21/09/2021
Instagram
꧁🄰🅃 🅃🄰🅄🄱🄰🄷 : 79꧂
Ditulis olehIhsan Taufiq S. A. K .September 22, 2021Diposkan padaTafsir Al Qur'an, tafsir at taubahTag:at taubah 79
“(𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘 𝕞𝕦𝕟𝕒𝕗𝕚𝕜) 𝕪𝕒𝕚𝕥𝕦 𝕞𝕖𝕣𝕖𝕜𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕞𝕖𝕟𝕔𝕖𝕝𝕒 𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘-𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘 𝕓𝕖𝕣𝕚𝕞𝕒𝕟 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕞𝕖𝕞𝕓𝕖𝕣𝕚𝕜𝕒𝕟 𝕤𝕖𝕕𝕖𝕜𝕒𝕙 𝕕𝕖𝕟𝕘𝕒𝕟 𝕤𝕦𝕜𝕒𝕣𝕖𝕝𝕒 𝕕𝕒𝕟 𝕪𝕒𝕟𝕘 (𝕞𝕖𝕟𝕔𝕖𝕝𝕒) 𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘-𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕙𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕖𝕞𝕡𝕖𝕣𝕠𝕝𝕖𝕙 (𝕦𝕟𝕥𝕦𝕜 𝕕𝕚𝕤𝕖𝕕𝕖𝕜𝕒𝕙𝕜𝕒𝕟) 𝕤𝕖𝕜𝕒𝕕𝕒𝕣 𝕜𝕖𝕤𝕒𝕟𝕘𝕘𝕦𝕡𝕒𝕟𝕟𝕪𝕒, 𝕞𝕒𝕜𝕒 𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘-𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘 𝕞𝕦𝕟𝕒𝕗𝕚𝕜 𝕚𝕥𝕦 𝕞𝕖𝕟𝕘𝕙𝕚𝕟𝕒 𝕞𝕖𝕣𝕖𝕜𝕒. 𝕒𝕝𝕝𝕒𝕙 𝕒𝕜𝕒𝕟 𝕞𝕖𝕞𝕓𝕒𝕝𝕒𝕤 𝕡𝕖𝕟𝕘𝕙𝕚𝕟𝕒𝕒𝕟 𝕞𝕖𝕣𝕖𝕜𝕒, 𝕕𝕒𝕟 𝕞𝕖𝕣𝕖𝕜𝕒 𝕒𝕜𝕒𝕟 𝕞𝕖𝕟𝕕𝕒𝕡𝕒𝕥 𝕒𝕫𝕒𝕓 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕡𝕖𝕕𝕚𝕙.”
(𝕢𝕤. 𝕒𝕥-𝕥𝕒𝕦𝕓𝕒𝕙 𝟡: 𝕒𝕪𝕒𝕥 𝟟𝟡)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَلَّذِيْنَ يَلْمِزُوْنَ الْمُطَّوِّعِيْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى الصَّدَقٰتِ وَا لَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ اِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُوْنَ مِنْهُمْ ۗ سَخِرَ اللّٰهُ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ
allaziina yalmizuunal-muththowwi’iina minal-mu-miniina fish-shodaqooti wallaziina laa yajiduuna illaa juhdahum fa yaskhoruuna min-hum, sakhirollohu min-hum wa lahum ‘azaabun aliim
“(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan s**arela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 79)
Via Al-Qur’an Indonesia https://quran-id.com
tafsir ibnu katsir:
Apa yang disebutkan oleh ayat ini pun merupakan sebagian dari sifat orang-orang munafik. Tidak ada seorang pun yang luput dari celaan dan cemoohan mereka dalam semua keadaan, hingga orang-orang yang taat bersedakah pun tidak luput dari cercaan mereka. Jika ada seseorang dari mereka yang taat datang dengan membawa zakat yang banyak, maka orang-orang munafik mengatakan, “Ini pamer.” Jika seseorang datang dengan membawa zakat yang sedikit jumlahnya, maka mereka berkata, “Sesungguhnya Allah Mahakaya dari sedekah orang ini.” Imam Bukhari telah meriwayatkan bahwa telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Abun Nu’man Al-Basri, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Sulaiman, dari Abu Wail, dari Abu Mas’ud رضي الله عنه. yang mengatakan, “Ketika ayat mengenai zakat diturunkan, kami sedang mencari nafkah sebagai pengangkut barang (tukang pikul) pada punggung kami. Lalu datanglah seorang lelaki menyerahkan sedekahnya dalam jumlah yang banyak, maka mereka (orang-orang munafik) berkata, ‘Orang ini pamer.’ Kemudian datang p**a lelaki lain menyedekahkan satu sa’ makanan (yakni jumlah sedikit), maka mereka berkata, ‘Sesungguhnya Allah Mahakaya dari sedekah orang ini.’ Lalu turunlah firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. yang mengatakan: (Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela para pemberi zakat yang s**arela., hingga akhir ayat’.” Imam Muslim telah meriwayatkannya p**a di dalam kitab Sahih-nya melalui hadis Syu’bah dengan sanad yang sama. Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid Al- Jariri, dari Abus Salili yang mengatakan, “Ada seorang lelaki berdiri di tengah majelis kami di Baqi’, lalu ia berkata bahwa telah menceritakan kepadanya ayahnya atau pamannya, bahwa ia telah melihat Rasulullah ﷺ di Baqi’ ini mengucapkan sabdanya: ‘Barang siapa yang mengeluarkan suatu sedekah, maka aku akan membelanya karena sedekahnya itu kelak di hari kiamat’.” Perawi melanjutkan kisahnya, “Lalu aku melepaskan sebagian dari kain serbanku sekali atau dua kali lipatan dengan maksud akan menyedekahkannya. Tiba-tiba aku mengalami sesuatu yang biasa dialami oleh orang lain (pusing kepaia). maka aku mengikatkan kembali kain serbanku. Lalu aku melihat seorang lelaki yang belum pernah aku melihat seseorang di Baqi’ ini yang lebih hitam kulitnya, lebih kecil tubuhnya, dan lebih jelek tampangnya daripada lelaki itu. Ia datang dengan membawa seekor unta yang digiringnya, aku belum pernah melihat seekor unta di Baqi’ ini yang lebih bagus daripada untanya. Lalu lelaki itu berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah zakat?’ Rasul ﷺ menjawab, ‘Ya.’ Lelaki itu berkata.”Silakan ambil unta ini’.” Perawi melanjutkan kisahnya, “Lalu ada seorang lelaki (munafik) berkata, ‘Orang ini menyedekahkan unta itu. Demi Allah, unta itu lebih baik daripadanya.’ Perkataannya itu terdengar oleh Rasulullah ﷺ, maka beliau menjawab. Kamu dusta, bahkan orang ini jauh lebih baik daripada kamu dan unta itu sendiri.’ sebanyak tiga kali. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda lagi, ‘Celakalah bagi orang-orang yang mempunyai dua ratus ekor unta,” sebanyak tiga kali. Para sahabat bertanya, ‘Kecuali siapa, wahai Rasulullah?” Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Kecuali orang yang menyedekahkan hartanya seperti ini dan ini,” seraya menghimpunkan kedua telapak tangannya ke arah kanan dan ke arah kirinya. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Beruntunglah orang yang berzuhud dan bersusah payah yakni berzuhud dalam kehidupannya dan bersusah payah dalam ibadahnya.'” Sehubungan dengan ayat ini Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Abdur Rahman ibnu Auf datang dengan membawa empat puluh auqiyah emas kepada Rasulullah ﷺ, lalu datang p**a seorang lelaki dari kalangan Ansar dengan membawa satu sa’ makanan. Maka sebagian orang munafik berkata, “Demi Allah, tidaklah Abdur Rahman datang dengan membawa apa yang dibawanya itu melainkan hanya pamer semata-mata.” Mereka mengatakan p**a, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya benar-benar tidak memerlukan satu sa’ itu.” Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, sesungguhnya di suatu hari Rasulullah ﷺ keluar menjumpai orang-orang, lalu beliau menyerukan agar mereka mengumpulkan sedekah mereka. Maka orang-orang mengumpulkan zakatnya. Kemudian di penghujung mereka datanglah seorang lelaki dengan membawa satu sa’ buah kurma, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, ini satu sa’ buah kurma. Semalaman saya bekerja menimba air hingga saya memperoleh dua sa’ buah kurma. Lalu satu sa’ saya ambil, sedangkan satu sa’-nya lagi adalah yang sekarang ini yang saya datangkan kepadamu.” Lalu Rasulullah ﷺ memerintahkan agar buah kurma itu dikumpulkan bersama zakat lainnya. Melihat hal itu sejumlah lelaki dari kalangan orang-orang munafik mengejeknya, lalu berkata, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya benar-benar tidak memerlukan satu sa’ kurma, lalu apakah yang dapat diperbuat dengan satu sa’ buah kurmamu itu?” Lalu Abdur Rahman ibnu Auf berkata kepada Rasulullah ﷺ, “Apakah masih ada orang yang wajib sedekah?” Rasul ﷺ menjawab, “Tiada seorang pun yang tertinggal kecuali hanya engkau sendiri.” Lalu Abdur Rahman ibnu Auf berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai seratus auqiyah emas untuk sedekah.” Umar ibnu Khattab رضي الله عنه. (yang ada di tempat) berkata, “Apakah engkau gila (menyedekahkan sebanyak itu)?”Abdur Rahman menjawab, “Saya tidak gila.” Rasul ﷺ bersabda, “Apakah engkau rela memberikannya?” Abdurrahman Ibnu Auf menjawab “Ya Semua hartaku berjumlah delapan ribu. Yang empat ribu telah saya pinjamkan kepada Tuhan saya, sedangkan yang empat ribu lainnya saya pegang untuk saya sendiri.