Klaten Car Free Day (CFD)

Klaten Car Free Day (CFD) Klaten Car Free Day (CFD) Pada Minggu (29/4), ribuan warga Klaten memadati Jalan Pemuda saat pembukaan Klaten Car Free Day (KCFD.

Dengan diberlakukannya KCFD, ruas jalan dari Plasa Matahari hingga Tugu Adipura ditutup untuk kendaraan bermotor mulai pukul 06.00-09.00 WIB.

03/12/2025

🌤️ Selamat pagi dan selamat menikmati hari Sabtu teman" dimana pun berada ..

Semoga akhir pekan ini membawa ketenangan, kebahagiaan, dan energi baru untuk kita semua. 🌼✨

Luangkan waktu sejenak untuk diri sendiri, lepaskan penat, dan isi hati dengan hal-hal yang membuatmu tersenyum.

Weekend adalah momen untuk merefresh jiwa nikmati setiap detiknya. 💛

Kalau kamu sudah punya rencana hari ini, share di kolom komentar ya… mungkin bisa jadi inspirasi untuk yang lain! ☕

Spesial untuk yang selalu ada di hati ❤️ .. berat .. Selamat Menikmati Liburan Akhir Pekan bersama keluarga atau teman tercinta .. 🙏❤️

03/12/2025

🌤️Selamat pagi dan selamat hari Minggu Sahabat dimanapun berada ... tidak lupa selalu menyapa yang selalu ada di hati ❤️ tentunya para berat

Di era sekarang, membawa tumbler bukan hanya soal gaya hidup tetapi bentuk kepedulian kecil yang membawa dampak besar.

Tumbler membantu kita mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, menjaga minuman tetap segar, dan tentu saja menghemat pengeluaran.

Bagi yang s**a bepergian, TUMBLER itu ibarat sahabat setia. Bisa isi kopi, teh, air putih apa pun yang membuatmu nyaman.

Selain lebih sehat dan higienis, membawa tumbler juga menunjukkan bahwa kamu adalah bagian dari gerakan ramah lingkungan.

👉 Ingat, jangan sampai tumbler kesayanganmu tertinggal, ya 😁

Karena satu tumbler yang kamu bawa hari ini, bisa mengurangi sekian botol plastik yang berpotensi mencemari lingkungan.

Selamat menikmati Minggu-mu dan jadilah bagian kecil yang membawa perubahan besar ...

03/12/2025

☀️ Selamat pagi dan selamat datang bulan Desember .. ⛅

Semoga bulan baru ini membawa kehangatan, peluang baru, dan cerita-cerita indah yang akan kita syukuri di akhir nanti.

Mari mulai hari ini dengan hati yang ringan, pikiran positif, dan semangat untuk menyambut setiap kebaikan yang mendekat.

🌿 Desember… bulan penutup yang selalu penuh harapan.
🌤️ Semoga rezekimu lancar, kesehatanmu terjaga, dan kebahagiaanmu berlipat ganda.
💛 Jangan lupa, senyum kecilmu hari ini bisa jadi energi besar untuk orang lain.

Selamat pagi, selamat melangkah di awal Desember. Semoga segala yang kamu impikan perlahan mendekat dan menjadi kenyataan ...

03/12/2025

☀️ Selamat pagi sahabat dimanapun berada, Hari ini adalah kesempatan baru untuk jadi lebih kuat, lebih hebat, dan lebih percaya diri dari kemarin ...

Ingat … kesuksesan tidak datang tiba-tiba, tapi lahir dari langkah kecil yang terus kamu jalani tanpa menyerah.

Apa pun tantangan hari ini, hadapilah dengan senyum dan keyakinan bahwa kamu mampu. 🔥

🌟 Yuk bangkit, bergerak, dan buktikan kalau mimpimu layak diperjuangkan!

Semangat bekerja, semangat berkarya, dan semoga harimu penuh energi positif!
Jika kamu siap menjemput keberhasilan hari ini, tulis “Siap!” di kolom komentar .. oke ? 💬

03/12/2025

🌞 Selamat pagi Sahabat Hebat dimanapun berada .. dan tentunya menyapa yang selalu ada di hati ❤️ .. para berat

Hari ini adalah kesempatan baru untuk melangkah lebih jauh dari kemarin.
Ingat … kesuksesan bukan milik yang paling hebat, tapi milik yang paling konsisten.

✨ Mulailah pekerjaanmu dengan hati yang tenang, pikiran yang fokus, dan tekad yang kuat. Setiap usaha kecil hari ini adalah investasi besar untuk masa depanmu.

🔥 Semangat bekerja!
Jadikan hari ini penuh produktivitas, penuh energi positif, dan penuh kemenangan kecil.

Warung Jadul Era 90an
16/07/2025

Warung Jadul Era 90an

📑 | Anak 90-an: Belajar di Tengah Rak Jajanan, Menjaga Warung Demi Masa Depan

Di balik kisah sukses banyak orang hari ini, terselip cerita masa kecil yang mungkin tak pernah terlihat di panggung utama.

Salah satunya adalah kisah anak-anak era 90-an yang tumbuh besar bukan di ruang les mewah atau kafe kekinian, tapi di balik etalase kaca warung sederhana milik orang tuanya.

Setiap pulang sekolah, tanpa sempat ganti baju atau beristirahat lama, mereka langsung duduk di kursi kayu kecil. Buku-buku pelajaran ditumpuk rapi di meja warung.

Di sebelahnya, permen, ciki, dan mi instan tertata menggoda. Bukan hanya pelanggan yang mereka layani, tapi juga PR Matematika dan hafalan PPKn.

