25/10/2019
CURHATAN UNTUK BAPAK BUPATI.
Kepala Daerah (Bupati) sejatinya adalah Bapak dari seluruh masyarakatnya. Selayaknya orang tua, sudah seharusnya sebagai bapak dari anak-anaknya, ketika sang anak (Masyarakat) memiliki sebuah permasalahan diberikan solusinya bukan malah mengacuhkannya!! Yah Statment Bupati Cirebon di salah satu media online, terkait tanggapannya terhadap PSGJ Cirebon saat ini dengan kata "PSGJ MILIK PERORANGAN". Menghentakkan admin. Yah admin jadi teringat 2 tahun lalu (2017), dikala PSGJ memiliki problem yang sama, kehabisan dana untuk menuju 16 besar Liga 3. Supporter PSGJ kala itu sudah siap untuk turun ke jalan (Demontrasi di kantor Bupati), kabar ini terdengaran oleh Bupati saat itu (Sunjaya) dan langsung memrintahkan kepala dinas DISBUDPARPORA untuk membujuk supporter agar tidak turun ke jalan dan digantikan dengan audensi. Terjadilah audensi antara supporter dengan PEMDA. Pernyataan KADISBUDPARPORA saat itu, "Pemerintah tidak bisa bantu PSGJ sebab PSGJ bukan milik Pemda lagi tapi milik perorangan". lanjutnya "Untuk menyelesaikan permasalahan ini semua, nanti akan kami urus kembali kepemilikan PSGJ agar kembali ke tangan Pemda, saya perintahkan Kabidolahraga cepatnya 2 minggu telatnya 1 bulan agar diselesaikan". 2 Tahun sudah waktu berjalan, tapi hingga saat ini kejelasan kepemilikan itu kembali menjadi senjata andalan PEMDA untuk CUCI TANGAN padahal KADISBUDPARPORA masih orang yang sama!!! Akta pendirian atas nama M.Suhud, sudah diberikan untuk dirubah. Dalam acara Sarasehan di ulang tahun PASOEGATI ke-8 tahun 2019 pun KADISBUDPARPORA berjanji akan menyelesaikan polemik PSGJ. Hingga ditunjuklah H.Mustofa sebagai ketua PSGJ belum lama ini, atas arahan dari KADISBUDPARPORA. Lantas di hari ini Pak Bupati Imron Rosyadi masih mempermasalahkan "PSGJ MILIK PERORANGAN". Berarti JANJI-JANJI KADISBUDPARPORA selama 2 tahun ini sebelum bapak menjabat, akan menyelesaikan PSGJ kembali ke Pemda adalah BOHONG!!! Padahal PSGJ ini sejatinya bukan Rampok yang akan menghabiskan uang pemda, cukup berikan pengakuan dan bantu pengelolaannya pasti akan mandiri. Ahhh...Pak Bupati, kami kecewa ke Bapak atas statmentnya. Padahal seharusnya Bapak selaku Bupati, sudi memanggil PSGJ terlebih dahulu untuk mencari tahu duduk permasalahannya sebelum berstatment.