hingga kini, terdapat enam perahu, bantuan PNPM Pariwisata. Selain alat-alat wisata petualangan air, mereka juga mendapatkan bantuan alat-alat outbound. Mereka juga mendapatkan bantuan bangunan posko dari pemda setempat.

Untuk meningkatkan profesionalitas dalam mengelola wisata arung jeram, para pemuda Desa Lolong juga mengikuti pelatihan River Guide Arung Jeram, hingga mendapatkan sertifikat. ”Sekarang ada 26 tenaga ahli arung jeram di desa ini,” kata Khoerul.

Kini, warga pun menjadikan rumah mereka sebagai home stay, dengan harga sewa sekitar Rp 250.000 per malam. Lolong juga menjadi salah satu daerah tujuan untuk lokasi perkemahan dan pelatihan alam, yang diselenggarakan sejumlah lembaga dan perusahaan.

Keberadaan wisata petualangan di Desa Lolong menambah pendapatan masyarakat. Menurut Koordinator Darat Lolong Adventure, Maman Firmansyah, dalam kondisi ramai, jumlah pengunjung bisa mencapai 50 orang per hari. Sementara dalam kondisi sepi, jumlah pengunjung sekitar 200 orang hingga 300 orang per bulan. Kondisi ramai biasanya berlangsung pada musim hujan, saat debit air sungai meningkat.

Profesi warga Desa Lolong yang sebagian besar menjadi petani durian, juga sangat mendukung pengembangan wisata alam di desa itu. Saat musim panen durian, sekitar Desember hingga Maret, sepanjang jalan menuju desa tersebut penuh dengan pedagang durian.

Selain memberikan nilai tambah bagi penghasilan warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani durian, pengembangan desa wisata menjadi sebuah upaya kampanye dan sosialisasi mengenai pentingnya pelestarian hutan.

Upaya warga menanami kebun mereka dengan pohon durian merupakan salah satu upaya pelestarian hutan. Durian menjadi tanaman penguat tanah, pada kondisi lahan di Desa Lolong yang bertekstur pegunungan. Warga juga menanami lahan dengan tanaman petai dan pucung atau kluwak.

Ajak masyarakat

Warga juga berupaya menyosialisasikan kelestarian alam, dengan mengajak masyarakat yang datang ke lokasi wisata tersebut, untuk ikut menjaga kebersihan. Menurut pendamping masyarakat Desa Lolong dari Komuniti Forestri (KF), yaitu komunitas masyarakat peduli hutan, Thomas Hari Adi, masyarakat memiliki bak sampah induk di tiap RT. Mereka juga mengelola sampah organik, seperti sampah durian menjadi kompos.

Pada sepanjang pinggir Sungai Sengkarang juga banyak ditanami bambu oleh masyarakat. Selain memberikan kesan asri, bambu tersebut berfungsi sebagai penahan erosi sehingga sungai tersebut terhindar dari longsor.

Para pemuda Desa Lolong juga menyadari adanya risiko yang sewaktu-waktu bisa muncul dari kegiatan yang mereka selenggarakan. Untuk mengantisipasi risiko, seperti air bah di Sungai Sengkarang, para pemuda Desa Lolong pun terbiasa membaca alam.

Mereka selalu mengamati pergerakan hujan di wilayah Lolong dan wilayah di atasnya. Apabila di Desa Lolong hujan, sedangkan wilayah di atasnya tidak hujan, petualangan air bisa dilanjutkan. Namun apabila wilayah Desa Lolong tidak hujan, sedangkan wilayah di atasnya hujan, petualangan air akan dihentikan.

Faktor risiko itu juga menjadi tantangan bagi pemuda dan warga Desa Lolong untuk mengampanyekan pelestarian hutan. Kelestarian hutan dan alam di wilayah Lolong, serta daerah-daerah di atasnya sama artinya dengan kelestarian usaha dan penghidupan warga dari wisata alam di desa tersebut.

Thomas Hari Adi mengatakan, melalui penyelenggaraan wisata alam, para pemuda Desa Lolong telah terbiasa mengampanyekan pentingnya pelestarian alam. Mereka telah menyadari pentingnya kelestarian alam untuk kelangsungan hidup dan penghidupan masyarakat.

Address

Jalan Raya Karanganyar/Lebakbarang KM. 5
Pekalongan
51182

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sungai Sengkarang Pekalongan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sungai Sengkarang Pekalongan:

Share