Sulawesi BARAT PART II

Sulawesi BARAT PART II Sulawesi Barat, adalah propinsi pemekaran Sulawesi Selatan, berdasarkan UU No 26 Thn 2004, dengan ibukota Mamuju, wilayahnya meliputi, 5 kabupaten.

24/11/2015

Mama minta pulsa, nyusul papa minta saham,,, dan nantinya akan muncul lagi ANAK MINTA PROYEK..... Kacau btul Negri ini... Kalangan Atas aja udah kyak gitu, apalagi kalangan bawah,,,, waddau.... Lantai g' kan prnah brsih kalau sapu yg dipakai lbih kotor dri lantai krna orang2 yg ada ddlamnya s**a main kotor2,, hihihihiihhihihii

09/09/2015

Siapakah yang pantas jadi Bupati Mamuju, dan Gubernur Sulawesi Barat Nantinya....!!!!!!!!!!!

Jawaban kalian apa....!!

_____________

16/03/2015

Pesta demokrasi sudah tersa wlau puncaknya msih bulan Desember.. Pilih Bakal Calon Bupati Mamuju yg brpngalaman bersih jujur,, dan g' neko2... Irwan Pababari adalah sosok pemimpin yg baik di daerah kita,,, yg betul2 prhatikan masyarakatnya... Itulah mkanya sya nda masuk calon krna sya nda prhatikan Tanah kelahiranku sendiri dan pura2 baik di depan orang,, wkwkwk.. mdah2an calon yg lain g' ada yg sama seperti sya..

Ingat IP bakal jdi clon Bupati Mamuju,, semoga Pilkada tahun ini dimenangkan IP dan jadi Bupati kita nantinya... Amiiiin...

Koleksi batu cincin Tapalang... minat CV 082113037132
14/01/2015

Koleksi batu cincin Tapalang... minat CV 082113037132

jalan Alteri Mamuju Sulawesi Barat
03/10/2014

jalan Alteri Mamuju Sulawesi Barat

27/09/2014

Anggota Panja RUU Pilkada dari Fraksi PKB, Abdul Malik Haramain mengatakan, fraksinya konsisten menginginkan pemilihan kepala daerah, mulai gubernur hingga bupati dan wali kota digelar secara langsung dan serentak.

Menurut Malik, ada beberapa dampak terburuk yang akan terjadi jika pilkada dilakukan secara tidak langsung atau dilakukan pihak DPRD.

Pertama, model pemilihan kepala daerah yang dilakukan oleh para anggota DPRD akan mulahirkan sistem kekuasaan oligarki atau sistem pemerintahan yang kekuasaan politiknya dikendalikan oleh sekelompok elit kecil dari masyarakat. Dalam hal ini oligarki tersebut adalah DPRD.

"Menurut saya pasti nanti akan terjadi sistem oligarki," kata Malik di Komisi II Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2014).

Dampak buruk lainnya dari pilkada melalui DPRD, yakni rakyat dipastikan tidak mengenal dan mengerti tentang kepala daerah yang akan memimpinnya. "Tahu-tahu rakyat kita cuma tahu si calon tertentu jadi kepala daerahnya," ujarnya.

Kedua, mekanisme pilkada di DPRD menumbuhkan praktik politik uang yang lebih besar. Sebab, si calon kepala daerah tidak perlu lagi bersusah payah menemui, berkampanye dan meneriakkan harapan atau janji-janjinya kepada rakyat

"Mereka cukup memberikan harapan kepada DPRD. Bahkan, itu tidak perlu, karena cukup dengan (uang,-red) cash itu selesai. Itu pasti karena oligarki. Orang yang punya duit, meskipun dia penjahat bisa jadi kepala daerah. Tapi, kalau melalui rakyat, orang yang punya duit belum tentu menang dan jadi," tegas Malik.

Menurut Malik, praktik politik uang justru 'makin menjadi' jika pilkada dilakukan di DPRD.

"Memangnya kalau di DPRD tidak money politic? Nantinya, itu justru jauh lebih sistematis. Jadi, sama-sama tidak menghilangkan money politics. Lebih baik pilkada diserahkan ke rakyat sehingga rakyat bisa tahu dan bisa kenal dengan calonnya. Bagaimana kalau lewat DPR? Sudah pasti rakyat tidak tahu. Selain itu, mereka (anggota DPRD) harus menjalankan instruksi partainya, kalau tidak pasti dipecat," ujarnya.

Bagi Malik, pilkada melalui pemilihan langsung oleh rakyat 'lebih menjamin' sang kepala daerah terpilih dibandingkan melalui model pilkada di DPRD.

Malik mempunyai alasan yang bisa mematahkan sejumlah alasan pihak fraksi parpol koalisi Koalisi Merah Putih (KMP) yang berkeras ingin pilkada dilakukan lewat mekanisme pemilihan di DPRD.

Menurutnya, adalah tidak benar alasan perlunya pilkada melalui pemilihan di DPRD karena model pilkada secara langsung yang merupakan buah reformasi dan dimulai sejak 2004 kerap terjadi pelanggaran politik uang secara terstruktur, sistematis dan kerap terjadi kerusuhan pasca-pemilihan.

