15/07/2025
📝 | Toeti Adhitama: Suara Lembut dari Layar Kaca yang Tak Pernah Terlupakan
Di era ketika hanya ada satu saluran televisi nasional, wajah dan suara seorang perempuan bersahaja begitu melekat dalam ingatan jutaan rakyat Indonesia.
Dialah Toeti Adhitama, sosok legendaris di balik program berita ikonik "Dunia Dalam Berita" yang setiap malam menemani keluarga Indonesia dari balik layar kaca .
Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 19 Februari 1935, Toeti—yang dalam beberapa penyebutan publik dikenal juga sebagai Tuti Aditama membuka jalan bagi perempuan Indonesia dalam dunia jurnalistik dan penyiaran.
Dengan pembawaan yang tenang, suara yang khas dan penuh wibawa, ia menjelma menjadi simbol kepercayaan informasi bagi masyarakat selama lebih dari satu dekade di layar TVRI.
Karier Toeti tak hanya bermula di Tanah Air. Ia sempat bekerja di Australia dan Voice of America, membekali dirinya dengan pengalaman internasional yang kemudian ia bawa pulang untuk memperkuat jurnalisme di dalam negeri.
Puncak kariernya di layar kaca tercapai saat menjadi penyiar utama TVRI dalam program “Dunia Dalam Berita” sejak pertengahan tahun 1970-an hingga akhir 1980-an.
Setiap pukul 21.00 WIB, masyarakat menunggu berita nasional dan internasional yang ia sampaikan dengan suara tenang dan penuh ketegasan.
Namun Toeti tak berhenti di dunia penyiaran saja. Ia juga aktif sebagai wartawan senior dan pemimpin redaksi. Bersama sejumlah rekan, ia mendirikan Majalah Eksekutif pada 1979 dan memimpin media tersebut selama 20 tahun.
Di masa reformasi, ia bergabung dalam Media Group dan menjadi bagian penting di Dewan Redaksi Media Indonesia serta Metro TV. Tak hanya memimpin, Toeti juga aktif menulis kolom hingga menjelang akhir hayatnya.
Dedikasinya terhadap dunia pers diakui secara nasional. Pada Hari Pers Nasional tahun 2010, ia dianugerahi Kartu Pers Nomor Satu, penghormatan tertinggi bagi insan pers senior Indonesia.
Toeti Adhitama tutup usia pada 22 Februari 2015 di Jakarta Selatan akibat infeksi saluran pernapasan, hanya berselang tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-80. Ia dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.
Meski telah tiada, warisan Toeti tetap hidup. Bagi generasi yang tumbuh di era 80-an, namanya adalah bagian dari kenangan masa kecil yang hangat: suara yang membawa kabar dunia, wajah bersahaja yang mengabarkan kebenaran, dan pribadi penuh keteladanan.
Kini, dalam era serba digital, nama Toeti Adhitama menjadi pengingat bahwa integritas dan ketulusan dalam menyampaikan berita adalah hal yang tak lekang oleh waktu. Ia bukan hanya seorang penyiar, tapi juga penjaga nurani bangsa.
---
📌 Bagikan jika Anda masih ingat dengan suara dan wajah khas Toeti Adhitama di “Dunia Dalam Berita”. Mari kita kenang tokoh penyiar legendaris ini bersama-sama.
📰 Sumber : Wikipedia
📷 Foto : AI Generator