19/01/2015
Tips Membeli Sepeda Gunung?
INILAH.COM, Jakarta - Jangan anggap enteng hal ini. Memilih sepeda, khususnya sepeda gunung/ MTB bukanlah sesuatu yang sepele.
Begitu memasuki toko sepeda ada beragam pilihan yang membingungkan. Tanpa pengetahuan memadai tentang sepeda, bisa-bisa kita membeli sepeda yang tidak sesuai dengan fungsinya.
Jangan sekali-kali membeli sepeda hanya karena senang pada bentuknya, tapi prioritaskan pada fungsi dan kebutuhan kita. Tentukan dulu penggunaannya untuk apa. Jangan sampai salah dalam memilih.
Misalnya, ingin ‘bike to work’ dengan jarak rumah ke kantor 40 kilometer tapi yang dibeli sepeda BMX, atau mau ke gunung tapi yang dibeli city bike. Lebih sempit lagi, dalam dunia MTB misalnya, sepeda cross country dipakai untuk downhill, atau sepeda downhill dipakai dirtjump.
Beli jadi atau merakit?
Sepeda gunung bisa dibeli dalam bentuk sepeda jadi (full-bike) maupun rakitan yang komponennya kita tentukan sendiri. Sebagai pemula mana yang harus dipilih?
Pilihan pertama, membeli full-bike, berarti tinggal datang ke toko, pilih, bayar dan langsung pakai. Jika Anda tak mau repot, atau bersepeda bagi Anda hanya sekadar untuk berolahraga dan sarana transportasi alternatif, maka membeli sepeda full-bike sangat cocok.
Pilihan kedua adalah sepeda rakitan. Ada yang betul-betul merakit sendiri dari A sampai Z, tapi ada p**a yang dirakitkan oleh toko namun komponennya pilihan sendiri. Persis seperti membeli komputer rakitan. Membangun sepeda sendiri jelas lebih merepotkan daripada membeli yang sudah jadi. Namun kelebihannya, sepeda rakitan memiliki nilai kepuasan tersendiri bagi pemiliknya karena spesifikasinya sesuai dengan keinginan dan pas dengan gaya pribadi.