18/03/2020
Reposted from "Ah, Covid gak berbahaya! Dibandingkan DBD, udah jauh lebih banyak yang DBD yang meninggal"
Gini yaaaa
1. Virus DBD disebarkan lewat nyamuk. Artinya ada orang yang DBD, digigit nyamuk, trus si nyamuk ini gigit orang lain. Nyebarnya lumayan susah.
Virus HIV juga nyebarnya susah, harus lewat transfusi darah atau hubungan seks.
Nah virus Covid, nyebarnya dari manusia ke manusia, dan ini cepet banget kalau kita ngeyel gak mau mengurangi interaksi.
Misal:
Ada orang positif Covid yang batuk / bersin. Ditutupin pake telapak tangan. Tangannya salaman dengan kita. Hidung kita gatel. Garuk. Kita bisa kena.
Ada orang positif Covid datang ke rumah. Buka pintu. Pegang gagang pintu. Kita tutup pintu. Kita makan pake tangan. Kita bisa kena.
Skenarionya bisa macem2 banget.
___
2. Kalau kita ngotot tetap ingin ketemu keluarga di rumah 'mumpung lagi WFH/kelas online', bisa aja kita udah kena, tapi karena masih muda, kita gak menunjukkan gejala. Trus nularin orang serumah.
Atau sebaliknya. Kita sebenarnya masih clean. Orang di rumah ada yang udah kena. Kita pulang kampung, bawa virus, dan balik ke kantor. Nularin orang di kantor.
Beneran deh, kita harus peduli nyawa orang lain.
___
3. Saat ini Indonesia masih berada di fase awal k***a penyebaran. Artinya jumlah kasus di Indonesia akan terus naik. Di China, pada fase ini peningkatannya bisa 4.000 kasus PER HARI!
Diperkirakan puncak Covid akan terjadi 60-80 hari setelah outbreak pertama, yaitu sekitar Mei-Juli. MASIH LAMA.
Total pasien bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu. Dengan kapasitas RS Indonesia yang di bawah Italia, angka kematian Indonesia bisa melampaui angka kematian Italia yang 8%. Andai yg positif 100.000 orang saja, maka yang meninggal adalah 8.000 orang.
Kalau jumlah pasien Covid melebihi kapasitas RS, lama-kelamaan RS akan harus memilih siapa yang perlu dirawat.
Italia skrg sudah memilih, pasien Covid 80 tahun ke atas tidak akan dirawat. 'Left to die', istilahnya.
___
Bosen WFH? Please jangan egois.
Mendingan ikutan fundraising beli masker untuk para dokter/perawat. Ikutan beli makanan buat para driver ojol. Ikutan mengedukasi ortu, kakek/nenek, dan ART di rumah. -