Riungan Viking Alengka Tengah

Riungan Viking Alengka Tengah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Riungan Viking Alengka Tengah, Stadium, arena & sports venue, Majalengka.

13/12/2013

Empat Alasan Kenapa PERSIB Bisa Juara Musim Depan

Lama sudah PERSIB tak menjadi juara. Angkat trofi tertinggi liga sepak bola Indonesia bagi Maung Bandung terakhir kali terjadi pada 30 Juli 1995 saat era Liga Indonesia pertama kali digulirkan. Gol tunggal Sutiono Lamso ke gawang Petrokimia Putra yang dijaga Darryl Sinerine menjadi momen emas terakhir bagi publik Jawa Barat dan Bandung di kancah sepak bola Indonesia.
Tahun demi tahun berganti hingga hampir dua dasawarsa sudah PERSIB puasa gelar. Hanya piala turnamen pra musim dan persahabatan saja yang mampir ke Bandung. Salah satunya trofi Celebes Cup musim lalu yang diantarkan Djadjang Nurdjaman.
Kini, setidaknya ada empat tanda-tanda dahaga gelar PERSIB akan terobati. Ada beberapa hal yang membuat angkat trofi ke Bandung itu bisa saja terjadi.
Namun sebelum anda membaca satu persatu alasan nanti, sebaiknya anda pahami kalau ini hanya ulasan. Bau mitos, kebetulan dan mungkin Anda menganggap tendensius karena tertulis di web resmi PERSIB, itu semua hanyalah pelengkap. Sekali lagi, ini hanya ulasan. Pembuktian tetap lah ada di akhir musim depan.
Plus satu lagi sebelum melanjutkan ke halaman berikut, kesampingkan dulu apatisme terhadap sepak bola Indonesia yang akhir-akhir ini mulai menyeruak kembali. Setingan juara atau mafia sepak bola dan yang lain-lain, ada baiknya kita singkirkan dulu. Mari kita kembalikan ke lapangan.
Salam!
1. Terulangnya Liga Gabungan
Ada satu hal yang perlu digaris bawahi ketika PERSIB menjuarai Liga Indonesia I musim 1994-1995. Yakni, liga tersebut merupakan era liga baru yang merupakan gabungan dari Perserikatan dan Galatama.
Kini, liga yang akan bergulir juga merupakan gabungan. Liga yang banyak orang mulai menyebutnya dengan Liga Unifikasi ini adalah penyatuan dari Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL).
Kalau parameter ini yang membuat sejarah berulang, bisa saja PERSIB yang pertama menjuarai liga gabungan ini.
Namun, masih ada parameter yang bisa menjadi penghambat hipotesa ini. Sebelum menjadi juara untuk musim 1994-1995 itu, PERSIB merupakan merupkan juara dari kompetisi Perserikatan. Kali ini tidak.
Atau kalau dirunut dengan siklus 20 tahunan. PERSIB setidaknya masih butuh setahun lagi untuk menjadi juara. Who knows?
2. Dipertahankannya Djadjang Nurdjaman
Dipertahankannya pelatih yang karib disapa Djadjang Nurdjaman oleh manajemen merupakan modal bagi PERSIB untuk menapaki tangga podium juara nantinya.
Sebab, yang pertama, gelar juara seolah mengiringi kebersamaan Djadjang dengan PERSIB. Ya, pelatih yang biasa disapa Djanur ini lah asisten dari Indra Thohir saat Maung Bandung menjuarai Liga Indonesia I 1994-1995. Sementara semasa menjadi pemain Maung Bandung, tiga kali gelar juara Kompetisi Perserikatan pada 1986, 1989-1990 dan 1993-1994 mampu dibawa ke Bandung oleh pelatih kelahiran Majalengka ini.
Bahkan, pertandingan final menghadapi Perseman Manokwari di Stadion Utama Senayan (sekarang Gelora B**g Karno) diakuinya sebagai kenangan yang tak akan pernah ia lupakan semasa hidupnya. Kala itu, Djadjang merupakan pahlawan kemenangan PERSIB lewat gol tunggal yang dicetaknya pada menit ke-77.
Kalau kepercayaan manajemen pada Djadjang di musim pertamanya langsung dibalas dengan gelar Celebes Cup dan finis di peringkat musim lalu, bukan tak mungkin gelar juara liga lah yang akan datang pada musim ini.
