Leadership Motivation Communication Organization

Leadership Motivation Communication Organization Master Trainer sejak 1993. Alumni Sospol UGM. Alumni & Program Doktor HITS. Dosen Universitas Mercu Drs. Menjadi Presbiter sejak umur 29 Tahun.

Reinhard Samah Kansil, M.Th
Kandidat Doktor Teologi dengan konsentrasi studi “Christian Leadership” ini pada Usia 14 Tahun sudah berkhotbah. Berpengalaman sebagai Training Manager di beberapa Perusahaan besar sejak tahun 1993. Alumnus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini adalah Dosen Mata Kuliah Agama Kristen pada Universitas Mercu Buana Jakarta. Bukunya “Karakter Kepemimpinan Unggul” -Penilaia

n Penatua & Diaken Terhadap Pendeta GPIB se DKI Jakarta, telah diterbitkan oleh penerbit Pundi Laras Media (2014). Bapak satu anak ini adalah Founder/CEO PT. Amarilis Kriya Cipta, lembaga Pelatihan bernama ‘Christian Leadership Training’.

27/02/2025

AYAT HARI INI

Kegagalan Bukanlah Disaat Seseorang Jatuh, Tapi Saat Seseorang Menolak Bangkit.

Mereka Rebah Dan Jatuh, Tetapi Kita Bangun Berdiri Dan Tetap Tegak. (Maz. 20:8)

-rsk-

DKN. MAGDALENA BARUSSelama dua hari saya berbagi dengan Majelis dan Pengurus Pelkat GPIB Ebenhaezer, Blitar dalam Bina K...
28/10/2024

DKN. MAGDALENA BARUS

Selama dua hari saya berbagi dengan Majelis dan Pengurus Pelkat GPIB Ebenhaezer, Blitar dalam Bina Khotbah Batch 65.

Empat jam pada Sabtu, 19 Oktober dan empat jam pada Minggu, 20 Oktober. Total delapan jam.

Ini jemaat kecil. Tidak lebih dari 60 KK. Presbiter/majelisnya sepuluh orang. Lima Penatua lima Diaken.

Ditambah Pengurus Pelkat, kelas bina saya ini diikuti 24 peserta. Sebuah kelas yang kecil. Tapi saya terkesan dengan semangat dan determinasi tinggi dari seluruh peserta.

Semuanya larut dalam kegembiraan proses pembinaan yang menyenangkan. Tugas-tugas kelompok dan praktek micro khotbah dilakukan dengan penuh s**acita.

Saya memperhatikan ada seorang presbiter yang sorot matanya berbinar setiap kali bertanya kepada saya. Ada rasa keingintahuan yang besar dari gayanya bertanya.

Belakangan saya tahu dari Pdt. Riosario Tamawiwy, Ketua majelis Jemaat Ebenhaezer, beliau Bernama Dkn. Magdalena Barus.

Ibu Lena, panggilannya, adalah presbiter terlemah dalam jajaran majelis Ebenhaezer, dalam hal berkhotbah.

Tapi saya terkejut ketika selesai mengajar di GMIST Ikhtus, Surabaya, Minggu 27 Oktober, diberitahu bahwa Dkn. Magdalena Barus menjadi Pelayan Firman pada Ibadah Minggu di GPIB Ebenhaezer dengan WOW.

Tidak percaya, saya segera browsing Youtube milik GPIB Ebenhaezer untuk menyaksikan ibadah live streamingnya.

Saya dibuat terpana dan jujur, saya terharu. Dia yang terlemah menjadi yang terkuat. Khotbahnya memukau, diselingi nyanyian solo, Betul betul memikat. Timbre vokalnya saya s**a. Call To Actionnya menjadi klimaks yang WOW.

Yang terdahulu akan menjadi yang terkemudian.
Yang terkemudian akan menjadi yang terdahulu.

RSK
Cibubur 28.10.24


PELATIHAN KHOTBAH TEMATIK26-27 Oktober 2024   Pelatihan Khotbah Tematik yang saya ampu telah berlangsung sebanyak 65 ang...
09/10/2024

PELATIHAN KHOTBAH TEMATIK
26-27 Oktober 2024

Pelatihan Khotbah Tematik yang saya ampu telah berlangsung sebanyak 65 angkatan.

Sudah tersebar ribuan alumninya di seluruh Indonesia.