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Semoga Allah memberkati apa yang engkau pegang (simpan) dan apa yang engkau berikan (sedekahkan). Tetapi orang-orang munafik mencelanya dan mengatakan, “Demi Allah, tidak sekali-kali Abdur Rahman memberikan pemberiannya itu melainkan pamer,” padahal mereka dusta dalam tuduhannya itu. Sesungguhnya yang dilakukan oleh Abdur Rahman itu semata-mata hanyalah secara s**arela. Maka Allah menurunkan ayat yang membela dia dan temannya yang miskin tadi yang datang dengan membawa sedekah satu sa’ buah kurma. Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. berfirman di dalam Kitab-Nya: (Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan s**arela., hingga akhir ayat. Hal yang sama telah diriwayatkan p**a dari Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang. Ibnu Ishaq mengatakan bahwa di antara orang-orang mukmin yang mengeluarkan sedekahnya secara s**arela ialah Abdur Rahman ibnu Auf—ia menyedekahkan empat ribu dirham— dan Asim ibnu Addi, saudara lelaki Banil Ajlan. Kisahnya bermula ketika Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk bersedekah dan memerintahkannya. Maka Abdur Rahman ibnu Auf berdiri, lalu menyedekahkan empat ribu dirham. Lalu bangkit p**a Asim ibnu Addi, kemudian menyedekahkan seratus wasaq buah kurma. Tetapi orang-orang munafik mencela keduanya, mereka mengatakan, “Ini tiada lain hanyalah pamer.” Di antara mereka yang menyedekahkah hasil jerih payahnya ialah Abu Uqail. saudara lelaki Bani Anif Al-Arasyi teman sepakta Bani Amr ibnu Auf. Ia datang dengan membawa satu sa’ buah kurma, lalu menuangkannya ke dalam kump**an zakat. Maka orang-orang munafik menertawakannya, mereka berkata, “Sesungguhnya Allah benar-benar tidak memerlukan satu sa’ si Abu Uqail ini.” Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Talut ibnu Abbad, telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dari Amr ibnu Abu Salamah, dari ayahnya, dari Abu Hurairah رضي الله عنه. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya aku hendak mengirimkan suatu pas**an. Maka datanglah Abdur Rahman ibnu Auf, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai empat ribu dirham, dua ribu dirham di antaranya aku pinjamkan kepada Tuhanku, sedangkan yang dua ribu lainnya aku simpan buat anak-anakku.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Semoga Allah memberkatimu dalam apa yang engkau berikan, dan semoga Dia memberkahi apa yang engkau pegang. Kemudian ada seorang lelaki dari kalangan Ansar kerja semalaman, lalu ia memperoleh dua sa’ tamar dari upah kerjanya. Maka ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya telah memperoleh dua sa’ kurma. Satu sa’-nya saya pinjamkan kepada Tuhan saya, sedangkan satu sa’ lainnya untuk anak-anak saya.” Maka orang-orang munafik mencelanya, dan mereka mengatakan, “Tidak sekali-kali Abdur Rahman memberikan apa yang telah diberikannya, kecuali hanya pamer.” Lalu mereka mengatakan p**a, “Bukankah Allah dan Rasul-Nya tidak memerlukan kedua sa’ orang ini?” Maka Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. menurunkan firman-Nya: (Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan s**arela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka., hingga