Galeri Stadion Sepak Bola

Galeri Stadion Sepak Bola Mengulas & Berbagi Informasi Seputar Stadion Sepak Bola! Mengulas & Berbagi Informasi Seputar Stadion Sepak Bola.

Bench Pemain & Official Stadion Mandala Jayapura Bakal Diperbarui⚽GSSB -- Jayapura, Radar Papua, -- Bench pemain cadanga...
28/06/2021

Bench Pemain & Official Stadion Mandala Jayapura Bakal Diperbarui

⚽GSSB -- Jayapura, Radar Papua, -- Bench pemain cadangan & official di Stadion Mandala Jayapura Papua tak lama lagi akan tampak lebih mewah setelah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jayapura selaku pengelola Stadion akan memasang kursi baru yang menyerupai jok mobil sport.

Total ada sebanyak 44 kursi jok racing empuk yang dibalut dengan kulit sintetis berwarna merah-hitam yang menjadi warna kebesaran warna klub Persipura Jayapura.

"Jumlah kursi tim A dan B masing-masing 20 kursi dan wasit cadangan sekaligus anoucher 4 kursi," Rocky Bebena, Kepala Dispora Jayapura, Senin (28/6/2021).

Selain kursi baru, atap bench pemain yang sebelumnya menggunakan lembaran material sejenis seng juga akan diganti dengan material transparan sehingga tampak labih cantik.

Rocky menjelaskan, perombakan bench pemain di Stadion yang menjadi markas klub Persipura Jayapura tersebut dilakukan sesuai dengan regulasi dari AFC (Asian Football Confederation), dan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga dari pihak PSSI.

"Ketentuan dalam regulasi AFC, atap bench memang harus transparan," ujarnya.

Lebih lanjut Rocky mengatakan, anggaran yang dikeluarkan untuk renovasi bench pemain di Stadion Mandala Jayapura tersebut hampir mencapai Rp 500 juta. "Total biaya Rp 500 juta lebih," ucap Rocky.

Pemain Muda Persib Bandung Ini Diganggu Makhluk Halus Ketika Mengunjungi Stadion Siliwangi Bandung⚽GSSB --- Pemain muda ...
25/06/2021

Pemain Muda Persib Bandung Ini Diganggu Makhluk Halus Ketika Mengunjungi Stadion Siliwangi Bandung

⚽GSSB --- Pemain muda Persib Bandung Saiful kembali mengunjungi Stadion Siliwangi bersama Beckham Putra Nugraha dan Gian Zola.

Kedatangan ketiga pemain Persib tersebut bukan untuk berlatih sepak bola bersama tim Maung Bandung, melainkan mencoba beruji nyali dengan tim Jurnal Risa.

Dalam acara tersebut para pemain Persib diajak ke beberapa titik di Stadion Siliwangi untuk mencari tahu tempat-tempat yang dianggap angker.

Saiful bersama tim Jurnal Risa, yang beranggotakan Indy dan Jeffry, mengunjungi tribun timur stadion untuk merasakan hawa menyeramkan di sana.

Saat baru sampai di kursi tribun, Indy merasakan hal yang gaib berada di sekitar mereka dan mencoba berkomunikasi.

Saiful, yang terbelalak melihat Indy berkomunikasi dengan salah satu "penunggu" di sana, mulai merasakan ada sesuatu yang janggal dengan dirinya.

Indy dan Jeffry memberi tahu Saiful ada sesosok makhluk halus yang sedang mendekap Saiful dan berada persis di sampingnya.

"Aduh, merinding, pantes dari tadi tuh berat," ucap Saiful kepada salah anggota Jurnal Risa di channel YouTube Persib, Rabu, (23/06/2021).

Jeffry dan Indy, yang mampu berkomunikasi dengan makhluk halus, mengajak Saiful untuk bisa juga merasakan dan menyebutkan ciri-ciri makhluk halus yang sedang berada di samping Saiful.

"Perempuan berdagu panjang, rambutnya terurai. Aduh, sakit, pantes dari tadi sakit apalagi di belakang," ujar Saiful.

Walaupun garang di lapangan, ternyata Saiful adalah sosok yang penakut dengan hal-hal mistis dan pengalaman mistisnya ini adalah pengalaman pertama baginya.

Jokowi, Anies dan Jalan Terjal DKI Bangun Stadion Taraf Dunia⚽GSSB - Jakarta, CNN Indonesia -- DKI Jakarta akhirnya akan...
25/06/2021

Jokowi, Anies dan Jalan Terjal DKI Bangun Stadion Taraf Dunia

⚽GSSB - Jakarta, CNN Indonesia -- DKI Jakarta akhirnya akan punya stadion bertaraf internasional lagi. Ibu kota Indonesia ini akan punya stadion baru di Jakarta Utara bernama Jakarta Internasional Stadium (JIS) di usianya yang ke-494 tahun.