Kini saya bersama Gereja Masehi Injili Sanger Talaud (GMIST) Jemaat IKHTUS, Surabaya, bekerja sama mengadakan KELAS ANGKATAN KE 66 di Jl. Ikan Gurami IV, Perak Bar., Kec. Krembangan, Surabaya, Jawa Timur 60177

https://maps.app.goo.gl/uHVnNG9kUGQzpkhL9

Peserta akan belajar bersama bagaimana MENULIS dan dengan TANPA MEMBACA mampu MEMBAWAKAN Khotbah tematik yang WOW

Workshop akan berlangsung selama 2x 4 jam = 8 jam

Sabtu, 26 Oktober jam 16.00 s/d 20.00 wib

Minggu, 27 Oktober jam 13.00 s/d 17.00 wib

MATERI AJAR

1. Meningkatkan Kecerdasan Emosional & Spiritual Pengkhotbah
2. Enam langkah Menyusun Khotbah Tematik
3. Tiga teknik melekatkan materi khotbah ke benak
4. Lima Teknik (Verbal-Vokal-Visual) membawakan khotbah memukau

KOMPOSISI PELATIHAN

70% Praktek
20% Strategi
10% Teori

Kontribusi 300K

Tersisa 5 seat untuk peserta

Pendaftaran:
087845121475




★★★★★ · Church

 Sabda Bina Diri  #1221Rabu, 9 Oktober 2024Yohanes 17:20-23AKU DIDALAMMU ENGKAU DIDALAMKUOleh: Reinhard Samah Kansil, M....
08/10/2024



Sabda Bina Diri #1221
Rabu, 9 Oktober 2024
Yohanes 17:20-23

AKU DIDALAMMU ENGKAU DIDALAMKU
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (ay. 23)

Bacaan malam ini menggambarkan bagaimana, Yesus berdoa agar individu hasil pemberitaan Injil memahami makna menjadi satu.

Menjadi satu karena memang Allah dan Yesus adalah satu. Itu berarti mempraktikkan kasih yang terjadi antara Allah dan Anak, dalam keseharian hidup beriman semua orang yang percaya.

Menjadi satu berarti tidak tercerai berai oleh karena adanya perbedaan budaya, bahasa, tempat, dan lain sebagainya.

Itu berarti berkeinginan menjaga kesatuan meski ada perbedaan. Dengan adanya kasih maka kesatuan dikedepankan, sementara pertikaian dan pertumpahan darah dikesampingkan.

Mengapa kesatuan orang percaya menjadi kerinduan Yesus dalam doanya? Karena Yesus ingin agar para murid berhasil dalam pemberitaan Injil dan menjadi saksi bagi dunia.

Agar dunia tahu bahwa Allah Bapa telah mengutus Yesus dan Yesus mengasihi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Karena kasih Bapa, Ia telah mengurbankan Anak-Nya untuk menjadi tebusan bagi semua manusia berdosa.

Maka menjadi satu hanya dapat terjadi jika orang percaya memiliki dan mempraktikkan kasih Allah di antara satu dengan yang lain.

Bagaimana kita dapat bersatu sementara ada begitu banyak perbedaan? Jawabnya adalah dengan mengedepankan kasih Yesus yang sudah kita alami.

Marilah kita pancarkan kasih itu melalui kesatuan kita sebagai orang-orang yang percaya kepada-Nya. Agar melaluinya dunia dapat melihat kasih dan kemuliaan-Nya.

Harimau dan Kuda

Alkisah, Sekelompok kuda liar tengah merumput di padang belantara. Tiba-tiba muncul seekor harimau yang sedang mencari mangsa.

Serentak kuda-kuda itu melindungi diri dengan cara berdiri saling berhadapan membentuk lingkaran.
Harimau pun tidak berani mendekat, karena takut kena tendang.

Namun dengan tipu muslihatnya ia berkata, "Sungguh barisan yang bagus. Boleh aku tahu kuda pintar mana yang mencetuskan ide ini?"

Kuda-kuda itu pun termakan hasutan. Mereka berdebat siapa yang pertama mencetuskan ide tadi. Karena tak ada kata sepakat, akhirnya mereka tercerai-berai.

Harimau pun dengan mudah memangsa mereka.

Persatuan sangatlah penting. Tanpa persatuan sebuah komunitas atau persekutuan akan rapuh, maka persatuan harus diperjuangkan.

Begitu juga dalam gereja. Yesus menasihati supaya kita bersatu. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.

Dasar persatuan kristiani adalah Kristus. Jadi setiap orang dalam jemaat hendaknya meneladani Kristus

Saat jemaat sepakat untuk bersatu, iblis pun gentar!

