Qday Annisa

Qday Annisa Peternakan kambing, menjual segala produk olahan kambing seperti susu,daging dan Kotoran kambing sebagai bahan pupuk organik Khawatir jika ASI merembes?

Katakan selamat tinggal pada pembalut sekali pakai.....
Mom tidak perlu lagi menghabiskan banyak uang untuk pembalut sekali pakai yang berakhir di pembuangan setiap bulan karena ada cara yang lebih baik dan lebih sehat. Memperkenalkan ...
GG menstrual pad didesign senyaman mungkin bagi Anda wanita Indonesia yang perduli terhadap kesehatan dan lingkungan. Lapisan dalam terbuat dari microfleece. "Hi

ghly breathable", lembut, cepat kering. Lapisan luar terbuat dari Polyurethane Laminate (0,8 mil) atau PUL originally developed untuk kebutuhan medis, lembut, lentur, waterproof namun tetap breathable. Rembesan ASI dapat menyebabkan payudara lembab, yang mengundang bakteri dan jamur pada permukaan kulit. Sangat tidak nyaman bagi bunda dan tidak sehat untuk bayi. GG mengerti kebutuhan bunda dengan menghadirkan washable breastpad yang berdaya serap tinggi. Menggunakan material yang sama dengan popok kain, memiliki keunggulan :
1. Stay dry dan lembut
2. Daya tampung tinggi (45cc/pair) *setara dg breastpad dispo terkenal
3. Absolutely waterproof

Spek material :
Outer : Polyester PUL
Bahan penyerap : Microfiber FBZ T360
Inner : Microfleece
Diameter : ± 12cm
Daya Serap : 45cc/pair

Terbaru dari geegallery, GG T-Dipe, merupakan 2 in 1 product yang berfungsi sebagai training pant (9-20kg) dan pull up diapers (8-18kg). Solusi untuk batita yg aktif bergerak, fit and trim. Lapisan luar : Polyester Polyuretane Laminated (PUL)

Lapisan dalam : Microfleece

Bahan Penyerap :
- Stay Dry Insert : 3ply Microfiber FBZ T360 + 1ply microfleece (220cc)
- Training Pad : 1ply Microfiber FBZ T360 (65cc)

Adjusble :
- Leg : Snap (S-XL)
- Waist : tab with 2 coloum snap

Asal : 100% Indonesia

MAMA NGGAK BOLEH KERJA!”Mama masih libur, kan?” tanya Asha saat membuka mata dan melihat mamanya sudah rapi memakai baju...
15/03/2016

MAMA NGGAK BOLEH KERJA!

”Mama masih libur, kan?” tanya Asha saat membuka mata dan melihat mamanya sudah rapi memakai baju kerja. ”Hari ini Mama sudah mulai masuk kerja, Sayang, ” jawab Mutia. ”Mama nggak boleh pergi! Mama di rumah saja!” teriak Asha. ”Waduh, bisa panjang urusan ini. Padahal hari ini aku sudah mulai mausk kerja setelah libur panjang Lebaran,” kata Mutia dalam hati. Mutia berpikir keras dan akhirnya menemukan jawaban yang menurutnya sangat tepat, ”Mama bekerja supaya bisa membeli susu dan mainan Asha.” Namun tanggapan Asha ternyata sangat mengagetkan. ”Aku nggak mau susu! Aku nggak mau mainan! Aku maunya ditemani, Mama!” kata Asha menangis. Mutia kehilangan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan pada putrinya bahwa masalahnya tidak sesederhana itu.

JANGAN KERJA

Hati siapa yang tak merasa bersalah, bila anak menangis minta ditemani, sementara tuntutan pekerjaan mengharuskan Ibu berangkat pagi? Hal itu menunjukkan bahwa anak merasa tidak nyaman saat ditinggal ibu. Menurut psikolog Lara Fridani M. Psych, ketidaknyamanan ataupun kecemasan yang timbul pada anak usia 3 tahun saat ditinggal ibunya adalah hal yang wajar. Ini merupakan salah satu indikator bahwa telah terjadi bonding atau ikatan anak pada ibunya. Kesulitan anak untuk berpisah dengan ibu, merupakan proses yang biasa dialami anak dalam perkembangannya. Umumnya, anak yang biasanya diasuh orangtua sendiri, atau cenderung dimanjakan, akan mengalami kesulitan berpisah dengan orang tuanya. Perilaku tersebut akan berubah atau tidak, tergantung dari pola asuh yang dilakukan orang tua pada anak.

KUATKAN HATI

Mendengar suara tangis anak saat kita hendak pergi, pasti menyayat hati. Tapi, apakah kita harus lemah dan selalu menunda kepergian karena tangisannya? Lebih baik kuatkan hati, kemudian atur strategi untuk mencari cara supaya anak ”ikhlas” melepas kepergian kita. Beberapa tip supaya anak rela melepas kepergian:

1. Terimalah perasaannya. Akuilah dan dukung perasaannya, tapi jangan dukung perilakunya. Dia membutuhkan pengertian dan kesabaran untuk menghadapi ”perpisahan” dengan orangtua.