Sebab, tidak semua pilkada secara langsung yang telah diselenggarakan menimbulkan kerusuhan. "Pilkada di Banyuwangi dan Bandung terbilang bagus, nggak rusuh," kata Malik.

Sepengetahuan Malik, tidak ada proses pilkada secara langsung yang telah diselenggarakan sebelumnya terjadi hingga saling bunuh antar-pendukung.

"Kalau alasannya rusuh, dari 34 pilkada gubernur dan 500-an pilkada kabupaten/kota, pilkadanya yang rusuh tidak sampai 10 persen kok. Seperti Palembang. Itu pun rusuhnya karena polisi lelet. Selain itu, nggak ada lagi kan," imbuhnya.

Menurut Malik, yang paling berat kalau pilkada dilakukan oleh DPRD, maka DPR dan pemerintah akan kesulitan saat ingin mengembalikan sistem pilkada ke tangan rakyat. "Kalau memang ada masalah dan gejolak politik, itu biasa. Biasa lah trial and error," imbuhnya.

Sementara itu, Malik pun punya solusi atas adanya mobilisasi pejabat birokrat atau PNS yang dilakukan oleh calon petahana atau incumbent dalam pilkada langsung.

Ia mengaku, fraksi telah memasukkan poin ke dalam RUU Pilkada tentang batas waktu pencalonan keluarga petahana. "Jadi, keluarga incumbent jangan mencalonkan dulu sebelum selesai satu periode. Karena kami sadar, mobilisasi PNS dan membuat tidak netral itu calon incumbent, bukan new comer. Lagipula sekarang banyak yang incumbent kalah, KO. Tapi kalau pilkada lewat DPRD, sudah pasti bisa ditebak siapa yang menang," ujarnya.

23/09/2014

gimana kunjungan kalian di Sul bar ... ada pngalaman mnarik g'...

Gubernur Bangga Orang Asing Ikut 'Sandeq Race'Minggu , 21 Sep 2014 20:09 WIB Gubernur Sulawesi Barat mengaku bangga kare...
22/09/2014

Gubernur Bangga Orang Asing Ikut 'Sandeq Race'
Minggu , 21 Sep 2014 20:09 WIB

Gubernur Sulawesi Barat mengaku bangga karena terdapat orang asing mengikuti lomba perahu tradisional "Sandeq Race" yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-10 Sulbar yang jatuh pada 22 September 2014.

"Pemerintah di Sulbar bangga karena terdapat orang asing dari negara Prancis dan Kroasia merasakan dan ikut lomba 'Sandeq Race' yang digelar memperingati HUT ke-10 Sulbar," kata Gubernur Sulbar saat menerima peserta sandeq race di rumah adat Mamuju, Sabtu.

Ia mengatakan, orang asing yang ikut lomba "Sandeq Race" tanpa diajak pemerintah tetapi mereka ingin mengetahui secara sendiri-sendiri mengenai kekayaan maritim masyarakat Sulbar.

"Mereka penasaran dengan kekayaan maritim Sulbar seperti perahu Sandeq yang diperlombakan ini, makanya mereka datang ke Indonesia dan ikut lomba 'Sandeq Race' di Sulbar," katanya.

Menurut Gubernur, orang asing yang ikut lomba perahu Sandeq mengakui keberanian pelaut Sulbar karena dengan kapal yang tidak begitu besar mampu melakukan perjalanan jauh.

"Inilah kekayaan maritim kita yang membuat bangga, dan ini harus terus diperkenalkan sebagai kekayaan bahari Sulbar, dipentas nasional, agar mampu menjadi ajang nasional," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah di Sulbar akan terus mengembangkan lomba perahu sandeq tersebut agar Sulbar juga terus dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya maritim.

Lomba sandeq race digelar selama 11 hari yakni dari 10 September sampai 20 September 2014 diikuti 24 peserta.

Lomba Sandeq Race yang menempuh rute pesisir pantai Sulawesi dibagi dalam tujuh etape diantaranya dari Makassar, Barru, Ujung Lero Kota Pare-Pare, Polewali, Majene, Sendana dan Mamuju. Far Kasil Saff Fals

Senin pagi JK akan mengikuti upacara perayaan ulang tahun Provinsi Sulawesi Barat yang ke-10 di lapangan Merdeka, kota M...
22/09/2014

Senin pagi JK akan mengikuti upacara perayaan ulang tahun Provinsi Sulawesi Barat yang ke-10 di lapangan Merdeka, kota Mamuju. Pada upacara tersebut juga hadir Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh dan Menteri Kordinator (Menko) Kesejahterahan Rakyat, Agung Laksono.