SEPULUH LIDI YANG DIIKAT MENJADI SATU LEBIH KOKOH DIBANDING SERIBU LIDI YANG TERCERAI BERAI



Penjelasan tentang ayat bacaan terdapat dalam buku saya ini. Ingin memilikinya? WA.Me/087845121475

PELATIHAN KHOTBAH TEMATIK19-20 Oktober 2024   Pelatihan Khotbah Tematik yang saya ampu telah berlangsung sebanyak 64 ang...
08/10/2024

PELATIHAN KHOTBAH TEMATIK
19-20 Oktober 2024

Pelatihan Khotbah Tematik yang saya ampu telah berlangsung sebanyak 64 angkatan.

Sudah tersebar ribuan alumninya di seluruh Indonesia.

Kini saya bersama GPIB Ebenhaezer, Surabaya, bekerja sama mengadakan KELAS ANGKATAN KE 65 di Jl. JEND. Sudirman No.20, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66112

https://maps.app.goo.gl/X4U9may4tBYdPzzG6

Peserta akan belajar bersama bagaimana MENULIS dan dengan TANPA MEMBACA mampu MEMBAWAKAN Khotbah tematik yang WOW

Workshop akan berlangsung selama 2x 4 jam = 8 jam

Sabtu, 19 Oktober jam 16.00 s/d 20.00 wib

Minggu, 20 Oktober jam 13.00 s/d 17.00 wib

MATERI AJAR
1. Membangun Kecerdasan Emosional Spiritual (ESQ) Pengkhotbah
2. Enam langkah Menyusun Khotbah Tematik
3. Tiga teknik melekatkan materi khotbah ke benak
4. Lima Teknik (Verbal-Vokal-Visual) membawakan khotbah memukau

KOMPOSISI PELATIHAN
70% Praktek
20% Strategi
10% Teori

Kontribusi 300K

Tersisa 5 seat untuk peserta

Pendaftaran:
087845121475




08/10/2024



Sabda Bina Diri #1220
Selasa, 8 Oktober 2024
Filemon 1:15-17

BAPA MEMBIMBING MENJADIKAN KITA ANAK-NYA
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.. (ay. 16)

Dalam bacaan ini Paulus menyebut Onesimus sebagai anak yang ditemukannya saat ia berada dalam penjara. Apa yang dimaksud dengan kata "anak"?

Dalam konteks Onesimus yang statusnya adalah budak, maka istilah "anak" dipahami dalam pengertian anak rohani.

Artinya, Paulus berinisiatif mengambil peran utama sebagai bapak rohani untuk mengasuh, menuntun, dan mengarahkan Onesimus.

Keputusan dan inisiatif Paulus membuktikan bahwa ia rela menanggung beban dan tanggung jawab tersebut kepada dirinya.

Ia menyadari bahwa membimbing anak-anak rohani dengan pelbagai latar belakang yang berbeda-beda tidaklah mudah.

Tetapi, demi Injil dan tersebarnya anugerah keselamatan dalam Kristus, Paulus berani mengambil risiko itu, walau dirinya berada dalam penjara.

Ia melihat bahwa penjara bukanlah halangan yang dapat mematikan optimismenya untuk memenangkan sebanyak mungkin jiwa bagi Kristus.

Pada masa kini, tindakan Paulus lebih dikenal dengan istilah mentoring. Ia dapat digolongkan sebagai mentor yang baik. Karena ia mau membimbing siapa pun yang mau hidup demi Kristus.

Setiap orang sebaiknya memiliki mentor. Tujuannya, agar kita mempunyai tempat untuk bertukar pikiran dan mengarahkan hidup kita menjadi orang yang lebih baik.

Karena kelak, kita akan menjadi seorang mentor yang memiliki peran bagi orang lain.

Lisa Marino

Alkisah, Lisa Marino, seorang ahli permata bersertifikat, memiliki pelatih fitnes pribadi yang memberinya nasihat dan semangat setiap hari.

Namun, Lisa tidak pernah bertemu sang pelatih. Sebagai peserta dari program "Praktik Hidup Sehat",

Lisa memulai setiap hari dengan mengirim laporan diet, olahraga, tidur, dan stresnya ke sebuah website.
Setelah itu, ia menerima e-mail balasan dari pelatihnya.

Lisa mengatakan bahwa dengan mengirim laporan setiap hari ia tertolong untuk tetap jujur dan terfokus pada sasaran fitnesnya.

