23/08/2014
Louis van Gaal diskusikan filosofinya,
formasi, taktik, pemain muda, dan
juga transfer kepada Gary Neville.
Sebelum wawancara dimulai, ada
beberapa percakapan singkat diantara
keduanya dan van Gaal mengatakan,
"Saya benar-benar memainkan pemain
berusia 17 tahun di Final Champions
League,"
"Jadi jangan katakan kepada saya
bahwa pemain muda tidak bisa bermain
sepakbola. Ketika Anda pas dalam
filosofi saya, Anda dapat melakukan
banyak hal. Dan tentu saja Seedorf
bermain di Final saat berusia 17 tahun.
Dan Seedorf adalah pemain yang
fantastis. [Patrick] Kluivert berusia 18
tahun - dan dia mencetak gol
kemenangan."
Ketika wawancara ingin dimulai Louis
van Gaal langsung meletakan 'buku
sakti' yang selalu ia bawa di atas meja
dan memperlihatkannya kepada Gary.
"Saya punya notebook, buat kamu,"
"Ini yang selalu saya tunjukkan ke
pemain saya. Dengan notebook ini kamu
bisa membuat sistem yang kami
mainkan sekarang."
Van Gaal meminta Gary untuk
mencobanya untuk membuktikan bahwa
dengan buku itu ia bisa mengerti
bagaimana line-up United. Ketika ingin
mencobanya, van Gaal sempat
bertanya "Kami bisa melakukannya,
atau tidak?" lalu Gary mulai
berkeringat dengan pertanyaan itu
dan menjawab "Tapi kamu nanti bilang
saya salah." dan van Gaal pun
bertanya, "Kamu sedikit.... pemalu?"
sontak Gary pun merasa bahwa dalam
30 tahun terakhir baru kali ini ada
orang yang menyebutnya 'pemalu'.
Van Gaal menjamin bahwa timnya
setiap tahun akan terus lebih baik dari
tahun-tahun sebelumnya.
"Tim saya akan terus alami
peningkatan setiap musim,"
"Itu bukan pertanyaan, yang artinya,
itu tidak diragukan lagi. Mereka akan
terus membaik."
Soal transfer, van Gaal dengan tegas
mengatakan kepada Gary, "Saya harus
mendiskusikan itu dengan dewan klub,
bukan kamu,"
"Anda harus membeli pemain yang bisa
meningkatkan tim Anda. Itu sebabnya
saya membeli [Marcos] Rojo, karena
dia bisa bermain di sini dan di sini
[menunjuk posisi 'left central
defender' dan 'left wing-back']. Jadi
bagi kami dia pemain yang sangat baik.
Tidak, tidak, kami mungkin akan
membeli lebih banyak pemain lagi.
Anda tidak pernah tahu."
Van Gaal pun menjelaskan kepada
Gary kalau dia akan selalu coba
berlaku adil kepada semua pemain.
"Saya tidak berpikir itu adil bagi saya
untuk datang ke sini dan memecat
semua pemain. Jadi saya memberi
mereka kesempatan yang adil."
Dan van Gaal juga menegaskan telah
mengevaluasi semua pemain yang ikut
tur pra-musim dan yang tidak ikut
sekarang sudah bisa diberi penilaian.
Gary pun melihat bahwa ada tempat
yang baik buat pemain muda Inggris
untuk berkembang, setelah van Gaal
mengatakan, "Saya pikir Tyler
[Blackett] memainkan permainan
terbaiknya [lawan Swansea]. Tapi soal
pengalaman ia mengembalikan bola
terlalu cepat," kata Van Gaal, yang
jelas-jelas menyukai Blackett.
"Itu tidak baik, tetapi ia tidak akan
membuat kesalahan itu lagi. Dampak
dari kesalahan jauh lebih besar."
Soal pembelajaran, van Gaal
memberitahu bahwa kesalahan setiap
pemain dipelajari melalui rekaman
video.
"Proses belajar 'selalu dengan video',"
"Terkadang saya berbicara dengan
mereka secara interaktif karena Anda
ingin tahu apa yang pemain pikirkan.
Saya mengajukan pertanyaan dan
kemudian mereka berbicara. Tidak
hanya saya, tapi juga Ryan [Giggs]
dan Albert Stuivenberg dan Frans Hoek
[asisten]. Ryan memberikan analisis
lawan misalnya, Albert akan
melakukan evaluasi dan saya
melakukan taktik sebelum
pertandingan."
Van Gaal juga mengatakan dalam
filosofinya, sepakbola tidak selalu
berbicara soal hasil, tapi yang
terpenting adalah prosesnya,
terutama ketika kalah, proses dari
pembelajaran itu yang penting.
"Saya mengevaluasi permainan dengan
semua pemain. Saya selalu melakukan
itu. Saya juga memberi gelandang dan
bek melakukan sesi tambahan [setelah
kekalahan Swansea]. Tapi itu hanya isi
dari filosofi saya. Jadi, di mana
[Juan] Mata seharusnya bermain,
atau di mana bek seharusnya bermain,
dan berkomunikasi, dan meng-cover
ruang. Itulah satu-satunya cara untuk
memperbaikinya."
Tapi, diakui van Gaal apakah cara itu
akan berhasil tergantung dari pemain
itu sendiri, apakah mereka dapat
menyerap ide-ide atau tidak karena
dirinya bukan penyihir.
Berbicara soal pemain muda, bagi van
Gaal itu bukan soal keyakinan, tapi
lebih kepada melihat dan observasi
kemampuan dari pemain dan apakah
cocok dengan filosofinya.
"Itu soal bukan keyakinan, itu soal
melihat dan observasi. Jadi, ketika
Anda melihat pemain muda memiliki
bakat, dan dia cocok dalam profil
posisi yang dibutuhkan, maka ia dapat
melakukan pekerjaan. Mungkin mata
saya sangat baik, saya bisa melihat
apakah mereka bisa melakukannya.
Tapi saya tidak percaya hanya karena
pemain berpengalaman, karena Anda
harus masuk dalam profil sistem
permainan saya. Saya di sini bukan
karena saya orang yang sangat baik.
Saya di sini karena filosofi saya.
"Saya ingin pemain menerapkan
filosofi itu. Dan saya tahu mana
pemain yang pas dalam filosofi saya.
Dan ketika itu adalah seorang pemain
muda, itu bagus. Bila Anda berusia 26
atau 27 tahun itu artinya Anda lebih
dari ketika Anda berusia 21 tahun.
Tetapi ketika Anda tidak memberi
mereka kesempatan apapun maka
tidak ada yang bisa masuk ke dalam
tim. Bila Anda melihat kurikulum saya,
Anda melihat saya memainkan Xavi,
Iniesta, Motta, Puyol. Saya memberi
debut kepada mereka semua. Juga di
Bayern Munchen ada Kroos, Müller,
Alaba, Badstuber, dan mereka hingga
kini masih bermain. Saya pikir mata
saya tidak buruk."
Van kembali menegaskan bahwa apa
yang dibutuhkan timnya sekarang ini
adalah proses, proses, dan, proses.
"Saya telah mengatakannya dari awal
- saya belum meneriakan kami akan
menjadi juara."
"Saya telah mengatakan kami perlu
waktu. Kami perlu waktu untuk
membangun tim baru, dan itu tidak
bisa dalam satu hari. Ini sebuah
proses, dan proses ini di mulai
sekarang. Semua tim saya memiliki
awal yang tidak bagus. Mereka harus
beralih dari cara 'insting' ke 'berpikir'.
Otak. Ini sangat sulit. Saya melatih
dengan cara yang berbeda dengan Sir
Alex Ferguson dan David Moyes, dan
itu sulit."
Soal formasi, van Gaal mengatakan
dirinya tak masalah untuk memainkan
formasi 4-4-2, karena pernah
melakukannya di Bayern Munich.
"Saya juga bisa memainkan 4-4-2 [di
United], yang saya saya mainkan di
Bayern Munich. Mereka ingin saya
untuk bermain secara tradisional
4-4-2, tapi kemudian saya memainkan
formasi diamond karena saya lebih
s**a itu, karena saya punya Gómez,
Klose, Olic. Gómez 35 juta, saat itu
harga sebesar itu mahal. Setelah dua
bulan mulai merubah formasi terlepas
dari si 35 juta, dan bermain 4-3-3.
Saya membeli Robben karena alasan
itu, karena ia bisa bermain dalam
formasi itu."
Namun diakui van Gaal, ia adalah
manajer yang selalu berpikir untuk
jangka panjang, bukan jangka pendek.
"Selalu jangka panjang, tidak pernah
jangka pendek. Karena saya di sini
bukan untuk diri saya sendiri, saya di
sini untuk klub. Dan tentu saja
kadang-kadang lebih baik untuk
bermain dengan pemain lain, tetapi
ketika Anda ingin mengembangkan tim
Anda, Anda perlu selalu membuat
keputusan jangka panjang. Contohnya,
pada pertandingan pertama itu akan
lebih baik bagi saya untuk memainkan
[Robin] Van Persie. Tapi itu tidak baik
untuk Van Persie, karena dia harus fit
untuk bermain."
Dari semua pujian, prestasi yang ia
dapatkan, van Gaal membantah
pernah menyebutnya sebagai pelatih
terbaik.
"Saya tidak pernah mengatakan saya
adalah pelatih terbaik. Saya
mengatakan kami adalah klub terbaik
di dunia."
Jika klub juara, itu bukan karena
dirinya terbaik tapi klubnya yang
terbaik.
Lalu kapankah tim Manchester United
sekarang ini akan mulai pas bermain
dalam filosofinya, van Gaal pun
mengatakan, "Hal ini tergantung pada
kepribadian para pemain dalam skuad.
Saya tidak bisa mengatakan itu - tapi
sebagian besar itu dua atau tiga bulan.
Saya sudah mengatakannya dalam
konferensi pers."
Lalu apa yang akan dia tinggalkan?
van Gaal menjawab, "Sebuah dasar
yang sangat baik. Setelah tiga tahun?
Suatu dasar yang sangat baik, dan
pilihan pemain yang sangat seimbang
[tidak seperti sekarang]."
Tapi gelar Premier League. Bagaimana
dengan gelar Premier League? "Tentu
saja!" # mufc
Source: Telegraph