Stadion Trikoyo Klaten

Stadion Trikoyo Klaten Tempat dan Arena berolahraga bagi Warga Klaten dan merupakan Home Base bagi Kesebelasan PSIK Klaten

15/07/2025

📑 | Adam Kaunang: Suara Ceria di Hari Minggu dari Layar TV Hitam Putih

Bagi anak-anak era 1980-an hingga awal 1990-an, hari Minggu seperti sekarang ini pasti sudah duduk manis di depan TV masing-masing nonton bersama keluarga, biasanya hari Minggu acara favorit keluarga adalah "Album Minggu" yang dipandu oleh Kak Adam Kaunang dan Kak Dhonie Imansari.

Adam Kaunang bukan sekadar penyiar ia adalah bagian dari kebahagiaan Minggu pagi yang selalu dinanti. Sosoknya yang bersuara hangat dan penuh semangat menjadi ikon dari acara legendaris “Album Minggu” di TVRI, program musik remaja yang tayang setelah kartun Ria Jenaka bersama Dhonie Imansari.

Dalam suasana rumah sederhana dengan televisi hitam putih dan antena yang harus diputar perlahan, suara Adam Kaunang menyapa jutaan keluarga Indonesia dengan sapaan khas dan pembawaan yang bersahabat.

Ia bukan sekadar memperkenalkan lagu, tetapi mengisi ruang keluarga dengan energi positif yang tak tergantikan oleh zaman.

Lahir dan besar di masa ketika siaran televisi hanya satu saluran, Adam Kaunang merupakan lulusan pelatihan penyiar TVRI angkatan tahun 1988.

Di bawah bimbingan tokoh media seperti Ishadi SK, Adam tumbuh sebagai penyiar yang tak hanya cakap berbicara, tapi juga mampu menjalin koneksi emosional dengan penonton.

Album Minggu bukan hanya tentang musik. Ia menjadi ruang ekspresi bagi remaja Indonesia untuk mengenal lagu-lagu terbaru.

Adam Kaunang bersama Dhonie Imansari menjalankan perannya dengan penuh dedikasi, menghadirkan keceriaan tanpa batas dalam ruang keluarga Indonesia selama lebih dari satu dekade.

Meski kini tak lagi sering muncul di layar kaca, jejak Adam Kaunang tetap hidup dalam ingatan mereka yang tumbuh bersamanya.

Nama dan wajahnya tetap dikenang dengan hangat oleh generasi yang mengenal makna hiburan bukan dari YouTube atau Spotify, tapi dari sebuah acara sederhana yang dipandu oleh seorang penyiar penuh ketulusan.

Adam Kaunang adalah bukti bahwa suara penyiar bisa meninggalkan jejak mendalam dalam memori kolektif bangsa. Ia bukan hanya penyiar, tapi bagian dari sejarah televisi nasional yang penuh warna dan kenangan manis.

📰 Sumber : Kenangan Penulis
📷 Foto : AI Generator

15/07/2025

📝 | Toeti Adhitama: Suara Lembut dari Layar Kaca yang Tak Pernah Terlupakan

Di era ketika hanya ada satu saluran televisi nasional, wajah dan suara seorang perempuan bersahaja begitu melekat dalam ingatan jutaan rakyat Indonesia.

Dialah Toeti Adhitama, sosok legendaris di balik program berita ikonik "Dunia Dalam Berita" yang setiap malam menemani keluarga Indonesia dari balik layar kaca .

Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 19 Februari 1935, Toeti—yang dalam beberapa penyebutan publik dikenal juga sebagai Tuti Aditama membuka jalan bagi perempuan Indonesia dalam dunia jurnalistik dan penyiaran.

Dengan pembawaan yang tenang, suara yang khas dan penuh wibawa, ia menjelma menjadi simbol kepercayaan informasi bagi masyarakat selama lebih dari satu dekade di layar TVRI.

Karier Toeti tak hanya bermula di Tanah Air. Ia sempat bekerja di Australia dan Voice of America, membekali dirinya dengan pengalaman internasional yang kemudian ia bawa pulang untuk memperkuat jurnalisme di dalam negeri.

Puncak kariernya di layar kaca tercapai saat menjadi penyiar utama TVRI dalam program “Dunia Dalam Berita” sejak pertengahan tahun 1970-an hingga akhir 1980-an.

Setiap pukul 21.00 WIB, masyarakat menunggu berita nasional dan internasional yang ia sampaikan dengan suara tenang dan penuh ketegasan.

Namun Toeti tak berhenti di dunia penyiaran saja. Ia juga aktif sebagai wartawan senior dan pemimpin redaksi. Bersama sejumlah rekan, ia mendirikan Majalah Eksekutif pada 1979 dan memimpin media tersebut selama 20 tahun.

Di masa reformasi, ia bergabung dalam Media Group dan menjadi bagian penting di Dewan Redaksi Media Indonesia serta Metro TV. Tak hanya memimpin, Toeti juga aktif menulis kolom hingga menjelang akhir hayatnya.

Dedikasinya terhadap dunia pers diakui secara nasional. Pada Hari Pers Nasional tahun 2010, ia dianugerahi Kartu Pers Nomor Satu, penghormatan tertinggi bagi insan pers senior Indonesia.

Toeti Adhitama tutup usia pada 22 Februari 2015 di Jakarta Selatan akibat infeksi saluran pernapasan, hanya berselang tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-80. Ia dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

Meski telah tiada, warisan Toeti tetap hidup. Bagi generasi yang tumbuh di era 80-an, namanya adalah bagian dari kenangan masa kecil yang hangat: suara yang membawa kabar dunia, wajah bersahaja yang mengabarkan kebenaran, dan pribadi penuh keteladanan.

Kini, dalam era serba digital, nama Toeti Adhitama menjadi pengingat bahwa integritas dan ketulusan dalam menyampaikan berita adalah hal yang tak lekang oleh waktu. Ia bukan hanya seorang penyiar, tapi juga penjaga nurani bangsa.

---

📌 Bagikan jika Anda masih ingat dengan suara dan wajah khas Toeti Adhitama di “Dunia Dalam Berita”. Mari kita kenang tokoh penyiar legendaris ini bersama-sama.

📰 Sumber : Wikipedia
📷 Foto : AI Generator

31/12/2024

📝 | Rahajeng Semeng, sebelum memasuki tahun baru 2025, Devie meminta Maaf yang sebesar-besarnya jika ada ucapan kalimat yang membuat Anda tersinggung ataupun menjadi sakit hati.

Menyambut datangnya tahun baru 2025, Semoga kita lebih baik dari tahun sebelumnya, Mulai dari perilaku, ucapan dan sikap. 2024 memberikan pembelajaran dan 2025 adalah awal yang baru utuk memulai kembali.

Tahun baru bukan hanya tentang waktu yang berlalu, tetapi kesempatan baru untuk menjadi versi terbaik dari diri kita.

Selamat Tahun Baru 2025! Selamat menikmati waktu bersama dengan orang-orang tercinta.

| |

Address

Klaten
57434

Telephone

+628562965517

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Stadion Trikoyo Klaten posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share