Dulu DKI pernah punya Stadion Lebak Bulus. Arena yang dibangun pada tahun 1987 dan sempat menjadi markas Persija Jakarta itu dihancurkan pada 8 September 2015 dan akhirnya dibangun Depo MRT (kereta layang).

Ketua Umum The Jakmania, kelompok suporter Persija, Diky Soemarno, bersyukur pada HUT ke-494 ini DKI Jakarta akan punya stadion bertaraf internasional lagi. Keberadaan JIS ini diharapkan turut mengangkat prestasi Persija, sebagai klub kebanggaan masyarakat Jakarta.

"Tentunya stadion ini [JIS] adalah hal terbaik yang pernah diberikan oleh kota Jakarta kepada masyarakatnya. Setelah sekian lama Jakarta tidak memiliki stadion yang berkapasitas besar, akhirnya stadion ini kini segera terealisasikan," kata Diky kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/6).

Sejatinya ada Stadion Utama Gelora B**g Karno di Senayan, Jakarta Selatan, tetapi bukan milik Jakarta. Tempat itu dikelola oleh Sekretariat Negara sebagai aset bangsa atau pemerintah dan bukan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebelum Lebak Bulu, Jakarta punya Stadion Menteng. Stadion yang didirikan pada 1921 dengan nama Voetbalbond Indische Omstreken Sport (Viosveld) ini dirancang arsitek Belanda FJ Kubatz dan PAJ Moojen. Sayang, stadion ini pun telah punah berganti menjadi taman.

Pada tahun 2004, Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta saat itu, mengubah alih fungsi lahan menjadi taman kota. Tepat pada 26 Juli 2006, stadion yang sudah ditetapkan sebagai c***r budaya ini diratakan dengan tanah. Lokasi Stadion Menteng ini kini telah menjadi Taman Kota Menteng.

DKI juga sempat punya stadion megah lain, yakni stadion IKADA, singkatan dari Ikatan Atletik Djakarta. Stadion yang dibangun untuk PON ke-2 ini juga sudah binasa, berubah menjadi kawasan Monumen Nasional atau Monas.

Stadion Ikada ditutup pada tahun 1962 dan akhirnya diratakan dengan tanah pada tahun 1963. Keputusan ini sangat disayangkan, saat itu, sebab pada periode awal setelah kemerdekaan Timnas Indonesia banyak melakukan pertandingan di Stadion Ikada.

Beberapa negara yang pernah bertanding di stadion Ikada antara lain Timnas Yugoslavia, Jerman Timur, Uni Soviet, Brasil, Cekoslowakia, Bulgaria, Swedia, hingga Turki.

Penulis buku 'Tanah Air Udaraku Indonesia' Chappy Hakim, punya memori yang indah tentang Stadion Ikada. Pada masa itu, bisa menonton pertandingan sepak bola di Stadion Ikada menjadi kebanggaan. Bentuk Stadion Ikada juga unik.

"Pada pertandingan-pertandingan besar, penonton cukup banyak yang membanjiri Stadion Ikada walau tidak sebanyak penonton yang kerap datang di Stadion Utama Senayan [Gelora B**g Karno] belakangan ini," Chappy menuliskan.

Upaya DKI Jakarta untuk punya stadion baru bertaraf internasional tidak mudah. Ide pembangunan stadion baru ini dicetuskan Joko Widodo atau Jokowi, saat masih menjadi Gubernur DKI, pada November 2012 menjelang rapat RAPB dengan DPRD DKI Jakarta.

Jokowi mengusung nama Bersih Manusiawi Wibawa yang disingkat jadi BMW. Ketika itu DPRD menyetujui pembangunan stadion ini. Sayang, upaya Jokowi terbentur status tanah. Pasalnya, tanah di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara ini bersengketa.

Meski demikian Jokowi tetap melakukan seremoni peletakan batu pertama. Untuk diketahui, ketika itu Jokowi sedang ramai digadang-gadang jadi calon Presiden Republik Indonesia dari partai PDI Perjuangan. Benar saja, usai peletakan batu pertama tak ada pembangunan lanjutan.

Isu pembangunan stadion ini akhirnya muncul lagi saat Djarot Saiful Hidayat menjadi Gubernur DKI menggantikan Basuki Tjahaja Purnama yang tersangkut kasus pen*staan Agama. Djarot pun kembali melakukan seremoni peletakan batu pertama, sama seperti yang dilakukan Jokowi.

