29/01/2016
SAKTIAWAN SINAGA.
Saktiawan Sinaga lahir di Medan, Sumatera Utara, 19 Februari 1982 adalah salah satu striker terbaik Indonesia yang dilahirkan oleh PSMS Medan.
Sakti - demikian dia biasa disapa - merupakan striker petarung. Dia tak gampang menyerah dan sangat rajin mencari bola. Dengan kata lain, Sakti bukan tipe striker yang menunggu bola. Satu lagi, selain kekuatan fisik dan stamina, Sakti juga memiliki tendangan keras serta sundulan yang mematikan. Dia tak kenal takut, meski harus berhadapan dengan pemain-pemain belakang mana pun.
Saat berusia 15 tahun, dia masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Generasi di kota Medan. Kemudian pada tahun 1999, Sakti pindah ke SSB lain di kota Medan, yakni SSB Sejati Pratama. Lewat aksinya yang piawai dalam bermain bola, Sakti direkrut PSMS Medan untuk membela tim junior klub tersebut.
Pada Liga Indonesia 1999/2000 Sakti sempat dijadikan pemain magang oleh pelatih Suimin Diharja di tim senior PSMS yang berlaga di Liga Indonesia walaupun pada musim itu dia tidak sekalipun diturunkan.Pada tahun 2000 Sakti pindah ke PSPS Pekanbaru dan di klub inilah karir profesionalnya dimulai.Sakti bertahan selama dua tahun, tepatnya 2000-2002. Tahun 2003 dia balik ke Sumatera Utara. Tanpa menunggu waktu lama, jasanya langsung dipakai oleh tim Traktor Kuning, PSDS Deli Serdang. Hanya setahun di Deli Serdang, Sakti kemudian berlabuh di Stadion Teladan Medan, yang tak lain adalah kandang PSMS. Bagi Sakti bergabung dengan PSMS Medan adalah mimpi yang menjadi kenyataan.
Penampilan debutnya di PSMS dimulai pada Piala Emas Bang Yos I pada Desember 2003 di Jakarta.Duetnya bersama striker bertubuh ceking asal Chili Christian Gonzalez tampil memukau sehingga membuat pelatih Sutan Harhara menggeser Heri Swandana yang tampil gemilang bersama PSMS di Divisi I Liga Indonesia ke bangku cadangan.Pada Liga Indonesia 2004 Sakti juga tampil menawan dengan mencetak gol demi gol yang membuat PSMS menduduki papan tengah Liga Indonesia.Penampilan gemilang ini membuat Sakti dipanggil memperkuat Tim PON SUMUT di ajang PON tahun 2000 dan Sakti sukses membawa Tim SUMUT melaju hingga Semifinal.
Sakti tampil gemilang pada Piala Emas Bang Yos II Februari 2005 dan Piala Emas Bang Yos III Desember 2005 dimana Sakti berhasil membawa PSMS menjadi Juara Piala Emas Bang Yos.Sakti membuktikan tetap tajam berduet dengan Christian Carrasco dan Alcidio Fleitas.
Puncak penampilan hebatnya bersama PSMS adalah ketika membawa PSMS menjadi Runner Up Liga Indonesia 2007/2008 stelah dikalahkan Sriwijaya FC di Final 1-3.penampilan yang dikenang adalah ketika di babak Semifinal Sakti menjadi penentu lolosnya PSMS ke Final setelah mengalahkan Persipura 5-4 dalam babak adu penalti.
Ketangguhannya di lini depan membuat Sakti sering dipanggil memperkuat timnas.Debutnya di Timnas dimulai pada Piala Tiger (AFF) Cup tahun 2004.Sakti bersama rekannya di PSMS Mahyadi Panggabean dipanggil oleh pelatih Peter Withe untuk bergabung dalam skuad Timnas.Sakti tampil mantap sebagai pelapis Ilham Jayakesuma dan Kurniawan Dwi Yulianto.Tahun 2005 dia masuk timnas U-23 yang berlaga di SEA Games dan tahun 2007 ikut membela panji-panji Merah Putih di ajang AFF Cup. Pelatih timnas senior 2011 Benny Dollo, memasukkan Sakti sebagai salah satu striker di ajang babak kualifikasi Piala Asia 2011. Hanya saja, Sakti belum diberi kesempatan untuk membuktikan diri. Benny lebih memilih Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Budi Sudarsono (Persib Bandung), dan Boas Solossa (Persipura Jayapura).
Setelah melanglang buana ke berbagai klub Sakti kembali ke PSMS pada 2012-2013 namun konflik yang melanda PSMS membuat Sakti kemudian pindah lagi ke PSS Sleman.Sakti kini kembali ke PSMS Medan dan menduduki jabatan Wakil Manajer Tim.
Saktiawan Sinaga mampu meneruskan tradisi PSMS melahirkan striker jempolan di Indonesia setelah Yusuf Siregar,Ipong Silalahi,Tumsila,Zulkarnaen Lubis,M.Siddik.Mameh Sudiono,Yusnick Adiputra,Ricky Yacob dan Suharto AD.