Sebagai pengikut Kristus, kita memiliki pengalaman yang indah tetapi misterius, yaitu memiliki Roh Kudus sebagai teman dan pembimbing kita, walaupun kita tidak dapat melihat-Nya.

Yesus berjanji kepada para murid-Nya bahwa saat Dia meninggalkan dunia ini, Dia akan mengirimkan Seseorang yang lain untuk menyertai mereka.

"Penolong" atau "Penghibur" dalam bahasa aslinya berarti "dipanggil untuk mendampingi atau menolong seseorang".

Rasul Paulus mendampingi Onesimus menjadi pembimbingnya agar dapat diterima oleh Filemon sebagaimana Filemon menerima Paulus.

Walaupun tidak kelihatan, Roh Kudus menyertai kita setiap hari, sama seperti Yesus mendampingi para murid-Nya di bumi.

Roh Kudus-lah yang akan menolong kita untuk tetap jujur, fokus, dan bersemangat dalam hidup ini sehingga dapat memuliakan Kristus.

BAPA MEMBIMBING KITA MENJADIKAN KITA SEPERTI ANAK-NYA



Penjelasan tentang ayat bacaan terdapat dalam buku saya ini. Ingin memilikinya?
WA.Me/087845121475


 Sabda Bina Diri  #1219Sabtu, 5 Oktober 2024Keluaran 15:1-13BERSYUKURLAH BAHKAN KETIKA BERKEKURANGANOleh: Reinhard Samah...
04/10/2024



Sabda Bina Diri #1219
Sabtu, 5 Oktober 2024
Keluaran 15:1-13

BERSYUKURLAH BAHKAN KETIKA BERKEKURANGAN
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia. (ay. 2)

Bacaan kita menegaskan bahwa ketika merasakan penyelamatan Allah melalui penyeberangan Laut Teberau, Musa bersama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian bagi TUHAN.

Musa memulai dengan maklumat: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut."

Dengan maklumat ini Musa mengakui bahwa memuji Allah merupakan keniscayaan. Memuji Allah bukanlah pilihan-mau atau tidak.

Aneh rasanya tidak memuji Allah atas semua hal yang telah diperbuat-Nya bagi Israel!

Musa mengakui TUHAN sebagai: "kekuatanku, mazmurku, keselamatanku, Allahku, bapaku". Musa menggunakan kata ganti "ku"- bentuk kritik aku sebagai pemilik.

Ada hubungan erat antara Musa dan TUHAN, dan karena itu Musa memberanikan diri untuk menyatakan bahwa TUHAN adalah miliknya pribadi.

Tentu dengan semua mukjizat yang telah TUHAN lakukan melalui perantaraan dirinya, Musa merasa ada hubungan yang bersifat pribadi antara dirinya dan TUHAN.

Kalau kita tak mampu memerincinya, mungkin kita tak sungguh-sungguh merasakan kebaikan itu.

Martin Rinkart

Alkisah, pada pertengahan abad ke-17, Jerman berada dalam keadaan perang, kelaparan, dan penyakit sampar. Keadaan saat itu sangatlah menyedihkan.

Di kota Eilenburg tinggallah seorang pendeta bernama Martin Rinkart. Selama masa yang sangat menekan, Rinkart melaksanakan hingga 50 pemakaman sehari.

Ketika itu wabah melanda kota dan perang selama 30 tahun menghunjamkan terornya pada manusia. Di antara mereka yang dimakamkan oleh Rinkart terdapat anggota keluarganya sendiri.

Namun, selama tahun-tahun yang penuh kegelapan dan keputusasaan, saat kematian dan kehancuran menyapa tiap-tiap hari, Pendeta Rinkart menulis 66 lagu rohani dan nyanyian pujian, di antaranya terdapat lagu "Now Thank We All Our God" (Kini Saatnya Bersyukur kepada Allah).

Saat duka mencekam semua orang di sekitarnya, Rinkart menulis:

_Kini saatnya kita semua bersyukur kepada Allah_
_Dengan mengangkat hati, tangan dan suara_,
_Allah telah melakukan perkara-perkara besar_,
_Dunia bers**acita dalam Allah._
_Sejak dari gendongan ibu,_
_Allah telah memberkati kita,_
_Dengan pemberian kasih tak terhingga_,
_Yang masih kita miliki hari ini._

Rinkart mengungkapkan pelajaran yang berharga bagi kita: Ucapan syukur tak perlu menunggu terjadinya kemakmuran dan kedamaian.

Setiap waktu merupakan saat yang baik untuk memuji Allah atas "perkara-perkara besar" yang diperbuat-Nya.