"Hari ini kami serahkan sertifikat [tanah] BMW kepada pak Gubernur [Djarot Saiful Hidayat]. Dulu, saat saya menjadi Gubernur [DKI Jakarta] ngurus sertifikat BMW menjadi stadion saja susah sekali," ujar Jokowi seusai seremoni pemberian sertifikat di Balai Kota DKI Jakarta.

Bedanya, saat itu status tanah sudah tak bersengketa. Tepatnya pada 20 Agustus 2017, Jokowi yang telah menjadi Presiden RI telah menyerahkan sertifikat tanah di Papanggo itu kepada Gubernur Djarot.

Hingga pucuk pimpinan Gubernur DKI Jakarta berganti, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno naik, belum ada pembangunan lanjutan.

Namun, Anies dan Sandiaga sejak masa kampanye berjanji akan menuntaskan pembangunan stadion yang disebut menyerupai Old Trafford, stadion milik klub papan atas Inggris, Manchester United.

Akhirnya, pada 14 Maret 2019, upaya DKI Jakarta punya stadion megah mendekati kenyataan. Mengulang tindakan Jokowi dan Djarot, seremoni pembukaan dilakukan. Bedanya, saat Jokowi dan Djarot ada prosesi peletakan baru pertama, sedangkan Anies melakukan tendangan pertama pembangunan stadion.

Dalam sambutannya Anies mengatakan stadion ini akan diberi nama Jakarta International Stadium atau disingkat menjadi JIS. Nama BMW yang dicanangkan Jokowi, dilanjutkan Basuki dan Djarot, disingkirkan oleh mantan Menteri Pendidikan tersebut.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, tanggal 14 Maret 2019, kick off pembangunan Jakarta International Stadium dinyatakan dimulai," ucap Anies saat itu.

Kali ini, proses pembangunan benar-benar berlangsung. Jakarta Propertindo (Jakpro) yang adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta ditunjuk menjadi kontraktor.

Jakpro lantas menunjuk PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, PT Jaya Konstruksi dan PT Pembangunan Perumahan (PP) sebagai pelaksana lewat lelang.

Untuk pembangunan ini DKI Jakarta menganggarkan Rp4,4 triliun. Dana sebanyak itu dikeluarkan DKI dari dua sumber. Anggaran sebesar Rp 3,646 triliun diambil dari anggaran PEN: Rp 1,182 triliun pada 2020 dan Rp 2,454 triliun pada 2021. Sumber kedua dari APBD DKI Jakarta.

Stadion berkapasitas 82.000 tempat duduk yang berdiri di kawasan seluas 221.000 meter persegi ini akan memiliki atap buka-tutup otomatis dan memiliki sky viewing deck di ketinggian 70 meter. Untuk lapangan akan menggunakan rumput hybrid.

Untuk faktor penunjang, Stadion JIS akan memiliki lahan parkir yang mampu menampung 800 mobil dan 100 bus. Rencananya, setelah stadion rampung, juga akan dibangun perlintasan jalur kereta api, LRT, dan MRT, dan busway.

Pada Jumat (18/6) siang, Anies mengabarkan lewat media sosial Instagram miliknya, bahwa rangka atap Stadion JIS seberat 3.900 ton telah terpasang. Sebelumnya, yakni pada Rabu (16/6), Anies mengatakan stadion yang bakal digunakan jadi markas Persija Jakarta ini akan dibuka pada akhir tahun 2021.

"Proses pemasangan rangka atap [Stadion] JIS ditargetkan rampung pada 5 Juli 2021. Kemudian Desember 2021 Insya Allah akan dijadwalkan pertandingan perdana di JIS ketika seluruh pembangunannya rampung," tulis Anies di dalam akun .

Walau terlambat, karena sebagian besar provinsi di Indonesia punya stadion yang diakui AFC hingga FIFA, di usia yang ke-494 tahun akhirnya DKI Jakarta punya stadion megah sendiri. Paradigma bangun stadion bagus saat jadi tuan PON, bisa jadi dipatahkan DKI Jakarta.

18 Pekerja Positif Corona, Stadion Dipta Bali Lockdown, Renovasi Dihentikan⚽GSSB - Sebanyak 18 buruh proyek Stadion Kapt...
21/06/2021

18 Pekerja Positif Corona, Stadion Dipta Bali Lockdown, Renovasi Dihentikan

⚽GSSB - Sebanyak 18 buruh proyek Stadion Kapten I Wayan Dipta di Kabupaten Gianyar, Bali, dinyatakan positif corona. Renovasi terhadap venue Piala Dunia U-20 ini pun terpaksa ditunda untuk sementara waktu.

Ketua Harian Satgas COVID-19 Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, mengatakan, kasus ini bermula pada Senin (12/6) lalu, saat seorang pekerja mengalami demam dan sakit tenggorokan.

