28/03/2026
MEMBENCI TANPA MEMBACA:
Menyibak Sejarah Syiah dan Khawarij.
Kita sering kali terlalu cepat menghakimi dan
menanam kebencian terhadap kelompok tertentu hanya bermodalkan label dan "katanya". Kata Syiah dan Khawarij kerap dilempar sebagai peluru untuk
menyerang sesama, namun jarang dari kita yang mau duduk tenang dan membuka lembaran sejarah tentang dari mana asal muasal mereka.
Jika kita melihat ke masa lalu dengan kepala dingin, kita akan menemukan fakta yang belum diketahui: perpecahan ini awalnya sama sekali bukan masalah agama atau niat mengubah syariat. Luka pertama ini lahir dari rahim politik.
Bermula dari pertanyaan
tentang siapa yang berhak memimpin umat setelah wang Nabi wafat. "Syi'atu Ali" di masa awalnya hanyalah barisan pendukung politik yang setia kepada Ali bin Abi Thalib. Di sisi lain, Khawarij lahir dari kekecewaan sebagian pengikut Ali yang menolak jalan damai saat
sebagian pengikut Ali yang menolak jalan damai saat Perang Siffin. Mereka keluar dari barisan, merasa paling benar sendiri, dan dengan mudah mengkafirkan saudara-saudara mereka yang berbeda pendapat.
Sejarah ini mengajarkan kita satu hal penting:
mencampuradukkan urusan kekuasaan manusia dengan dalih kesucian agama sering kali hanya melahirkan pertumpahan darah. Jangan biarkan ketidaktahuan membuat kita mewarisi kebencian dari konflik politik masa lalu.
Mari geser slide diatas, baca dengan pikiran terbuka, dan jadikan sejarah sebagai guru yang
mendewasakan jiwa.