Mereka belajar sambil berjaga, memperhatikan pembeli, mencatat barang yang laku, dan sesekali mengejar kucing yang datang ke warung.

Warung bukan sekadar tempat usaha, tapi menjadi ruang pendidikan tersendiri. Di sana, anak-anak belajar nilai kejujuran, tanggung jawab, dan manajemen waktu.

Mereka tahu harus menyelesaikan tugas sekolah sebelum ibu pulang dari pasar. Mereka belajar berhitung dari kembalian uang receh dan belajar sabar saat menghadapi pembeli yang cerewet.

Saat listrik mati, mereka tetap belajar dengan cahaya pelita atau lampu petromaks. Kadang ditemani radio tua yang memutar lagu-lagu Slow Rock Nike Ardilla atau Dewa 19.

Di sela kesunyian malam, terselip doa yang tulus: semoga ilmu yang dipelajari hari ini kelak bisa mengangkat derajat orang tua.

Kini, ketika mereka sudah dewasa sebagian menjadi guru, ASN, pengusaha, bahkan pejabat, kenangan menjaga warung adalah bagian dari fondasi karakter.

Mereka tak malu bercerita, malah bangga: “Saya dulu jaga warung, belajar sambil jualan. Dari situ saya belajar hidup.”

💬 Kamu Salah Satunya?
Jika kamu salah satu anak warung di era 90-an, tulis "❤️" di kolom komentar dan ceritakan pengalamanmu.

Karena masa kecil kita yang sederhana, penuh perjuangan dan ketulusan adalah bagian berharga dari perjalanan hidup ini.

📰 Sumber : Kenangan Penulis
📷 Foto : AI Generator

Penyiar Legend TVRI ..
16/07/2025

Penyiar Legend TVRI ..

📝 | Herman Zuhdi: Suara Tenang dari Ruang Redaksi TVRI

Di balik layar kaca yang menayangkan berita nasional selama puluhan tahun, nama Herman Zuhdi menjadi salah satu figur yang tak lekang oleh waktu.

Dengan suara khas yang tenang namun berwibawa, ia menjadi ikon berita yang menemani jutaan pemirsa Indonesia melewati berbagai era sejarah bangsa.

Lahir di Palembang pada 19 Juli 1957, perjalanan hidupnya adalah cermin dari dedikasi dan transformasi dalam dunia penyiaran Indonesia.

Sebelum menjadi wajah familiar di layar TVRI, Herman memulai kariernya sebagai seorang guru sekolah dasar di SD .

Mengajar kelas empat selama satu tahun, ia dikenal sabar dan komunikatif dua kualitas yang kelak membentuk karakter penyiarannya. Namun, panggilan jiwa membawanya ke jalur yang berbeda.

Tahun 1978 menjadi titik balik ketika ia diterima sebagai penyiar di Radio Republik Indonesia (RRI).

Selama lima tahun, Herman menekuni dunia radio dengan ritme kerja yang padat. Ia mengisi siaran di radio swasta dari pagi hingga sore, lalu lanjut ke studio di malam hari.

Kesibukan itu tak pernah menggerus kualitasnya, justru memperkuat kemampuannya dalam membawakan informasi secara lugas dan menarik.

Pada tahun 1983, ia mendapatkan kesempatan emas: bergabung dengan TVRI sebagai narator berita.

Kemampuan vokalnya yang matang dan artikulasi yang tajam membuat Herman cepat naik kelas.

Tak butuh waktu lama, ia dipercaya sebagai pembaca berita utama dalam program “Berita Terakhir” dan kemudian “Dunia Dalam Berita”program legendaris yang dikenal luas masyarakat Indonesia.

Bersama penyiar senior seperti Toeti Adhitama, Herman menjadi bagian dari era keemasan TVRI di mana siaran berita dianggap sakral dan menjadi sumber utama informasi publik.

Kedisiplinan adalah prinsip yang dipegangnya teguh. Ia selalu hadir di studio minimal dua jam sebelum siaran dimulai.

Waktu itu ia gunakan untuk membaca ulang naskah, berlatih intonasi, mengatur napas, dan memastikan segala hal berjalan sempurna.

Bagi Herman, pembaca berita adalah ujung tombak dari keseluruhan kerja redaksi, dan ia menjalaninya dengan rasa tanggung jawab seorang prajurit di garis depan.

Salah satu kisah yang membekas terjadi saat kerusuhan Mei 1998 melanda Jakarta. Di tengah jalanan yang mencekam dan banyaknya rekan kerja yang tidak bisa datang, Herman Zuhdi tetap hadir di kantor .

Ia membacakan berita untuk tiga program berbeda secara berturut-turut tanpa jeda, memastikan masyarakat tetap mendapatkan informasi yang akurat di tengah situasi darurat.

Keberanian dan profesionalismenya saat itu menjadi simbol integritas seorang jurnalis sejati.

Kini, meski tak lagi aktif di layar kaca, nama Herman Zuhdi tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Indonesia sebagai penyiar berita yang tangguh, cermat, dan penuh dedikasi.

Suaranya adalah bagian dari sejarah informasi bangsa mengiringi perubahan zaman dengan keheningan yang penuh makna.

📰 Sumber : Wikipedia
📷 Foto : Berbagai Sumber

22/05/2025

Address

Jalan Pemuda, Klaten Tengah
Klaten
57413

Opening Hours

06:00 - 09:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Klaten Car Free Day (CFD) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Klaten Car Free Day (CFD):

Share