Modal kedua adalah PERSIB saat menjuarai Liga Indonesia I kala itu mempertahankan pelatihnya. Indra Thohir di era Perserikatan tetap dipertahankan saat memasuki liga gabungan dengan Galatama. Sama persis dengan kali ini. Djanur dipertahankan di era liga gabungan yang baru.
Selain itu, dipertahankannya Djadjang adalah mempertahankan kebersamaan di PERSIB yang sudah terjalin sejak musim lalu. Meski terlihat paling aktif di bursa transfer dengan mendatangkan setidaknya tujuh pemain baru, tapi itu hanyalah untuk menambal kelemahan dan menambah kekuatan. Djadjang tidak merombak total. Kebersamaan tetap ia jaga dari sekitar 60% pemain yang dipertahankan. Terutama pemain kuncinya dari skema serangan 4-2-3-1 miliknya macam Hariono, M Ridwan, Tony Sucipto, Supardi, Firman Utina.
Kalau kepercayaan manajemen pada Djadjang di musim pertamanya langsung dibalas dengan gelar Celebes Cup dan finish di empat besar musim lalu, bukan tak mungkin gelar juara akan diraih musim ini.
3. Tak Ada Intervensi Manajemen
Target juara adalah hal yang wajar dibebankan sebuah manajemen kepada timnya. Apalagi bagi tim yang haus juara sejak lama. Seperti manajemen PERSIB yang selalu menargetkan juara pada setiap musimnya. Itu bukan bentuk intervensi, tapi motivasi.
Sudah berkali-kali manajer Umuh Muhtar membantah kalau ada intervensi dari manajemen kepada timnya. Hal itu dibuktikannya dengan membebaskan Djadjang Nurdjaman untuk memilih sekaligus mendepak mana sekiranya pemain yang tidak sesuai dengan skemanya.
Anggaran dana belanja pemain pun disediakan untuk Djadjang agar ia merekrut pemain bermental juara. Bukan sekadar berlabel bintang.
Tak ada intervensi, Djadjang pun kini dengan leluasa bisa meramu timnya. Strateginya bisa lepas tanpa ada tekanan atau kendala dari manajemen. PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) juga menjamin tidak akan menghantui Djadjang dengan permasalahan khas sepakbola Indonesia saat ini. Yakni, tunggakan gaji.
Manajemen sehat, tak ada intervensi, dan Djadjang fokus ke tim. Juara, tunggu apalagi?
4. Peta Juara Liga Indonesia Yang Selalu Berganti
"Tak pernah ada klub yang mampu menjadi juara dua kali berturut-turut di liga Indonesia". Tak hanya fakta, kalimat tersebut adalah misteri yang belum juga terpecahkan sampai detik ini.
Sejak PERSIB menjadi juara musim 1994-1995, juara silih berganti tiap tahunnya. Tak ada satu pun klub yang mampu mempertahankan gelarnya. Termasuk era Indonesia Super League (ISL) yang dimulai musim 2008-2009 lalu.
Peluang itu kini ada bagi PERSIB. Berdasarkan misteri tadi, Persipura jelas sudah tercoret dari para perebut tahta. Kalau boleh mengerucutkan, mungkin tinggal Arema, Sriwijaya FC dan kuda hitam Persebaya Surabaya yang akan menjadi pesaing merebut juara Maung Bandung musim depan.
Tim bertabur bintang seperti Mitra Kukar memang boleh dimasukkan dari daftar pesaing. Tapi fakta yang ada dari daftar pemegang juara menyebutkan, tak ada satu pun klub asal Kalimantan yang pernah merasakan panggung utama pembagian trofi. Sudah 16 kali penyelenggaraan, trofi hanya berputar-putar di Jawa, Sumatera, Papua dan sekali hijrah di Sulawesi.
Hal lainnya, Persipura bisa kita jadikan patokan. Setelah Mutiara Hitam menjadi jawara, perebut trofi selalu berganti yakni Persik Kediri, Arema dan Sriwijaya. Dua dari pulau Jawa, satu Sumatra. Bahkan kalau anda percaya mitologi warna, bisa saja gelar juara tersebut mampir ke PERSIB kali ini. Warna ungu Persik, adalah campuran dari warna biru Arema dan kuning Sriwijaya. Biru dan Kuning adalah warna di logo PERSIB, klub yang jelas ada di Jawa. Klub Jawa dan warna biru juara setelah Persipura? Hmm kita lihat nanti.