Pekerja tersebut lalu berobat ke RS Family Husaha. Dokter menyatakan dia baik-baik saja. Pada Rabu (16/6), ia rapid test antigen rutin di klinik Stadion dan hasilnya positif corona.

"Dia pekerja asal luar Bali. Berdasarkan cerita dia, setiap pekerja wajib antigen (acak dan berkala). Itu sudah berlapis dan masih kebobolan. Kami tidak tahu pasti sumber penularan," kata Wisnu saat dihubungi, Senin (21/6).

Kemudian pada Kamis (17/6), Dinkes Kabupaten Gianyar melakukan tracing dengan rapid test antigen massal terhadap 285 pekerja. Dan ternyata, sebanyak 17 orang dinyatakan reaktif corona. Mereka menjalani tes swab metode PCR dan dinyatakan positif corona.

Kini, 6 orang di antaranya dirawat di RS rujukan COVID-19 Gianyar dan 12 orang diantaranya isolasi mandiri di indekos masing-masing.

"Pihak manajemen langsung melakukan lockdown," kata Wisnu.

Untuk mencegah penularan lebih luas, manajemen diminta melakukan penyemprotan disinfektan dua kali sehari di area Stadion Dipta. Satgas COVID-19 Kabupaten Gianyar telah mendirikan 5 posko untuk memantau pelaksaan karantina.

"Kita telah menutup akses menuju dan keluar masuk stadion, dan telah mendirikan 5 posko pengamanan dan menetapkan areal stadion I Wayan Dipta sebagai kawasan dalam pengawasan Tim COVID-19 Kabupaten Gianyar," jelas Wisnu.

Stadion Palaran Samarinda Tak Terurus, DPRD Kaltim: Jadi Sarang Hantu!⚽GSSB - Dalam waktu dekat Stadion Utama Palaran di...
30/12/2020

Stadion Palaran Samarinda Tak Terurus, DPRD Kaltim: Jadi Sarang Hantu!

⚽GSSB - Dalam waktu dekat Stadion Utama Palaran di Kecamatan Palaran, Samarinda bakal diaudit. Tujuannya, untuk mengetahui kerusakan serta memaksimalkan aset milik Pemprov Kaltim itu demi mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Kendati begitu, langkah tersebut justru dapat sorotan keras dari dewan.

“Kami sudah sering sampaikan mengenai itu (perbaikan dan pemanfaatan aset pemprov). Baiknya dirawat agar produktif,” ujar Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun saat dikonfirmasi pada Selasa (29/12/2020) sore.

1⃣ Dewan Sudah Sering Menegur Pemprov Soal Pemanfaatan Aset Terbengkalai

Namun pandangan yang diberikan para wakil rakyat ini rupanya belum bisa diwujudkan. Buktinya hingga sekarang gelanggang olahraga ratusan miliar rupiah itu tak terurus. Samsun pun sudah menerima kabar tersebut. Sehingga dia begitu menyayangkan bila aset ini dibiarkan terbengkalai. Selain PON ke-17 pada 2008 lalu, Stadion Utama Palaran ini juga pernah digunakan saat Piala Gubernur Kaltim pada Februari 2018 lalu. Sayangnya, agenda itu menjadi kompetisi terakhir yang dipertandingkan di gelanggang itu. Setelahnya tak ada lagi kompetisi menyapa.

“Kalau dikelola dengan baik pasti menghasilkan. Sayang itu jadi sarang hantu saja,” celetuk politisi PDI Perjuangan tersebut.

2⃣ Dibangun Dengan Dana Rp 800 Miliar Lebih Namun Tak Terurus

Informasi dihimpun IDN Times pembangunan stadion tersebut tak murah. Nyaris menelan duit Rp 1 triliun, persisnya Rp 883 miliar. Kapasitasnya mencapai 60 ribu penonton, yakni 59 ribu 355 kursi. Luas keseluruhan 88 hektare, di lokasi ini tak hanya ada stadion saja, venue olahraga lain juga tersedia. Tak cuma itu, rupanya pada 2014 lalu Stadion Utama Palaran sempat menjadi markas bagi Klub Putra Samarinda. Nah, dengan potensi yang begitu besar, lanjut Samsun, sangat miris bila tak dimaksimalkan dengan baik. Itu sebab, memang diperlukan tangan dingin dan kreatif. Sehingga gelanggang olahraga ini tak terbengkalai begitu saja.

“Sayang dibangun mahal-mahal namun ujungnya-ujungnya tak terurus,” tegasnya.