akhir ayat. Kemudian ia (Abu Bakar Al-Bazzar) meriwayatkannya p**a melalui Abu Kamil, dari Abu Awanah, dari Amr ibnu Abu Salamah, dari ayahnya secara mursal. Lalu ia berkata bahwa tidak ada seorang pun yang meng-isnad-kannya selain Talut. Imam Abu Ja’far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Hubab, dari Musa ibnu Ubaidah, telah menceritakan kepadaku Khalis ibnu Yasar, dari Ibnu Abu Aqil, dari ayahnya yang mengatakan bahwa semalaman ia bekerja menimba air dan dipanggul di atas punggungnya dengan imbalan dua sa’ kurma. Lalu ia memberikan satu sa’ darinya kepada keluarganya buat makan mereka, sedangkan satu sa’ lainnya ia datangkan ke hadapan Rasulullah ﷺ sebagai amal taqarrub. Ketika ia datang kepada Rasulullah dan menceritakan perihalnya, maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Kumpulkanlah bersama harta zakat lainnya.” Maka kaum munafik mengejeknya dan mengatakan, “Sesungguhnya Allah tidak memerlukan sedekah orang miskin ini.” Maka Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. menurunkan firman-Nya: (Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela para pemberi sedekah dengan s**arela., hingga akhir ayat berikutnya. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Tabrani melalui hadis Zaid ibnul Hubab dengan sanad yang sama. Imam Tabrani mengatakan bahwa nama asli Abu Aqil adalah Hubab. Sedangkan menurut pendapat yang lain, Abdur Rahman tersebut adalah Abdur Rahman ibnu Abdullah ibnu Sa’labah. Firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.:…maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu. Hal ini merupakan pembalasan yang setimpal sesuai dengan perbuatan mereka yang jahat itu dan penghinaan mereka terhadap kaum mukmin, karena sesungguhnya pembalasan itu disesuaikan dengan jenis amal perbuatannya. Maka Allah memberlakukan terhadap mereka hukuman orang yang menghina mereka dengan melalui kemenangan yang diraih oleh kaum mukmin di dunia, dan Allah telah menyediakan bagi orang-orang munafik kelak di hari kemudian azab yang pedih, sesuai dengan , amal perbuatan mereka itu.
tafsir jalalayn:
(Orang-orang) menjadi mubtada (yang mencela) menganggap aib (orang-orang yang dengan s**a rela) senang hati (memberi sedekah dari kalangan orang-orang mukmin, dan mencela orang-orang yang tidak memperoleh sekadar kesanggupannya) kemampuannya lalu mereka menyedekahkannya (maka orang-orang munafik itu menghina mereka) sedangkan khabar daripada mubtada tadi ialah (Allah akan membalas penghinaan mereka itu) artinya, Allah membalas penghinaannya (dan untuk mereka azab yang pedih).
tafsir muyassar:
Orang-orang munafik itu selain kikir, mereka juga selalu berusaha menyakiti orang-orang yang hendak bersedekah. Apabila orang kaya bersedekah dengan harta yang banyak, mereka mencelanya dan menganggap mereka riya. Dan apabila orang fakir yang bersedekah menurut kemampuannya, mereka mengejeknya sambil berkata: Apa yang bisa diharapkan dari sedekahmu itu? Sesungguhnya Allah akan membalas penghinaan orang-orang munafik itu, dan untuk mereka siksa yang sangat pedih dan hina.
Ditulis olehIhsan Taufiq S. A. K .September 22, 2021Diposkan padaTafsir Al Qur'an, tafsir at taubahTag:at taubah 79
Diterbitkan oleh Ihsan Taufiq S. A. K .
ketua umum yayasan Izzatul Qur'an Indonesia Lihat lebih banyak pos
“(𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘 𝕞𝕦𝕟𝕒𝕗𝕚𝕜) 𝕪𝕒𝕚𝕥𝕦 𝕞𝕖𝕣𝕖𝕜𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕞𝕖𝕟𝕔𝕖𝕝𝕒 𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘-𝕠𝕣𝕒𝕟𝕘 𝕓𝕖𝕣𝕚𝕞𝕒𝕟 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕞𝕖𝕞𝕓𝕖𝕣𝕚𝕜𝕒𝕟 𝕤𝕖𝕕𝕖𝕜𝕒...