29/06/2020
*Bekal Petualang Perempuan*
Banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika kamu punya rencana untuk mendaki. Biasanya meliputi cuaca, musim, curah hujan, waktu luang, & biaya. Satu hal penting yg juga wajib diperhatikan oleh para Pendaki Wanita adalah masalah terkait jadwal datang bulan (menstruasi). Nah gimana d**g kalau mendaki gunung saat haid? Simak tipsnya :⠀
⠀
1. Pertama tama kamu harus tahu tipe haid seperti apa yg biasa melandamu tiap bulannya. Kamu tipe wanita yg kalau lagi datang bulan itu trus sakit perut sampe gulung-gulung di kasur karna sakitnya ga ketulungan, (nangis). nah kalau kasusnya seperti itu kamu re-schedule jadwal pendakian deh. karena nanti pas uda nanjak & bawa gend**g keril yg berat, pasti mau jalan aja susah. selain menyiksa diri sendiri juga menyiksa kawan kan?⠀
⠀
Tipe lainnya yakni wanita yg mensnya standard aja, ya sakit sih tapi masih bisa ditahan atau nanti juga ilang-ilang sendiri. Kamu boleh deh menikmati perjalanan & yakin dengan dirimu sendiri.⠀
⠀
2. Jika memang sudah aman masalah kesehatan & yakin mau nanjak saat mens. pastikan bawa "gear menstruasi" lengkap! Pembalut banyakin, kantong kresek, dan juga tisu kering. Dan jagalah kebersihan tubuhmu agar terhindar dari bakteri.⠀
⠀
3. Minum multivitamin / suplemen dan pereda nyeri, jika saat jalan sakit melilit, atau kasih minyak kayu putih. Atau buat istirahat dulu hingga kondisi tubuh membaik, yang penting jangan sampai dehidrasi, banyakin mnum air putih.⠀
⠀
4. Pakailah dobel pembalut agar nyaman, dan nggak bolak-balik ganti ketika di gunung.⠀
⠀
5. JANGAN PERNAH BUANG PEMBALUT DI GUNUNG!! jelas bahwa larangan itu keras! kan sudah bawa kantong plastik, masukin situ & masukin ke keril pribadi, jangan dibuang di trashbag kelompok. Apalagi darahmu itu dapat memancing para hewan atau penghuni lainnya datang, atau temenmu bisa jijik.⠀
⠀
6. Hormati adat istiadat & pantangan di suatu gunung, kan ada beberapa gunung yg melarang wanita haid untuk nanja. Nah disini juga kamu dituntut untuk nggak egois, meskipun sebenarnya mitos atau pantangan bukanlah untuk dipercaya, tapi tetap kita harus menghormatinya. Dan tetap percaya sama pencipta semesta .