07/11/2013

Persija Terancam Gugur Ikut
Kompetisi LSI 2014
TRIBUNNEWS.COM - Persija Jakarta
menjadi salah satu klub Liga
Super Indonesia (LSI) yang
terancam gugur dalam verifikasi
klub yang akan diberlakukan PSSI. Itu
terjadi jika manajemen Macan
kemayoran tidak mampu
memenuhi aspek finansial hingga
proses sortir dijalankan. Pihak Persija
tercatat belum
menyelesaikan pelunasan gaji
berkisar 3 hingga enam bulan.
Jumlah ini belum ditotalkan
dengan tunggakan yang terjadi
pada musim 2011-2012. CEO PT Liga
Indonesia Joko
Driyono menegaskan pihaknya
tidak akan mengikutsertaka n klub-
klub yang masih menunggak
gaji pemain pada kompetisi musim
2014. Ini menyangkut ketentuan
dari pihak Konfederasi Sepak Bola
Asia (AFC). "Klub-klub masih memiliki
tunggakan hingga proses
verifikasi dijalankan tidak bisa
ikut kompetisi musim depan. Ini
sesuai regulasi yang sudah kita
sepakati bersama. Dari sejumlah
aspek pendukung, yang paling
penting masalah infrastruktur
dan finansial," kata Joko.

02/11/2013

Berikut Kerangka Tim Musim
Mendatang
Penjaga Gawang
I Made Wirawan
Sahar Ginanjar
M. Natshir Fadhil Mahbubby
Lini Belakang
Supardi
Tony Sucipto
Jajang Sukmara
M. Agung Pribadi
Ahmad Jufriyanto
(Satu Pemain Tim Nasional Sudah
Deal Namun Belum Dapat
Disebutkan)
Lini Tengah
Atep
Firman Utina
M. Ridwan
M. Taufiq
Hariono
Makan Konate
Lini Depan
Sergio Van Dijk
Tantan
Sigit Hermawan
Ferdinand Sinaga
Djibril Coulibaly

kunjungan kang Djanur di SSB Mandala Majalengka,,,,
24/10/2013

kunjungan kang Djanur di SSB Mandala Majalengka,,,,

24/10/2013

bentar lagi pelatih persib akan hadir di lapangan bola KPU Majalengka,, acara nya coaching clinik di SSB Mandala Majalengka

19/10/2013

VIB (viking buaran)"
Dalam rangka Aniversary VIB yg ke
satu.VIB mengadakan acara sukuran
kecil2an,yg insya ﺍﻟﻠﻪ akan Θĭ
selenggarakan pada hari sabtu malam
minggu,pada tanggal 19-10-2013.jam
20:00wib,turut mengundang:
-VCT(viking cirebon timur)
-korwil2 Θĭ daerah cirebon timur.
bertema "Tetap tegak berdiri
mendukung ƤƸƦƧǃƁ bandung meski
Θĭ tanah kelahiran kami Θĭ kucilkan"
Terbuka untuk umum,jabat erat
tangan qta untuk mendukung ƤƸƦƧǃƁ
bandung.minta dukungan serta doa
Πўǟª,supaya acara ini lancar
(aminnnnnn

Info:089603351933(ashari)

24/07/2013

NAMA-NAMA BUPATI MAJA (MADJA-LENGKA/ MADJA L N KO) sekarang "MAJALENGKA"
1. RT. Dendranegara 1819 - 1848
2. RAA. Kartadiningrat 1848 - 1857
3. RAA. Bahudenda 1857 - 1863