3⃣ Baiknya Serahkan Ke Pihak Ketiga Tapi Bukan Perusahaan Daerah

Dia pun menyarankan agar kawasan ini masuk dalam daftar lelang. Diserahkan kepada pihak ketiga. Dengan demikian ada yang memperhatikan. Namun yang mengelola bukan perusahaan daerah atau perusda. Nanti bisa mangkrak dan terbengkalai lagi. Baiknya dikelola swasta, tapi dengan klausul yang jelas sehingga Pemprov dan pihak ketiga sama-sama mendapat untung. Ujungnya, masyarakat di Palaran yang pingin olahraga juga tak jauh-jauh ke kota. Sudah ada Stadion Utama Palaran dengan segudang fasilitas lengkap dengan pendukungnya.

“Keputusan ada di tangan Pemprov. Jangan sampai aset-aset yang ada justru mangkrak dan terbengkalai. Lebih baik jadi pendongkrak pendapatan daerah,” pungkasnya

Nostalgia Hari Ini: Malaysia Berpesta di Stadion Utama Gelora B**g Karno⚽GSSB - Tanggal 29 Desember 2010 jadi salah satu...
29/12/2020

Nostalgia Hari Ini: Malaysia Berpesta di Stadion Utama Gelora B**g Karno

⚽GSSB - Tanggal 29 Desember 2010 jadi salah satu bagian kelam di sejarah sepak bola Indonesia. Timnas Indonesia harus menyaksikan sang rival abadi, Malaysia berpesta pora di tanah sendiri, Stadion Utama Gelora B**g Karno, Jakarta.

Hadapi Malaysia di leg kedua babak final Piala AFF 2010 meski mampu menang 2-1 atas tim Harimau Malaya, gelar juara tak mampu direngkuh. Di leg pertama, Maman Abdurrahman cs dibekuk tiga gol tanpa balas di Stadion Bukit Jalil. Kelak di kemudian hari, publik Indonesia mengenal momen ini sebagai skandal Bukit Jalil.

Saat itu, meski tertinggal tiga gol di leg pertama, antusiasme publik Indonesia hadapi leg kedua masih sangat besar. Masih ada asa dan harapan untuk anak asuh Alfred Riedl tersebut. Modal kemenangan di babak fase grup menjadi keyakinan tersendiri bagi publik bahwa tim Merah Putih akan mampu membalikkan keadaan.

Indonesia di hari itu seolah berhenti sesaat. Di Stadion Utama Gelora B**g Karno sudah dipenuhi puluhan ribu para suporter Merah Putih. Di tempat lain, orang terpaku di depan layar televisi untuk memberika dukungan kepada Timnas Indonesia.

Kelakuan suporter Malaysia di leg pertama begitu menyakitkan publik Indonesia. Sinar laser yang diarahkan kepada kiper Markus Horison di leg pertama jadi sorotan semua pihak di Indonesia. Namun di leg kedua, para suporter bersikap lebih dewasa dengan hanya memberikan psywar kepada skuat Malaysia.

Dua Gol Tak Cukup

Harus menang 4-0 atas Malaysia, permainan Indonesia sejak awal babak pertama sangat jauh berbeda dibanding saat di Bukit Jalil. Bambang Pamungkas dkk bermain sangat agresif. Asa itu bisa mencetak gol terlebih dahulu sempat muncul saat timnas meraih hadiah penalti.

Sayang sepakan dari Firman Utina masih mampu dihalau kiper Malaysia, Cek Khairul Fahmi. Babak pertama timnas tak mampu mencetak gol meski beberapa kali mendapat peluang emas.

Dukungan masih mengalir, Stadion Utama Gelora B**g Karno masih bergemuruh dengan dukungan para suporter. Di babak kedua, publik Indonesia terdiam. Di menit 54, Moh. Safee Sali justru membobol gawang Indonesia. Melalui serangan balik cepat, kecepatan Safee melewati penjagaan dua bek Indonesia. Dengan tenang Safee melepaskan sepakan menaklukkan Markus Haris Maulana.

Publik baru bersorak pada menit ke-72 saat M Nasuha mencetak gol memanfaatkan bola rebound sepakan dari Ahmad Bustomi. Namun gol itu belum cukup membuat Indonesia keluar sebagai juara, pun dengan gol yang dicetak M Ridwan di penghujung laga. Meski menang 2-1, timnas Indonesia harus telan pil pahit melihat Malaysia pesta pora di Stadion Utama Gelora B**g Karno.

