03/07/2015
Mahaka Tak Undang PSS Sleman, Suporter Mulai Gerah
dengan Manajemen
SLEMAN - Pihak Mahaka Sports, promotor Piala
Indonesia Satu sudah mengirimkan sejumlah undangan
ke klub peserta. Namun tampaknya pihak Mahaka hanya
menyertakan klub ISL untuk berlaga di turnamen yang
akan diselenggarakan pada Agustus mendatang. PSS
Sleman, klub yang digadang-gadang akan jadi salah
satu tim undangan karena punya basis suporter besar
tampaknya tak diundang.
"Kalau PSS Sleman diundang pasti kami langsung rapat.
Tapi tidak ada jadi tidak ada pertemuan dengan
manajemen. Kabarnya juga hanya klub-klub ISL," kata
Haru Setiawan selaku Manajer PSS Sleman, Rabu (1/7)
sore.
Dengan tidak adanya undangan ke PSS Sleman, praktis
manajemen hanya bisa menunggu kemelut di
persepakbolaan nasional segera berakhir. Berakhirnya
kemelut di persepakbolaan nasional sekaligis mengakhiri
kevakuman sepakbola di daerah. General Manager PSS
Sleman, Soekoco selalu menandaskan hal ini.
"Kami lebih baik menunggu keadaan mendingin dulu lah.
Daripada melakukan hal yang tidak pasti. Ini saja
memang tidak ada pertemuan apa-apa dengan
manajemen," singkatnya.
Manajemen memang tidak banya berharap dengan
turnamen-turnamen yang dibentuk. Misalnya saja Piala
Kemerdekaan yang regulasinya mengecewakan bagi
manajemen. Sedangkan Piala Indonesia Satu, manajemen
hanya menerima kabar simpang siur tentang
pelaksanaannya. Mulai dari waktu pelaksanaan hingga
wacana diundangnya tim Divisi Utama.
"Kami hanya membacanya di sejumlah koran nasional.
Daripada, katanya, mending tidak banyak berharap dan
lebih baik menunggu dulu," tambah Soekoco.
Usai menolak mengikuti Piala Kemerdekaan yang
dibentuk Tim Transisi Kemenpora, manajemen belum
menentukan langkah selanjutnya. Bagitu juga dengan
banyaknya saran yang datang dari tokoh sepakbola
Sleman, Panpel PSS Sleman maupun dari Asprov PSSI
DIY yang menyarankan agar klub-klub Divisi Utama di
DIY melakukan pembinaan pemain muda lokal yang
berpotensi. Sejumlah Sleman Fans pun juga tidak
ketinggalan menginginkan manajemen bergerak di
tengah kevakuman sepakbola nasional.
"Suporter wes wani nggetih, royal karo PSS Sleman.
Mosok manajemen ora wani perih?" kata Errick Setiawan
di laman facebook fanspage News PSS Sleman dan Grup
Brigata Curva Sud.
Sejumlah saran ditampung manajemen untuk ke
depannya. Termasuk pembinaan pemain lokal.
Manajemen PSS Sleman berharap Sleman Fans, suporter
dan warga Sleman bisa mamaklumi dan bersabar
menunggu langkah manajemen ke depan. Pasalnya, jika
terburu-buru melangkah, pihak Laskar Sembada tak mau
mengambil resiko besar dan bisa jadi boomerang.
Misalnya saja tentang pembinaan pemain muda lokal
yang harus terlebih dahulu menunjuk pelatih. Lalu juga
soal keikutsertaan dalam turnamen yang diisukan
berdapak pada dualisme kompetisi.
"Apa yang kami lakukan untuk ke depan. Kami harap
semua maklum dan memahami situasi saat ini yang
belum kondusif dan berdampak dengan sepakbola di
daerah. Kalau sudah ada kejelasan tentang semuanya,
kami pasti akan mengambil langkah terbaik," harap
Soekoco.
Sumber: Harian Merapi, 2 Juli, Hal: 11