Al Jazari Daily

Al Jazari Daily i am back !!

26/08/2026

Unboxing paket Shaft Carbon 9 mm untuk pembuatan Arrow Crossbow, kiriman kawan dari luar negeri.

Bahkan sekelas Forwarder pun enggak mampu lagi membantu proses import Arrow Crossbow. solusinya ya kita harus mampu biki...
26/08/2026

Bahkan sekelas Forwarder pun enggak mampu lagi membantu proses import Arrow Crossbow. solusinya ya kita harus mampu bikin Arrow crossbow sendiri, atau cari koneksi penyelundup barang yang udah pakar, jika mampu dan ada πŸ˜„πŸ˜„

Forum diskusi: sebaiknya di Heat treatment atau enggak? proses pembuatan pedang Rapier dari komponen ranjang antik penin...
25/08/2026

Forum diskusi: sebaiknya di Heat treatment atau enggak? proses pembuatan pedang Rapier dari komponen ranjang antik peninggalan Belanda.

Saya sangat terbuka dengan berbagai saran atau mas**an. itu sebabnya, sebelum melakukan eksekusi terhadap sebuah pekerjaan yang saya anggap beresiko, saya selalu membuka forum diskusi terlebih dulu. barangkali dengan melakukan diskusi terbuka, bisa didapatkan informasi penting dari sahabat medsos sehingga saya bisa meminimalisir kerugian. Sebelum saya memulai pengolahan terhadap baja komponen ranjang antik peninggalan VOC ini untuk dijadikan pedang Rapier, saya sudah pernah melakukan pengolahan mandiri terhadap beberapa koleksi baja modern milik saya pribadi. mulai dari baja Dmo5 Germany (tulisan Germany-nya pun masih utuh lho 😁), Dmo5 Kinkelder Holland yang konon katanya rajanya baja di kelas Dmo5 (64 HRC), sampai baja M-42 yang konon merupakan kasta tertinggi di kelas baja modern karena mengandung Cobalt sehingga kekerasannya tembus di level 66 HRC. Tujuannya selain untuk persiapan jika sewaktu-waktu diminta menyembelih hewan qurban, sekaligus juga untuk merasakan langsung bagaimana kerasnya baja modern yang sering digaungkan di berbagai media. Koleksi golok sembelih saya dari berbagai jenis baja modern sudah lumayan banyak, mulai dari D2, Dmo5, Dmo6, dan terakhir, baja M-42 yang katanya super langka. dari pengalaman ini saya bisa merasakan seperti apa kerasnya baja di atas 60 HRC. (FYI, golok dari bahan per mobil yang terkeras cuma di kisaran 52 HRC)
Jadi, ketika saya membuat bevel pada besi ranjang peninggalan Belanda ini, saya sudah punya pengalaman pembanding. baja dari ranjang VOC ini relatif sama kerasnya dengan kekerasan baja modern. jauh lebih keras dibandingkan baja per mobil yang biasa saya olah menjadi busur Crossbow Al Jazari, atau golok per mobil Jeep Willys yg katanya paling keras di jajaran per mobil. untuk proses bevel pedang saja, saya menghabiskan waktu berhari-hari. besi ranjang tua ini sudah menyebabkan mesin panas, melibatkan 3 alat kerja sekaligus secara bergantian, mulai dari belt grinder, gerinda duduk, sampai gerinda tangan. dari sinilah muncul pertanyaan, apakah dengan kekerasan setingkat ini, masih diperlukan proses Hardening atau penyepuhan? bukankah pedang Rapier itu selain harus keras juga harus punya sifat elastis? saya merasa takjub dengan kemurnian dan kualitas baja di masa lalu. Baja dari ranjang antik ini benar-benar melelahkan saya, sekaligus memunculkan kekaguman. yang pasti, jika bahan ini sampai rusak, saya enggak punya gantinya, dan sangat kecil kemungkinannya untuk bisa punya lagi.

