21/06/2020
Fantastis! Fakta-fakta Pembangunan Gelora B**g Karno
Tahun lalu, Indonesia sukses menjadi bahan perbincangan dunia atas kompetensinya menyelenggarkan Asian Games 2018. Berlokasi di Stadion Utama Gelora B**g Karno, Asian Games 2018 mampu mencuri perhatian banyak khalayak mulai dari penggemar olahraga hingga penggemar arsitektur bangunan. Bagaimana tidak, dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Stadion Utama GBK direnovasi dan disulap menjadi semakin megah dengan fasilitas yang luar biasa mewah.
Ide pembangunan Gelora B**g Karno pertama kali dicetuskan oleh Ir. Soekarno di tahun 1956 saat beliau berkunjung ke Moscow untuk menemui Nikita Khruschev. Dalam memoar Memoirs of Nikita Khruschev: Volume 3, Khruschev menerangkan bahwa Sokearno mengutarakan keinginannya agar Uni Soviet membangun stadion di ibu kota Indonesia, Jakarta, yang akan menampung ribuan penonton. Di tahun 1960, proyek ini mulai dijalan dengan melibatkan banyak spesialis-spesialis Soviet dan berhasil diselesaikan pada 21 Juli 1962, tepat sebelum penyelenggaran Asian Games yang keempat di tahun yang sama.
Kemegahan Stadion Utama GBK memang sudah tersohor sejak pertama kali pembangunannya dicanangkan. Stadion ini mampu menampung sebanyak 110.000 penonton, menjadikannya tercatat dalam jajaran stadion-stadion terbesar di dunia. Renovasi yang dilakukan di tahun 2006/2007 menyusutkan kapasitas penonton menjadi 88.306, Stadion Utama GBK tercatat menjadi Stadion Asosiasi Sepak Bola Terbesar Ke-7 di Dunia. Setelahnya, pada tahun 2016/2017 renovasi kembali dilakukan dan menyusutkan lagi kapasitas penonton menjadi 77.193. Sehingga kini Stadion Utama GBK menjadi Stadion Asosiasi Sepak Bola Terbesar Ke-28 di Dunia dan terbesar ke-8 di Asia.
Kemeriahan Asian Games 2018
Melihat catatan prestasi Stadion Utama GBK, tentunya sudah bisa dibayangkan bahwa pembangunan dibalik stadion ini tentu menghabiskan biaya yang tidak sedikit.