15/10/2018
NP-NG memang terdengar filosofis. Mungkin idenya, saat ingin mencapai sesuatu ada yang harus dikorbankan sampai kita merasa sakit. Bahkan saat beban semakin berat, kita putuskan untuk terus berjuang sampai selesai. Jadi, rasa sakit yang dilewati tidak sia-sia dan membuat kita semakin kuat. Tanpa tekanan (yang menimbulkan 'pain') tidak ada pertumbuhan.
Tapi DALAM KONTEKS latihan fisik, prinsip NP-NG tidak mutlak. Jika yang kita pikirkan adalah:
- membulatkan tekad menyelesaikan repetisi terakhir walau sudah sangat letih
- menambah berat beban walau terbayang akan sulit
mungkin maksud kita adalah 'discomfort', BUKAN 'pain'.
'Pain' = rasa sakit fisik yang muncul dari cidera, bisa terjadi karena tehnik kurang baik, intensitas melebihi kapasitas, atau sekadar apes. Bentuknya rasa tajam di titik otot/sendi tertentu di tubuh, sering hanya satu sisi. Membuat tidak bisa melakukan satu gerakan dengan baik atau sama sekali. Semakin bergerak, semakin sakit. Perlu mingguan/bulanan untuk dihilangkan.
Supaya , kita harus progresif menaikkan intensitas (menambah repetisi/beban/gerakan/durasi) latihan. Yang ingin dialami lewat progresi adalah '(muscular/mental) discomfort'; berat rasanya tapi kita yakinkan diri untuk menyelesaikan. Kita jadi lebih letih karena usaha esktra lebih SAAT latihan, dibandingkan dulu melakukan yang sama dengan intensitas lebih rendah. Usaha ekstra ini sering ditandai dengan munculnya 'soreness' (atau DOMS - delayed onset muscle soreness).
'Soreness' = rasa pegal (bisa tepat atau dalam 24-48 jam) sesudah latihan; area lebih luas (mis seluruh paha). Ini cara tubuh bilan "kamu baru melakukan aktivitas fisik yang tak biasa!". Bisa dipercepat hilangnya justru dengan tetap latihan/bergerak dengan intensitas rendah.
Don't make pain or soreness the indicators of an effective training session. Someone can workout at low intensity and not experience both, and still it is better than nothing. Progress can even come without discomfort; but very very slow.
So when is the 1% of time 'pain' can be useful? Only when the pain from injury triggers us to train smarter & empowers us to not give up and try again once we recover.