25/08/2026
Forum diskusi: sebaiknya di Heat treatment atau enggak? proses pembuatan pedang Rapier dari komponen ranjang antik peninggalan Belanda.
Saya sangat terbuka dengan berbagai saran atau mas**an. itu sebabnya, sebelum melakukan eksekusi terhadap sebuah pekerjaan yang saya anggap beresiko, saya selalu membuka forum diskusi terlebih dulu. barangkali dengan melakukan diskusi terbuka, bisa didapatkan informasi penting dari sahabat medsos sehingga saya bisa meminimalisir kerugian. Sebelum saya memulai pengolahan terhadap baja komponen ranjang antik peninggalan VOC ini untuk dijadikan pedang Rapier, saya sudah pernah melakukan pengolahan mandiri terhadap beberapa koleksi baja modern milik saya pribadi. mulai dari baja Dmo5 Germany (tulisan Germany-nya pun masih utuh lho π), Dmo5 Kinkelder Holland yang konon katanya rajanya baja di kelas Dmo5 (64 HRC), sampai baja M-42 yang konon merupakan kasta tertinggi di kelas baja modern karena mengandung Cobalt sehingga kekerasannya tembus di level 66 HRC. Tujuannya selain untuk persiapan jika sewaktu-waktu diminta menyembelih hewan qurban, sekaligus juga untuk merasakan langsung bagaimana kerasnya baja modern yang sering digaungkan di berbagai media. Koleksi golok sembelih saya dari berbagai jenis baja modern sudah lumayan banyak, mulai dari D2, Dmo5, Dmo6, dan terakhir, baja M-42 yang katanya super langka. dari pengalaman ini saya bisa merasakan seperti apa kerasnya baja di atas 60 HRC. (FYI, golok dari bahan per mobil yang terkeras cuma di kisaran 52 HRC)
Jadi, ketika saya membuat bevel pada besi ranjang peninggalan Belanda ini, saya sudah punya pengalaman pembanding. baja dari ranjang VOC ini relatif sama kerasnya dengan kekerasan baja modern. jauh lebih keras dibandingkan baja per mobil yang biasa saya olah menjadi busur Crossbow Al Jazari, atau golok per mobil Jeep Willys yg katanya paling keras di jajaran per mobil. untuk proses bevel pedang saja, saya menghabiskan waktu berhari-hari. besi ranjang tua ini sudah menyebabkan mesin panas, melibatkan 3 alat kerja sekaligus secara bergantian, mulai dari belt grinder, gerinda duduk, sampai gerinda tangan. dari sinilah muncul pertanyaan, apakah dengan kekerasan setingkat ini, masih diperlukan proses Hardening atau penyepuhan? bukankah pedang Rapier itu selain harus keras juga harus punya sifat elastis? saya merasa takjub dengan kemurnian dan kualitas baja di masa lalu. Baja dari ranjang antik ini benar-benar melelahkan saya, sekaligus memunculkan kekaguman. yang pasti, jika bahan ini sampai rusak, saya enggak punya gantinya, dan sangat kecil kemungkinannya untuk bisa punya lagi.