Tanjung Papuma Jember

Tanjung Papuma Jember wisata Tanjung Papuma located in District Wuluhan, Jember, East Java, Indonesia. Papuma can be reached by motorbike/car 1 hour from the city of Jember.

Towards Jember from Surabaya spend 5-7 hours and 8-10 hours trip from Denpasar. Papuma has two kinds of beaches. East coast is white sandy beach with waves that are not too large so it is suitable for play activities and snorkeling. The south beach is a beach with colorful stones. Several large rocks that are some distance from the shoreline to its own beauty to Papuma. The existence of the mollus

k of the coast, Poriferans and Echinodermates can be a means to admire as well as appreciate the richness of nature. Tropical forest areas have good potential Papuma as a place of recreation. There is many kinds of Aves, Primates and Reptiles. Biodiversity preservation are still awake and camping ground facilities and accommodation are adequate shades of tropical forests is an appropriate means for recreation. If you want to eat, Papuma seafood from different kinds of fish, shellfish, shrimp, squid and even octopus, can be enjoyed almost every time. Thus, Papuma is a complete dish for visitors who really want to enjoy the natural beauty.

02/01/2026
20/12/2025

berat
Pemkab Jember
budal rek

30/09/2020

Info
Papuma masih tutup.kakak
Terimakasih

larung
27/08/2018

larung

Dipantai payanganby
06/10/2016

Dipantai payangan

by

Apresiasi pemkab jember di teluk love TPI puger dan kerajinan ditutul
01/10/2016

Apresiasi pemkab jember
di teluk love
TPI puger
dan kerajinan ditutul

26/06/2016

Sejenak merenung;

HALALKAH...? HARAMKAH...?

Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal ra dikunjungi seorang wanita yang ingin bertanya.
“lmam, saya adalah seorang perempuan yang sudah lama di tinggal mati suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk membesarkan anak-anak, saya mengait benang di malam hari, sementara siangnya saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan bekerja sebagai sebagai buruh kasar di kesempatan masa yang ada.”
“Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan mengait benang itu saya lakukan apabila bulan terang.”

Imam Ahmad ra mendengar dengan serius percakapan perempuan tadi. Perasaannya tersentuh mendengar ceritanya yang menyayat hati.

Beliau yang memiliki kekayaan lagi dermawan sebenarnya telah tergerak hati untuk memberi bantuan sedekah kepada wanita itu, namun ia tangguhkan dahulu hasratnya karena ingin mendengar semua ucapan si ibu tadi.

Si ibu pun meneruskan ceritanya.
Menjahit di Bawah Lampu Kerajaan

“Pada suatu hari, ada satu rombongan kerajaan telah berkemah di depan rumah saya.
Mereka menyalakan lampu dalam jumlah yang amat banyak sehingga sinarnya terang benderang.
Tanpa sepengetahuan mereka, saya segera mengait benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu.
Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual? Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu? Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan uang negara, dan tentu itu adalah uang rakyat.”

Imam Ahmad ra terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang rusak akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, tanpa peduli halal haram lagi.
Padahal jelas, wanita ini begitu miskin lagi fakir.
Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad ra bertanya, “Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?”
Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, “Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi.”
Imam Ahmad rahimahullah makin terkejut.
Basyar Al-Hafi ra adalah Gubernur yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya.
Rupanya, jabatannya yang tinggi tidak disalahgunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabatnya.
Sehingga adik kandungnya sendiri pun hidup dalam keadaan miskin.

Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad ra berkata, “Pada masa kini, ketika orang-orang sibuk mengumpul kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menyalahgunakan uang negara serta menyusahkan rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau.
lbu, sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari celahan jilbabmu jauh lebih mulia jika dibanding dengan berlapis-lapis serban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama.”
Imam Ahmad melanjutkan, “Subhanallah, sungguh mulianya engkau, hasil sulaman itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan keuangan negara…”

Imam Ahmad ra begitu terharu mengucapkan kalimatnya, “Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. Silakan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, niscaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau…”

Diriwayatkan dari Abu Bakr Ash-Shiddiq, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ

“Tidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang haram.”
(Shahih Lighairihi, HR. Abu Ya’la, Al-Bazzar, Ath-Thabarani dalam kitab Al-Ausath dan Al-Baihaqi, dan sebagian sanadnya hasan. Shahih At-Targhib 2/150 no. 1730).

Semoga bermanfaat
👌🏻👍🏻💚🌹

Address

Jember
68162

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tanjung Papuma Jember posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Tanjung Papuma Jember:

Share