4. RAA. Supradningrat 1863 - 1883
5. RAA. Supriadipraja 1883 - 1885
6. RMA. Supraadiningrat 1885 - 1902
7. RA. Sastrabahu 1902 - 1922
8. RMA. Suriatanudibrata 1922 - 1944
9. RA. Umar Said 1944 - 1945
10. R. Enoch 1945 - 1947
11. R.H. Hamid 1947 - 1948
12. R. Sulaeman Nata Amijaya 1948 - 1949
13. M. Chavil 1949
14. RM. Nuratmadibrata 1949 - 1957
15. H. Aziz Halim 1957 - 1960
16. H. RA. Sutisna 1960 - 1966
17. R. Saleh Sediana 1966 - 1978
18. H. Moch. S. Paindra 1978 - 1983
19. H. RE. Djaelani, SH. 1983 - 1988
20. Drs. H. Moch. Djufri Pringadi 1988 - 1993
21. Drs. H. Adam Hidayat, SH., M.Si 1993 - 1998
22. Hj. Tutty Hayati Anwar, SH., M.Si 1998 - 2008
23. H. SUTRISNO, SE., M.Si 1998 - 2013
24. WHO WILL LEAD THE NEXT MAJALENGKA....??????

22/06/2013

Merapatt lurd,,n0bar di majalengka.
Persijablay vs PERSIB
.T

08/01/2013

Jadwal Pertandingan
Persib Bandung Pada ISL 2012-2013 :
Pertandingan Ke- Tanggal Pertandingan Skor
1 MINGGU 13-Jan-13 Persib VS Persipura
2 KAMIS 17-Jan-13 Persib VS Persiwa
3 KAMIS 31-Jan-13 Persiram Vs Persib
4 SENIN 4-Feb-13 Persidafon Vs Persib
5 SABTU 9-Feb-13 Persib Vs Persiba
6 RABU 13-Feb-13 Persib Vs Barito Putra
7 MINGGU 17-Feb-13 Persisam Vs Persib
8 KAMIS 21-Feb-13 Mitra Kukar Vs Persib
9 RABU 27-Feb-13 Persib Vs PSPS
10 MINGGU 3-Mar-13 Persib Persija
11 SABTU 9-Mar-13 Sriwijaya FC Vs Persib
12 RABU 13-Mar-13 Pelita Jaya Vs Persib
13 SABTU 16-Mar-13 Persib Vs Arema
14 SABTU 23-Mar-13 Persib Vs Gresik United
15 KAMIS 28-Mar-13 Persib Vs Persita
16 MINGGU 14-Apr-13 Persela Vs Persib
17 MINGGU 21-Apr-13 Persepam Mu Vs Persib
18 MINGGU 5-May-13 Persib Vs Persela
19 MINGGU 12-May-13 Persib Vs Persepam MU
20 SABTU 18-May-13 Persita Vs Persib
21 SABTU 25-May-13 Arema Vs Persib
22 RABU 29-May-13 Gresik United Vs Persib
23 SELASA 4-Jun-13 Persib Vs Pelita
24 SABTU 8-Jun-13 Persib Vs Sriwijaya FC
25 SABTU 15-Jun-13 Persija Vs Persib
26 SELASA 18-Jun-13 PSPS Vs Persib
27 MINGGU 23-Jun-13 Persib Vs Persib
28 SABTU 29-Jun-13 Persib Vs Mitrakukar
29 JUM'AT 26-Jul-13 Barito Putra Vs Persib
30 SELASA 30-Jul-13 Persiba Vs Persib
31 SELASA 20-Aug-13 Persib Vs Persidafon
32 SABTU 24-Aug-13 Persib Vs Persiram
33 SELASA 3-Sep-13 Persipura Vs Persib
34 SABTU 7-Sep-13 Persiwa Vs Persib

BY jendral Jurig Persib
CRETED BY VIKING ALENGKA TENGAH

08/01/2013
05/01/2013

tgl 13 mangkat lurd?

Address

Majalengka
45454

Telephone

087744111244

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Riungan Viking Alengka Tengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share