12/12/2012
Sedimentasi atau pedangkalan di muara sungai Pekalongan sangat parah. Sebab menghambat masuknya kapal ke pelabuhan. Oleh karena itu, pembangunan Pelabuhan Onshore, sebagai salah satu kawasan penunjang kawasan Minapolitan, diharapkan cepat rampung. Demikian permintaan Kepala DPPK, Candra Herawati, yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi pembangunan Kawasan Ekonomi Strategis Berbasis Minapolitan di Komisi A DPRD. “Terjadi sedimentasi karena pelabuhan kita saat ini adalah pelabuhan muara sungai, sehingga terjadi sedimentasi yang luar biasa di pelabuhan,” ucapnya.
Akibat sedimentasi tersebut membuat pedangkalan di pelabuhan muara sungai. Sehingga kapal tidak bisa masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan dan menjual hasil tangkapan di tengah laut. “Dulu, setiap hari ada 75 kapal hingga 100 kapal masuk ke TPI Kota Pekalongan. Namun saat ini, kapal yang masuk ke TPI Kota Pekalongan hanya 15 kapal perhari,” ungkapnya.
Dengan kendala tersebut, banyak nelayan yang akhirnya memilih menjual ikan di laut yang mengakibatkan produksi ikan di Kota pekalongan turun sebanyak 70 persen dari sebelumnya. “Padahal berbagai upaya sudah kami lakukan, termasuk salah satunya pengerukan di muara. Namun hal itu belum berpengaruh besar,” imbuhnya lagi. Dibeberkan Candra, pada tahun 2001, produksi perikanan tangkap Kota Pekalongan mencapai 71.500 ton. Sedangkan tahun 2011, produksi perikanan hanya 18.689 ton. Dengan raman rata-rata Rp 126 Miliar pertahun, dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 3,8 Miliar.
Karena itu, Candra sangat berharap pelabuhan onshore segera terwujud agar produksi perikanan Kota pekalongan kembali berjaya seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kami minta pembangunan pelabuhan onshore dipercepat karena pelabuhan onshore merupakan solusi agar kapal-kapal besar bisa masuk ke TPI Kota pekalongan. Harapan kami, 2015 pelabuhan onshore bisa beroperasi,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) Jainur Manurung menjelaskan, pelabuhan onshore akan selesai dibangun pada 2014. pembangunan pelabuhan onshore menyerap anggaran mencapai Rp 244,996 miliar. Sementara pengembangan zona inti minapolitan yang di dalamnya mencakup pembangunan pelabuhan onshore telah dimulai sejak 2011.
Diantaranya pembebasan lahan seluas 47.400 meter persegi senilai Rp 1,462 Miliar dan pematangan lahan senilai Rp 3,262 Miliar. Sedangkan pada 2012 rehabilitasi break water sisi timur senilai Rp 3,736 Miliar. Untuk tahun 2013, kegiatan yang direncanakan untuk pengembangan zona inti menapolitan antara lain pembangunan TPI senilai Rp 6,536 Miliar dan pembangunan break water I senilai Rp 49 Miliar.
KOTA – Sedimentasi atau pedangkalan di muara sungai Pekalongan sangat parah. Sebab menghambat masuknya kapal ke pelabuhan. Oleh karena itu, pembangunan Pelabuhan Onshore, sebagai salah satu kawasan penunjang kawasan Minapolitan, diharapkan cepat rampung. Demikian permintaan Kepala DPPK, Candra Heraw...