21/09/2019
Simlamba sekilas tentang
H. Harun Achmad bin Achmad
Perguruan Silat Sin Lam Ba Pusat
Berbicara tentang Sin Lam Ba tidaklah lengkap jika tidak menyebut alm. H. Harun Achmad bin Achmad. Sebab beliau orang yang pertama memprakarsai pendirian nama Sin Lam Ba secara organisasi & modern. alm. H. Harun Achmad bin Achmad merupakan seorang pejuang (Pahlawan) dari Divisi Siliwangi yang bertempat tinggal di daerah Betawi. Beliau pertama kali belajar kepada kakak iparnya yakni Pak Toha bin Sieng sekitar tahun 1950. Dan baru sekitar tahun 1953 beliau diberi wewenang/diijazahkan oleh Pak Toha bin Sieng di Tebet-Jakarta Selatan untuk mengembangkan ilmu Sin Lam Ba. Pertama kali beliau mengembangtkan Sin Lam Ba di derah Bungur Kemayoran-Jakarta Pusat.
Awal mula tempat tinggal beliau di daerah Tebet Timur-Jakarta Selatan, kemudian beliau pindah tempat tinggal ke daerah Bungur Kemayoran-Jakarta Pusat. Murid angkatan pertama beliau antara lain: Tengku Syarial (pendiri Karateka “Black Panther”), alm. Gondo Suwandito (pendiri PPS. Panca Daya-Depok yg dulu pemimpin PS Sin Lam Ba cabang Depok). Semenjak itu Sin Lam Ba berkembang di dearah Senen, Bungur, Utan Panjang, Kemayoran dan Galur-Jakarta Pusat.
Setelah Sin Lam Ba berkembang di daerah Jakarta Pusat, beliau pindah kemabali ke daerah Kebon Baru-Tebet Jakarta Selatan.
Diantara keluarganya beliau paling terakhir belajar kepada Pak Toha bin Sieng (kakak iparnya) yakni antara lain:
Pak Mugeni Achmad bin Achmad/Cang Mug (kakak ipar Pak Toha bin Sieng)
Ibu Hj. Dawiya Achmad binti Achmad/Nyak Iye (isteri Pak Toha bin Sieng)
Pak Sarbini Achmad bin Achmad/Cang Nini (Kakak kandung H. Harun Achmad)
Ibu Hj. Tasuro Achmad bin Achmad (adik kandung H. Harun Achmad)
Ibu Hj. Tasiya Achmad bin Achmad (adik kandung H. Harun Achmad)
Pak H. Abdul Rauf Achmad bin Achmad/Cang Rauf (adik paling bungsu H. Harun Achmad/Ketua Dewan Perawat/Guru Besar Sin Lam Ba Periode Tahun 1999-sekarang)
Alm. H. Harun Achmad tidak mempelajari secara mendalam pelajaran silat fisiknya dari alm. Pa Toha bin Sieng namun beliau dgn segala kemantapan ke-imanan & kearifannya memperdalam/menyerap ilmu pelajaran “Tenaga Dalam” dari Pa Toha bin Sieng. Pada sekitar tahun 1980-an, para alim ulama di Tebet dan tokoh-tokoh Sin Lam Ba berkumpul di kediaman H. Harun Achmad di Kebon Baru-Tebet. Atas saran Ust. Mahmud bin Fulan yang juga murid dari Pak Toha bin Sieng nama Sin Lam Ba (huruf Hijaiyah), yg tadinya artinya Saudara Lahir Batin, diperhalus artinya menjadi Sin bermakna Sa’adah (bahagia), Lam bermakna Lathief (lemah-lembut), Ba bermakna Barokah (Kebaikan/keberkahan). Atas mufakat para alim ulama Betawi dan tokoh-tokoh Sin Lam Ba, maka disepakati makna/arti Sin Lam Ba (huruf hijaiyah) yang sesungguhnya adalah Sa’adah Latifah Barokah. Semenjak itu Sin Lam Ba diidentikkan menjadi perguruan silat yang bermisi Syiar Dakwah Islam yang memperiotaskan menjaga Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Dan resminya secara organisasi, Perguruan Silat Sin Lam Ba telah bergabung dalam wadah IPSI sejak tahun 1984.