Manajemen PSIS Semarang Kirim Surat ke Kantor Ganjar Pranowo Terkait Stadion Jatidiri⚽GSSB - Manajemen PSIS Semarang sec...
29/12/2020

Manajemen PSIS Semarang Kirim Surat ke Kantor Ganjar Pranowo Terkait Stadion Jatidiri

⚽GSSB - Manajemen PSIS Semarang secara resmi menyampaikan surat izin pemakaian Stadion Jatidiri kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Yoyok Sukawi selaku Chief Executive Officer (CEO) Laskar Mahesa Jenar, datang langsung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang dengan didampingi manajer tim Immanuel Anton Nikijuluw dan media officer tim Alvin Syaptia Pratama pada Senin (28/12/20) siang.

Pengantaran surat pun secara prosedur dengan menyerahkan ke staff Tata Usaha Gubernur Jawa Tengah dan staff Tata Usaha Sekretaris Daerah Jawa Tengah dan tanpa bertemu pejabat yang bersangkutan.

Surat yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini menyikapi desakan Panser Biru kepada manajemen PSIS terkait gerakan .

“Siang ini, CEO PSIS didampingi Manajer Tim mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk menyampaikan surat izin pemakaian Stadion Jatidiri sesuai aspirasi teman-teman Panser Biru beberapa waktu lalu,” tulis akun Instagram resmi .

“Surat tersebut ditujukan kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah dan tembusan ke Bapak Sekda serta Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” lanjut akun Instagram resmi PSIS.

Sebelum penyerahan surat tersebut, DPP Panser Biru sebagai organisasi suporter PSIS sempat mendatangi kantor manajemen PSIS untuk menyampaikan aspirasinya terkait Stadion Jatidiri.

Manajemen PSIS pun telah merespons dengan mengajak DPP Panser Biru untuk melakukan audiensi dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah pada Rabu pekan lalu.

Namun karena jawaban dari Disporapar masih mengambang, manajemen PSIS akhirnya memutuskan untuk datang ke Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Yoyok Sukawi sendiri ketika dihubungi awak media menyatakan bahwa pihaknya hanya menyampaikan aspirasi dari organisasi Panser Biru dan untuk saat ini tengah menunggu respons dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku pengelola Stadion Jatidiri.

“Kami masih menunggu jawaban dari Pak Gubernur, Mas,” ujar Yoyok Sukawi kepada awak media melalui aplikasi pesan singkat.

Melalui akun Instagram pribadinya, Yoyok Sukawi juga mengajak anggota DPP Panser Biru untuk bersabar menunggu jawaban dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selaku pengambil kebijakan terkait Stadion Jatidiri.

“Sekarang untuk teman-teman Panser Biru yang memiliki aspirasi terkait Stadion Jatidiri mohon ditunggu untuk menunggu jawaban dari Bapak Gubernur beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Matur nuwun,” tulis Yoyok Sukawi.

Piala Dunia U-20 Ditunda 2 Tahun, Kementerian PUPR Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Stadion Piala Dunia U-20⚽GSSB - Pera...
29/12/2020

Piala Dunia U-20 Ditunda 2 Tahun, Kementerian PUPR Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Stadion Piala Dunia U-20

⚽GSSB - Perawatan dan pemeliharaan stadion yang seharusnya digunakan untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 Indonesia dipastikan akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga alias Menpora Zainudin Amali seusai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, perwakilan kementerian/lembaga serta pimpinan pemerintah daerah di Jakarta, Senin (28/12/2020) petang sebagai tindak lanjut penundaan Piala Dunia U-20 2021.

Terkait pemeliharaan stadion, Zainudin menyampaikan Kementerian PUPR hanya akan menangani masa perawatan selama satu tahun ke depan.

“PUPR menyanggupi setelah pengerjaan (stadion) selesai, mereka yang akan menangani perawatan dan pemeliharaan stadion sampai akhir 2021,” ungkap Zainudin dalam konferensi pers yang diikuti secara virtual.

Sementara mulai tahun 2022, pemeliharaan dan perawatan stadion akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yang bersangkutan, masing-masing dengan menggunakan biaya dari APBD.

Ketika sudah memasuki tahun 2023, Kemenpora dan Kementerian PUPR selanjutnya akan meninjau ulang kelayakan stadion secara langsung untuk memastikan jika stadion sesuai dengan standar FIFA atau tidak.

“Pada akhir 2022 akan kami evaluasi lagi seluruh venue, apabila di dalam masa setelah diserahkan kepada pemda masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki maka kementerian PUPR bertanggung jawab memperbaiki sampai dengan pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023,” pungkas Zainudin.

Meski FIFA sudah memutuskan menunda Piala Dunia U-20 selama dua tahun menjadi tahun 2023, pengerjaan infrastruktur, sarana dan prasarana stadion, kata Menpora, tetap ditargetkan selesai sesuai rencana, yakni pada Maret - April 2021. Jika semua sudah rampung, fasilitas yang ada di stadion pun dapat digunakan untuk berbagai event olahraga.

Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang)
28/12/2020

Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang)

Kisah di Balik Jok Mobil Balap Merambah Dunia Sepakbola⚽GSSB - Jika Anda perhatikan, kursi yang digunakan oleh klub-klub...
27/12/2020

Kisah di Balik Jok Mobil Balap Merambah Dunia Sepakbola

⚽GSSB - Jika Anda perhatikan, kursi yang digunakan oleh klub-klub elite Eropa untuk tempat pelatih, staf dan pemain cadangan duduk di pinggir lapangan, terlihat sangat nyaman, dengan berbagai warna dan bentuk yang berbeda.

Tapi tahu kah Anda, kalau sudah banyak tim papan atas yang ternyata menggunakan kursi di bench mereka berupa jok mobil balap merek terkenal Recaro. Bagaimana Recaro, yang notabene merek otomotif, bisa merambah dunia sepakbola?

Sebagai catatan, jok mobil produksi Recaro kini sudah masuk ke bench di markas 70 tim, di antaranya Manchester United, Real Madrid, Borussia Dortmund, Lyon, West Ham dan Newcastle United dan sebagian besar tim Jerman.

Di tahun 1990, klub asal Jerman, Kaiserslautern, memiliki jajaran petinggi yang juga pemilik dari Recaro, Ulrich Putsch. Dia kerap mendengar bahwa sang pelatih, Kalli Feldkamp, mengeluhkan sakit punggung setelah duduk berlama-lama di bench pemain.

Karena itu lah, Putsch berinisiatif untuk memberikan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa sakit yang diderita pelatih tim, dengan mengaplikasikan jok mobil balap Recaro, yang biasa dia pakai untuk menyuplai mobil Audi.

Barulah di tahun 1994, rencana Putsch berjalan dan akhirnya semua awak tim yang berada di bench, mereasakan kenyamanan yang diberikan Recaro.

Tahun ke tahun, banyak tim yang ingin mengikuti tren serupa. "Tim lain menjadi sangat bersemangat sehingga mereka memesan bangku dari Recaro. Ini menjadi proyek penjualan khusus selama bertahun-tahun," kata perwakilan Recaro, Tilman Schaefer.

"Ini jadi semacam standar di sepakbola, termasuk stadion bisbol di Jepang, plus kursi kelas bisnis di stadion. Di Eropa dan Jepang, Recaro mungkin merupakan pemasok terbesar," tambahnya

Untuk setiap kursi buatan Recaro berbahan kulit asli, dijual seharga 3.500 pound atau setara Rp. 62 juta. Harga tersebut pasti sebanding dengan kenyamanan dari kursi, termasuk saat musim dingin.

Pro dan Kontra Stadion dengan Lintasan Atletik di Indonesia, Jadul atau Modern?⚽GSSB - Jika berkiblat ke Eropa, khususny...
26/12/2020

Pro dan Kontra Stadion dengan Lintasan Atletik di Indonesia, Jadul atau Modern?

⚽GSSB - Jika berkiblat ke Eropa, khususnya di negara Inggris, memang stadion-stadion di negri Ratu Elizabeth tersebut sudah tak menggunakan lintasan atletik.

Bahkan, London Stadium atau Olympic Stadium yang kini menjadi kandang West Ham United, tidak memiliki lintasan atletik. Padahal stadion tersebut dibangun untuk Olimpiade London 2012.

Stadion Wembley, stadion terbesar di Inggris Raya saat ini, juga tidak menggunakan lintasan atletik. Tetapi tidak semua stadion di Eropa, bahkan stadion Piala Dunia lantas menghilangkan lintasan atletik.

Contohnya Stadion Olimpico Roma yang masih punya lintasan atletik. Begitu juga dengan Olympiastadion Berlin yang tetap berdiri megah dengan lintasan atletik berwarna biru.

Apakah dua stadion megah yang pernah menggelar Piala Dunia tersebut bisa dibilang bukan stadion modern hanya karena memiliki lintasan atletik?

Rekomendasi Stadion Standar FIFA

FIFA pada tahun 2007 lalu, merevisi dan menyempurnakan sebuah panduan untuk stadion sepak bola. Sebuah panduan berjudul 'Football Stadiums: Technical recommendations and requirements', atau Stadion Sepak Bola: Rekomendasi dan persyaratan teknis.

Dalam panduan tersebut di bagian 1 tentang Pre-Konstruksi, disebutkan soal adapting a basic stadium atau bentuk dasar sebuah stadion. Pada dasarnya sebuah stadion harus memiliki 4 bagian tribun.

Bentuk stadion pun tak melulu harus berbentuk persegi. Stadion juga tak harus memiliki atap di setiap tribunnya.