Ketika surat ijin import Arrow Crossbow saya justru dihambat oleh "Organisasi Panahan Setempat"Sudah beberapa bulan tera...
25/08/2026

Ketika surat ijin import Arrow Crossbow saya justru dihambat oleh "Organisasi Panahan Setempat"

Sudah beberapa bulan terakhir, bahkan hampir setahun, Arrow crossbow menghilang dari pasaran di Indonesia. toko tempat biasa saya berlangganan pun menyatakan sudah tidak sanggup lagi menyediakan Arrow crossbow. itu sebabnya sejak beberapa bulan terakhir saya memilih untuk diam, mengabaikan pertanyaan seputar crossbow dan tidak lagi melayani pemesanan crossbow. Ya gimana d**g, kan kalo ada yang order crossbow pasti dapat bonus Arrow crossbow 3 batang.
Saya pun akhirnya tertarik untuk mencoba mengimport sendiri arrow crossbow dari luar negeri beberapa bulan yang lalu. Yang ada dalam pikiran saya saat itu, jika arrow carbon untuk panahan aja bisa sangat bebas dijual dan tersedia melimpah di Indonesia, berarti barang semacam ini bukanlah barang yang diharamkan untuk diimpor.
Dan akhirnya, begitu barangnya sudah saya check out dan tiba di bea cukai Indonesia, disinilah masalahnya muncul, dan masalah inilah yang memahamkan saya tentang betapa ruwetnya peraturan import di negeri ini. Arrow siap pakai itu memiliki kode HS yang semisal dengan kode HS Shuttle c**k untuk olahraga bulu tangkis. barang semacam ini dikategorikan sebagai barang terlarang dan dibatasi (lartas ). jika di googling dan dicermati, kode HS yang diberlakukan di barang ini bukanlah karena barang ini bisa dijadikan senjata, tetapi karena kategori barang bersayap πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜„πŸ€­.
saya mendapatkan surat pemberitahuan dari Pos Indonesia untuk segera mengurus perijinan ke kepolisian agar barang ini bisa lolos dari bea cukai Indonesia dan dikirim ke alamat saya. setelah mencari informasi ke berbagai sumber termasuk konsultasi ke konsultan import Indonesia, akhirnya saya menghadap ke Baintelkam polri terdekat. tentunya sesudah melengkapi berbagai berkas yang diperlukan, mulai dari BPJS, NPWP, dan SKCK.
Sesudah saya menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan saya, pihak kepolisian menyatakan siap membantu dan tidak akan mempersulit penerbitan surat ijin import, dengan catatan, saya harus buatkan dulu surat rekomendasi dari "Organisasi Panahan Setempat". saya pun bergegas mencari informasi dan lokasi kepengurusan "Organisasi Panahan Setempat" yang dimaksud. sesudah melakukan pendekatan dan komunikasi intens ke pihak mereka, didapatkan fakta bahwa pemimpin dari "Organisasi Panahan Setempat" ini adalah manusia super sibuk yang lumayan "syulit" dan susaaaahhh banget untuk ditemui. tapi saya tetap terus meminta tolong kepada orang-orang dekat beliau di organisasi ini agar bisa bertemu dengan sang ketua. sampai akhirnya saya mendapatkan jawaban pahit dari orang terdekat ketua "Organisasi Panahan Setempat" ini via chat WhatsApp, bahwasanya sang ketua tidak bersedia membuatkan surat rekomendasi. saya pun menanyakan alasannya kenapa? mereka semua bungkam. sang ketua juga tidak bersedia memberikan penjelasan kenapa dia keberatan. jadi, penolakan ini benar-benar tanpa alasan yang jelas. benar-benar seperti sikap seorang pengecut. bagaimana mungkin orang dengan mentalitas seperti ini kok jadi ketua organisasi cabang olahraga?. heran.
akhirnya, pupus sudah harapan saya untuk jadi importir Arrow crossbow. saya sudah beberapa kali mencoba pre-order ke akun-akun di platform toko oren yang sok-sokan berani terima pemesanan Arrow crossbow carbon diameter 9 mm. dan semuanya nihil. sesudah 30 hari, uang saya pasti dikembalikan otomatis oleh sistem. artinya, sampai saat ini, enggak ada satupun orang Indonesia yang mampu melakukan impor Arrow crossbow. jadi, kalo ada yang ngaku-ngaku bisa terima pre-order Arrow crossbow, abaikan saja kawan.

25/08/2026

Pedang Rapier pertama saya

16/08/2026

jangan dikit-dikit nyuruh Ruqyah (ustadz Felix Siauw)

12/07/2026

usia pernikahan imam Ahmad bin Hambal

12/07/2026

usia imam Ahmad bin Hambal saat menikah dan perbedaan takdir manusia yang masih sulit diterima

10/07/2026

Penyebab sebagian orang enggak s**a nonton pertandingan bola (note: kasus kecurangan wasit saat laga Mesir vs Argentina hanyalah contoh kecil saja)

Address

Menggala

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Al Jazari Daily posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share