JK juga dijadwalkan menghadiri pameran pembangunan di Mamuju, dan meresmikan pembangunan jalan. Selain itu dijadwalkan JK bertemu dengan relawan Joko Widodo (Jokowi - JK). Far Kasil

Minggu, 07 September 2014 | 00:20EmailRute "Sandeq Race" Diubah untuk Kenalkan Budaya Sulbarilustrasi Sandeq Race di Sul...
22/09/2014

Minggu, 07 September 2014 | 00:20
Email
Rute "Sandeq Race" Diubah untuk Kenalkan Budaya Sulbar
ilustrasi Sandeq Race di Sulawesi Barat
ilustrasi Sandeq Race di Sulawesi Barat (sumber: Antara)

Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) merubah rute Sandeq Race dalam rangka memajukan Provinsi Sulawesi Barat dengan semakin memperkenalkan kekayaan budayanya.

Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu (6/9), mengatakan, pada tahun 2014 ini bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Sulbar, 22 September, akan digelar kembali Sandeq Race.

Ia mengatakan, perahu Sandeq merupakan perahu layar tradisional masyarakat Sulbar, perahu tersebut merupakan kekayaan budaya maritim yang dimiliki Sulbar.

Menurut dia, Sandeq Race akan diubah lintasannya, tidak seperti tahun sebelumnya dari Kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar menuju Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

"Tahun ini akan diubah, Sandeq Race akan dimulai dari Pantai Kota Makassar Provinsi Sulsel, menuju pantai Kota Mamuju," katanya.

Ia mengatakan, Sandeq Race akan digelar tersebut akan membutuhkan waktu selama 11 hari yakni dari 10 September sampai 20 September 2014.

Sandeq Race di pesisir pantai Sulawesi telah dibagi dalam tujuh etape diantaranya dari Makassar, Barru, Ujung Lero Kota Pare-Pare, Polewali, Majene, Sendana, dan Mamuju.

Gubernur mengatakan, dengan festival kebudayaan tersebut maka akan semakin memperkenalkan kekayaan budaya maritim Sulbar yang dapat mendorong pembangunan dari sektor budaya.

Sejumlah pedagang Souvenir kerajinan tangan meramaikan penyambutan lomba perahu tradisional Provinsi Sulawesi Barat "San...
22/09/2014

Sejumlah pedagang Souvenir kerajinan tangan meramaikan penyambutan lomba perahu tradisional Provinsi Sulawesi Barat "Sandeq Race" yang digelar memperingati HUT ke-10 Sulbar, 22 September 2014 di rumah adat Kabupaten Mamuju.

"Kami datang dari Kabupaten Majene menjajakan hasil kerajinan tangan kami pada acara menyambut peserta lomba Sandeq Race memperingati HUT Sulbar di Mamuju, karena kami yakin mendapatkan keuntungan lebih," kata Sukadin, pedagang souvenir yang tergabung dalam rumah seni Mandar di Mamuju, Sabtu.

Ia mengatakan, pemerintah di Sulbar telah menyediakan tempat pada acara penyambutan lomba Sandeq Race di rumah adat Kabupaten Mamuju, sehingga pedagang tidak kesulitan menjajakan dagangannya.

"Ini tempat yang cukup nyaman disediakan pemerintah, apalagi menyambut sandeq race, ribuan masyarakat datang berkunjung artinya kami akan dapat keuntungan lebih karena dagangan kami akan laku terjual," katanya.

Menurut dia, harga jual souvenirnya kepada masyarakat dinaikkan 20 persen dari harga penjualan di pasaran, karena permintaan masyarakat diyakini tinggi.

"Umumnya kerajinan tangan kami terbuat dari tempurung kelapa dalam, yang hasilnya dapat dibuat gantungan kunci, a***k rokok, lampu, patung burung, dan lainnya, yang sangat menarik karena cocok dan disesuaikan bentuknya dengan budaya Sulbar," katanya.

Ia mengatakan, selain di acara penyambutan Sandeq Race, hasil kerajinannya juga akan dijajakan di acara pameran pembangunan menyambut HUT Sulbar, dan acara pentas hiburan yang akan dihadiri raja dan ratu dandut Rhoma Irama serta Elvi Sukaesih.

Ardi pedagang souvenir dari Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju mengatakan dirinya juga memanfaatkan penyambutan sandeq race dengan menjanjakan sovenirnya yang terbuat dari bahan baku bambu.

"Kami menjajakan kerajinan tangan kami dari bambu terdiri dari tempat penutup nasi dari berbagai ukuran, karena tingginya pengunjung yang datang di acara sandeq race dan juga rangkaian acara peringatan HUT Sulbar lainnya," katanya.

Lomba sandeq race digelar selama 11 hari yakni dari 10 September sampai 20 September 2014 diikuti 24 peserta.

Lomba Sandeq Race yang menempuh rute pesisir pantai Sulawesi dibagi dalam tujuh etape diantaranya dari Makassar, Barru, Ujung Lero Kota Pare-Pare, Polewali, Majene, Sendana dan finish Mamuju.

KOMPLEX RUMAH ADAT MAMUJU
16/09/2014

KOMPLEX RUMAH ADAT MAMUJU

Address

Jln. Maccirinnae Mamuju
Mamuju
91511

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

082113037132

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sulawesi BARAT PART II posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sulawesi BARAT PART II:

Share