23/06/2020
Kita pernah alami saat-saat menurun, yang mewajibkan diri kita untuk berdiri di atas kaki sendiri, di pusat diri, sambil berupaya mengenali siapa diri kita yang sesungguhnya.
Ketika keluarga kita berantakan, ketika pekerjaan yang menentukan martabat diri kita menghilang, ketika orang-orang yang kita andalkan membelakangi diri kita; tak diragukan lagi perubahan cara pikir kita terhadap situasi itu adalah kunci untuk memperbaiki situasi.
Kita perlu sadari bahwa semua tantangan mengandung makna tersendiri. Dan, membuka diri terhadap pembelajaran dari tantangan-tantangan itulah yang akan membedakan keberhasilan dari pemberhentian.
Ada orang yang jatuh, saat bertemu situasi baru dan perubahan yang tidak menentu.
Ada orang yang justru bisa meningkatkan daya tahan saat hadapi perubahan.
Dan, ada juga orang yang mampu melewati badai ketidakpastian, sambil dia memperkuat daya tahan diri, menemukan kembali makna hidupnya, dan memperbaiki kualitas relasi dengan sekitarnya. Tidak jarang, pribadi seperti ini kemudian menemukan peluang-peluang baru dan mengalami pertumbuhan spiritual.
Ada banyak tokoh yang menjalani kisah hidup seperti itu. Misalnya Oprah Winfrey, Nelson Mandela, dan lainnya.
Mereka mampu jadikan kesulitan sebagai batu pijakan alih-alih batu penghalang.
Mereka mampu membalik trauma untuk mempercepat pertumbuhan diri.
Mereka bertumbuh setelah jatuh, makin bermakna p***a trauma.
Kita pasti punya kesempatan meniru proses belajar mereka.
Karenanya, ikutilah seminar online *"Light at the End of Tunnel"*,
Selasa 23 Juni 2020, jam 19.30-21.00 WIB.
Bersama narasumber kredibel, dr. Era Catur Prasetyo, Sp. KJ.
Jika Anda ingin hidupkan api optimisme untuk bertumbuh setelah jatuh. Mendaftarlah, *klik* ke: s.id/Yukhappy