PPRBM (Pusat Pengembangan dan Latihan Rehabilitasi Para Cacat Bersumberdaya Masyarakat) Prof. Dr. Soeharso – yang akrab disebut PPRBM – adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang beralamat di Jl. Menempati lahan seluas 10.000 M2, dengan total luas bangunan sekitar 4.000 M2, digunakan untuk kantor, ruang pelatihan, kamar tidur, P3A (Pusat Pengembangan Potensi Anak) Berkebutuhan Khusus “Mitra Ana
nda”, masjid dan aula. Adalah Dr. Handojo Tjandrakusuma, seorang Pengurus YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat), yang di tahun 1978 memulai program Rehabilitasi Para Cacat Pedesaan. Program ini kemudian menjadi cikal bakal Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) hingga menjadi PPRBM sampai saat ini. Disadari bahwa YPAC sebagai Lembaga Rehabilitasi model panti jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah penyandang cacat di Indonesia. YPAC – dan juga panti-panti yang lain – adanya di kota-kota, sedangkan lebih dari 70% penduduk Indonesia tinggal di desa-desa. Lalu siapa yang merehabilitasi penyandang cacat di desa-desa, yang jumlahnya lebih banyak daripada yang di kota-kota itu ? Program Rehabilitasi Para Cacat Pedesaan awalnya memberikan pertolongan (rehabilitasi) kepada para cacat di desa-desa di seluruh Jawa Tengah. Terutama para penyanang cacat Cerebral Palsy (CP) karena Dr. Handojo – panggilan akrab Dr. Handojo Tjandrakusuma – adalah seorang dokter, Direktur Akademi Fisioterapi (Dep. Surakarta yang pernah mengikuti training CP di Libanon. Dan lembaga yang didirikan beliau ini bernama BPRCP (Badan Pembina Rehabilitasi Cerebral Palsy) atau CCPI (Council for Cerebral Palsy in Indonesia). Namun makin lama BPRCP tidak hanya merehabilitasi penyandang cacat CP saja tetapi semua penyandang cacat yang ditemukan di pedesaan. Para cacat itu direhabilitasi dengan operasi medik, diberi alat bantu rehabilitasi (kruk, kursi roda, prothese), Fisioterapi, dan lain-lain. Kemudian program ini disebut sebagai program Rehabilitasi Para Cacat Swadaya Masyarakat. Seiring dengan menyebarnya konsep CBR (Community Based Rehabilitation) – yang pertama kali dicetuskan dalam kongres Rehabilitation International (RI) di Vienna, Austria, tahun 1981 – maka pada Munas YPAC tahun 1986, di Bandung, diputuskan bahwa BPRCP diubah menjadi PPRBM dan diterima sebagai bagian integral dari YPAC Pusat. Selanjutnya PPRBM memperoleh dana dari EZE – Funding Agency dari Germany – untuk membangun komplek di Jl. Adi Sucipto, Km.7, Colomadu, Solo 57176. Diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto – Ibu Negara, Pelindung YPAC – pada tanggal 2 Maret 1989, lembaga ini diberi nama PPRBM Prof. Dr. Soeharso – YPAC Pusat. Nama Prof. Dr. Soeharso digunakan sebagai penghormatan kepada beliau karena jasa-jasa beliau dalam bidang Rehabilitasi Penyandang Cacat di Indonesia, meskipun ketika PPRBM dibangun beliau sudah almarhum (beliau Prof. Dr. Soeharso wafat 1970). Penggunaan nama itu juga – dalam tradisi Jawa – dapat diartikan sebagai ‘ngalap berkah’. PPRBM Prof. Dr. Soeharso yang telah berumur 33 tahun ini, saat ini memiliki 3 Divisi. Divisi Program RBM, Divisi P3A Mitra Ananda dan Divisi Usaha Persewaan Wisma RBM.