Masih di bagian yang sama dalam poin 1.7, Multi-purpose stadiums atau stadion multifungsi, disebutkan bahwa "stadion didesain agar bisa menjadi tuan rumah olahraga lain ataupun acara hiburan selain sepakbola."

"Stadion sepak bola juga dapat digunakan untuk menjadi venue acara hiburan seperti konser, festival, teater, dan acara pameran.

Meski lintasan atletik membuat jarak antara tribun penonton dengan lapangan menjadi agak lebih jauh, tetapi hal itu tidak bisa dihindari. Berbagai cara bisa dilakukan untuk tetap memiliki lintasan atletik tanpa mengurangi kenikmatan saat menyaksikan sepak bola.

Seperti yang dilakukan di Stade de France dan Stadion Nasional Singapura, dengan kursi bongkar pasang yang diletakkan di lintasan atletik saat ada pertandingan sepak bola.

Beberapa hal di atas menunjukkan bahwa stadion modern tidak selalu harus menghilangkan lintasan atletik.

Stadion di Indonesia

Dari beberapa poin di atas, kita bisa mengambil beberapa contoh stadion di Indonesia. Apakah Stadion Piala Dunia U-20 yang didaftarkan PSSI seperti Stadion Gelora B**g Karno, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, dan Stadion Gelora B**g Tomo stadion yang modern atau tidak?

Tiga stadion itu sudah menggunakan full single seat, memiliki papan skor digital yang berstandar regulasi FIFA, tetapi masih tetap memiliki lintasan atletik.

Apakah tiga stadion tersebut bisa dibilang kuno dengan segala fasilitas yang mereka miliki? Mari kita bandingkan dengan Stadion Maguwoharjo.

Stadion Maguwoharjo saat dibangun mendapat sambutan yang begitu hangat karena mengadaptasi Stadion San Siro dan tidak memiliki lintasan atletik.

Di sisi lain, Stadion Maguwoharjo pernah ditolak oleh perkawilan AFC. Stadion Maguwoharjo (Sleman) awalnya direkomendasikan oleh PSSI ke AFC untuk venue kualifikasi Piala Dunia 2019 dan Kualifikasi Piala Asia 2019 bersama Stadion Gelora Delta (Sidoarjo), Stadion I Wayan Dipta (Bali) dan Stadion Manahan Solo.

Namun Stadion Maguwoharjo dianggap tidak layak karena tidak memiliki single seat atau kursi tunggal sama sekali dan standar lampu yang tak sesuai standar AFC. Single seat untuk Stadion Maguwoharjo sendiri baru dipasang sebanyak 5.000 untuk Liga 1 2019.

Apakah Stadion Maguwoharjo yang tidak memiliki lintasan atletik, namun di sisi lain pernah ditolak AFC karena tidak punya single seat dan lampu yang tak memenuhi standar, bisa dikategorikan sebagai sebuah stadion sepak bola yang modern?

Masih ada lagi satu stadion di Indonesia yang perlu dibedah dalam pembahasan ini, yaitu Stadion Gawalise (Palu). Stadion ini memiliki desain tribun yang cukup unik.

Jika umumnya stadion dengan lintasan atletik memiliki bentuk rectangular atau berbentuk lonjong, maka berbeda dengan Stadion Gawalise.

Stadion Gawalise mengadaptasi stadion berbentuk bujur sangkar seperti kebanyakan stadion di Eropa, namun ada lintasan atletik didalamnya. Tentunya Stadion Gawalise menjadi contoh bahwasanya stadion berbentuk kotak tak selalu bisa disebut sebagai stadion modern.

Ada contoh lagi di Stadion Merpati (Depok), stadion ini berbentuk persegi panjang dan tidak ada lintasan atletik. Tetapi kapasitas stadion ini hanya 3.000 penonton dan lokasinya sangat berhimpitan dengan pemukiman warga.

Apakah stadion tersebut bisa dikategorikan sebagai stadion modern?

Bench Pemain Stadion Kanjuruhan⚽GSSB - Stadion Kanjuruhan dilengkapi dengan 4 buah bench pemain, 1 buah bench wasit sert...
26/12/2020

Bench Pemain Stadion Kanjuruhan

⚽GSSB - Stadion Kanjuruhan dilengkapi dengan 4 buah bench pemain, 1 buah bench wasit serta 2 buah bench untuk tenaga medis. setiap tim mendapat 2 bench dengan 14 Reclining Seat yang representatif untuk kenyamanan pemain sepakbola.

Address

Menara Karya Blok X-5 Kav. 1/27 Th Floor, Jalan HR. Rasuna Said
Jakarta
433

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Galeri Stadion Sepak Bola posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share