2. Pergi untuk kembali. Jelaskan kepada anak alasan kepergian anda, dan yakinkan dia bahwa Anda akan kembali lagi padanya. Karena pemahaman anak usia dini pada konsep waktu sangat terbatas, maka bantulah dengan mengaitkan dengan aktivitas yang biasa dia lakukan. Misalnya, ”Mama akan kembali, setelah kamu menyelesaikan makan soremu.”

3. Segera pergi, setelah Anda mengucapkan selamat tinggal kepada anak. Jangan berjalan hilir mudik di sekitarnya atau menengok-nengok terus ke belakang dengan penuh rasa kekhawatiran. Kuatkan hati, maju terus ke depan dan jangan berbalik ke belakang.

4. Sibukkan anak dengan aktivitas kesukaannya setelah Anda pergi,. Meskipun dia akan menangis histeris saat anda berangkat, namun tangisnya tidak akan bertahan lama dan dia segera larut dalam keasyikan bermain.

5. Cobalah untuk meninggalkan barang kepunyaan anda yang nyata, seperti foto diri, kartu, kain, atau selimut, untuk membantunya menghadapi ketidakhadiran anda.

5. Hilangkan kecemasan anda dengan menelepon ke rumah, sehingga mengetahui keadaan anak. Anak juga merasa tenang karena mendengar suara Anda, meskipun hanya di telepon.

Meski berat ketika hendak pergi meninggalkan si kecil, Anda harus menguatkan hati saat melakukannya. Sebab itu adalah sebuah pelajaran hidup berharga bagi anak untuk melatih kemandirian dan kesabarannya. Jadi, jangan bimbang, percayalah bahwa Anda melakukan hal yang benar.

sumber: www.parentsguide.co.id

04/03/2016

Mengatasi Masalah Payudara Agar Siap Menyusui

Moms, Selain perut, payudara merupakan bagian tubuh yang berubah selama kehamilan. Jangan heran jika payudara Mama membesar. Hal itu menandakan Mama siap untuk memproduksi ASI bagi si kecil. Namun, ada beberapa permasalahan payudara yang Mama alami dan menimbulkan kekhawatiran kelancaran menyusui. Mama bisa mengatasi masalah payudara agar siap untuk menyusui.
Sebagian wanita menghadapi masalah puting yang tidak muncul atau bahkan masuk ke dalam payudara. Untuk mengatasi ini, Mama dapat menggunakan alat pemompa payudara. Tapi, lakukan ini ketika sudah dekat dengan hari kelahiran. Merangsang puting di awal kehamilan akan meningkatkan kontraksi di rahim. Ahli laktasi, Marianne Neifert mengatakan menggunakan pemompa payudara saat sudah menyusui juga membantu puting menonjol.

Jika puting Mama terlihat kecil, tak usah terlalu panik. Mama juga tidak perlu secara khusus membuat puting lebih besar agar mudah saat menyusui. Kulit puting akan membentuk jaringan tersendiri saat payudara memproduksi susu. Oleh karena itu, ketika ada tegangan atau paksaan justru akan merusak kulit dan membuat menyusui jadi tidak nyaman.

Pada saat trimester kedua, Mama akan menghadapi keadaan dimana puting Mama mengeluarkan cairan. Hal tersebut ternyata normal lo, Mam. Di minggu ke-16, payudara akan memproduksi kolostrum, ASI yang akan keluar pertama dan sangat baik untuk daya tahan tubuh bayi. Tak perlu khawatir juga bahwa Mama akan kekurangan kolsostrum. Payudara akan terus berproduksi hingga saat melahirkan nanti.
Ukuran payudara juga tidak memengaruhi produksi ASI. Berbagai penelitian menunjukkan, ukuran payudara tidak menentukan apakah seseorang memproduksi ASI yang banyak atau tidak. Namun, kelenjar susu yang memengaruhi produksinya. Selain itu, payudara Mama akan membesar seiring jalannya kehamilan. Tak perlu khawatir dengan payudara Mama yang berukuran kecil.

Kini, Mama sudah semakin siap untuk menyambut kelahiran si kecil. Cobalah mulai mengidentifikasi payudara Mama supaya paham mengenai cara mengatasi masalah payudara agar siap untuk menyusui. Jangan lupa untuk konsultasi kepada dokter ya, Mam.

www.tabloidnakita.com

Address

Padang

Opening Hours

Monday 09:00 - 18:00
Tuesday 09:00 - 18:00
Wednesday 09:00 - 18:00
Thursday 09:00 - 18:00
Friday 09:00 - 18:00
Saturday 09:00 - 18:00
Sunday 09:00 - 18:00

Telephone

+6285365481497

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Qday Annisa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Qday Annisa:

Share