18/05/2026
🔥Breaking News!! kita doakan mereka baik baik saja,Turut prihatin bro, Pelayaran kapal-kapal kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) kembali mendapat rintangan. Kali ini, ada dua kapal GSF yang dicegat, yakni kapal Borales dan Osgurluk.
Di kapal itu, ada sejumlah WNI. Dua di antaranya adalah jurnalis Republika Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai (Ody). Republika pun sudah memuat berita "Laporan Terakhir Jurnalis Republika Sebelum Diculik IDF".
"Jadi sejak sekitar pukul tiga dini hari sampai jam empat, karena pada saat itu baik Abeng maupun Ody bilang, oke kita sudah di perairan bebas, di perairan internasional. Jadi dari tim Global Sumud Flotilla internasionalnya bilang kalau sudah di perairan internasional di Laut Mediterania, itu besar kemungkinan kapal Israel bisa intercept (cegat) lebih cepat," kata Wakil Pimpinan Redaksi Republika, Stevy Maradona, Senin (18/5).
Pihak Republika lalu memantau keberadaan kapal jurnalisnya itu. Sekitar pukul 11.oo WIB, kapal yang ditumpangi Abeng memunculkan peringatan adanya kapal perang yang melintas di dekat mereka.
Lalu, pada pukul 14.00 WIB, Abeng mengirimkan video SOS. Video ini berisi narasi bahwa ia ada dalam posisi ditahan otoritas Zionis Israel, dan meminta pemerintah untuk membebaskannya.
Video itu tidak dibuat saat itu. Melainkan video protokol, yang harus dibuat oleh para peserta atau penumpang GSF, menghadapi situasi rawan.
"Oke, Abengnya sudah kirim video SOS bahwa ada kemungkinan, karena sudah melihat ada perahu mendekat maupun apa, jadi dia kirim video SOS. Jadi memang ada protokolnya yang sudah dilatih dari Global Sumud Flotilla Internasional," kata Stevy.
Namun, Stevy belum mendapat video dari Ody. Ia juga mengisyaratkan bahwa ada orang Indonesia lain, sesama jurnalis yang juga dicegat Israel.
Yang kita tunggu justru yang dari Ody, sama yang dari Andre, sama yang dari tiga orang lagi, karena sampai sekarang kita belum dapat video SOS-nya mereka," ucap Stevy.
Sementara itu, di jaringan grup WhatsApp para peserta GSF mengkonfirmasi pencegatan dan penculikan ini.
Dari grup itu, beredar pesan agar semua teman, keluarga hingga pejabat pemerintahan mengambil sikap untuk memastikan keselamatan mereka.
Sumber : Al-Jazeera ,Republika,kumparan