09/04/2026
Kadang lucu juga ya ngeliat gimana sepakbola bisa cepat berubah. Di awal musim, Trossard kayak jadi andalan, bikin gol dan assist di sana-sini. Tapi sekarang, dia malah kayak ‘hilang’ di lapangan. Arsenal masih bisa menang tanpa kontribusinya, berkat Havertz di menit-menit akhir.
Di balik semua hingar-bingar transfer yang bakalan datang, mesti ada rasa nggak nyaman buat Trossard sendiri. Bayangin aja, dari pemain yang dipuji, jadi sorotan karena performa yang merosot. Anehnya, kita tetap betah nonton dan berharap ada momen keajaiban yang bikin segalanya balik lagi.
Apa sih rasanya jadi pemain yang tahu klubnya mungkin sedang cari pengganti? Mungkin semacam tekanan yang bikin kita, sebagai fans, juga ikut merasakan dilema. Di satu sisi, kita pengen lihat tim kita terus maju, tapi di sisi lain ada nostalgia sama pemain-pemain yang udah pernah bikin bahagia. Siapa tahu, Trossard cuma lagi butuh satu gol buat bangkit lagi.