11/06/2018
trek xpdc
Jauh. Kata ini membuatnya terobsesi untuk menyeburkan diri dalam dunia perjalanan. Dimulai dari sebuah mimpi, perjuangan untuk mencari sebuah makna.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ia bermimpi menaklukkan puncak-puncak gunung tertinggi. Setiap hari ia melihat gunung berapi yang menjulang tinggi dari rumah di kampung halamannya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Dalam benaknya, gunung bermakna ganda. Dari kejauhan gunung itu terlihat cantik dan indah, tapi dari dekat ternyata buruk rupa dan bahaya. Siap meletus sewaktu-waktu, yang mengancam kehidupan dengan lahar mendidih dan awan panasnya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Seramnya gunung justru menciptakan keingintahuannya, tantangan akan sebuah dunia misterius. Ia percaya, gunung sekejam apapun pasti bisa ditaklukkan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Baginya, menaklukkan gunung adalah pembuktian keberanian, keteguhan, kemenangan, dan kebanggaan. Bahkan ia mempercayainya sebagai simbol kebebasan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Namun, setelah menceburkan diri dalam perjalanan dan pendakian, ternyata dari kejauhan, ia menemukan sesuatu yang lain. Ia menemukan sedikit makna perjuangan hidup yang pernah ia takuti. Di luar sana, ia mencoba menembus batas ketakutan itu.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Kebebasan yang ia harapkan merubah menjadi cinta. Iya, ia takkan pernah mampu menaklukkan gunung, sampai kapan pun. Justru "takluk" menjelma menjadi rindu, pada semua perjalanan yang telah ia lalui.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Dan kini ia terpesona kata jauh, jarak yang tak tercatat oleh waktu. Di sana ia menemukan cinta yang utuh pada dirinya dan dunia ini. Ia terus berjalan beralaskan cinta dan di setiap perhentian ia merindukan jejak langkahnya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Foto: