21/02/2025
Ratu Kalinyamat memiliki nama asli Retna Kencana. Ia adalah puteri ketiga dari penguasa ketiga Kerajaan Demak, Sultan Trenggono.
Sang Ratu menikah dengan putra Sultan Ibrahim dari Aceh, Sultan Mughayat Syah. Suaminya diberi gelar Pangeran Hadlirin yang bermakna hadir dari Aceh ke Jepara.
Namun, pernikahannya tidak berlangsung lama karena Pangeran Hadlirin wafat karena terbunuh saat konflik keluarga di Kesultanan Demak.
Konflik tersebut lah yang menampilkan sosok Ratu Kalinyamat. Sang Ratu menjadi tokoh sentral dalam penyelesaian konflik di lingkungan Keluarga Kesultanan Demak pada pertengahan abad ke 16.
Kala itu, terdapat perebutan kekuasaan di Istana Demak dan memicu perang. Setelah peperangan, Ratu Kalinyamat dipercaya menjadi Adipati Jepara sejak 1549 hingga 1597.
Ratu Kalinyamat berkuasa di wilayah Kudus, Pati, Rembang, dan Blora. Di bawah kekuasaan Ratu Kalinyamat, Jepara berkembang memiliki armada laut yang kuat dan pernah melawan bangsa Portugis di Malaka.
Tidak hanya itu, wilayah Jepara menjadi sentra ekonomi bagi Kerajaan Demak karena lokasinya yang aman dan strategis. Pedagang dari berbagai kota datang berlabuh di Jepara. Bahkan, Jepara menjalin hubungan dengan pasar internasional Malaka.
Selain itu, Ratu Kalinyamat juga berperan penting dalam penyebaran agama Islam melalui seni dan budaya di wilayah pantai utara Pulau Jawa. Salah satu peninggalannya adalah Masjid di Mantingan dan gaya seni kaligrafi dalam bentuk seni ukir.
Semoga sejarah kedigdayaan Ratu Kalinyamat menjadi pecut motivasi untuk kita semua terutama Persijap Jepara. Agar tidak mudah menyerah, tidak mudah putus asa, terus berjuang untuk kembali ke kejayaan, kembali ke kasta tertinggi, dan terus berprestasi.
Digdaya Laskar Kalinyamat
Digdaya Persijap Jepara