BERSYUKUR ADALAH CARA TERBAIK AGAR MERASA CUKUP, BAHKAN KETIKA BERKEKURANGAN



Penjelasan tentang ayat bacaan terdapat dalam buku saya ini. Ingin memilikinya?
WA.Me/087845121475_


04/10/2024

Teladan Adalah Gambaran Terbaik Dari Yang Kita Ajarkan.

04/10/2024

Tak Ada Tempat Untuk Dengki
Bagi Hati Yang Penuh Kasih.

 Sabda Bina Diri  #1218Jumat, 4 Oktober 2024Keluaran 12:21-23PERCIKAN DARAH YANG MENYELAMATKANOleh: Reinhard Samah Kansi...
04/10/2024



Sabda Bina Diri #1218
Jumat, 4 Oktober 2024
Keluaran 12:21-23

PERCIKAN DARAH YANG MENYELAMATKAN
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah”. (ay. 21)

Bacaan kita menegaskan tentang tulah terakhir yang mematikan. Yaitu darah yang dibubuhkan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu.

Darah dari binatang yang dikurbankan menjadi tanda untuk keselamatan umat Tuhan.

Sebaliknya semua rumah keluarga Mesir, yang tidak memiliki tanda darah tersebut terkena tulah dahsyat berupa kematian anak-anak sulung Mesir, tanpa pandang bulu.

Tergenapilah rencana Allah menyelamatkan bangsa Israel. Saat mereka dengan iman menaruh darah di ambang dan tiang pintu rumah mereka, mereka luput dari kematian anak sulung.

Kini ratapan Israel digantikan oleh ratapan yang keluar dari mulut para musuh mereka yang sedang ditekan dan dihajar Allah melalui kematian anak-anak sulung mereka.

Inilah kelak yang harus menjadi ingatan yang terus menerus dikumandangkan kepada segenap keturunan Israel saat merayakan Paskah setiap tahun.

Bahwa Allah dahulu telah meluputkan nenek moyang mereka saat musuh mereka dihukum dengan keras.
Kasih itu sudah orang tua mereka alami dan yang kemudian menjadi dasar pengharapan mereka.

Allah yang telah memerdekakan leluhur mereka dari penindasan kejam Mesir adalah Allah yang sama, yang tetap setia kepada umat-Nya dimasa kini.

Pembebasan Tuhan untuk kita di dalam Kristus juga seharusnya kita peringati terus menerus dengan hati yang bersyukur.

Melaluinya generasi demi generasi diundang menghayati dan mensyukuri karya penyelamatan-Nya.

Paskah Pertama

Paskah pertama yang dirayakan bangsa Israel penuh dengan ketegangan dan misteri bagi anak-anak Ibrani.

Mereka melihat ayah mereka memanggang domba. Mereka memperhatikan bagaimana para ayah membubuhkan darah domba pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu rumah mereka.

Mereka mendengarkan dengan mata yang terbuka lebar dan bertanya-tanya saat ayah mereka mengatakan bahwa malaikat maut akan membunuh anak sulung di setiap rumah yang tidak ditandai dengan darah.

Sore harinya, dengan mengenakan pakaian dan kasut, bersiap untuk pergi, para anggota keluarga berkumpul untuk memakan daging domba.

Mereka memakan hidangan Paskah yang terdiri dari sayuran pahit dan roti tak beragi. Selepas tengah malam mereka mengumpulkan harta benda mereka dan meninggalkan Mesir untuk memulai hidup baru sebagai bangsa yang merdeka.

Perbudakan yang dialami oleh bangsa Israel di Mesir memberi gambaran kepada kita sebagai orang-orang percaya dalam Kristus tentang bagaimana kita telah dilepaskan dari perbudakan dosa.

Domba yang disembelih mengacu pada Yesus Kristus. Percikan darah itu melambangkan tindakan iman yang melaluinya kita memperoleh keselamatan.

Sudahkah kita mengalami s**acita keselamatan yang dikaruniakan bagi setiap orang yang percaya kepada Anak Domba Allah?

ANAK DOMBA MATI UNTUK MENYELAMATKAN KITA, IA KINI MENJADI GEMBALA YANG HIDUP UNTUK MEMIMPIN KITA



Penjelasan tentang ayat bacaan terdapat dalam buku saya ini. Ingin memilikinya? WA.Me/087845121475

BUKU SABDA BINA DIRI VKumpulan renungan saya di media sosial telah berjumlah lebih dari 1200. Saya telah membukukannya k...
03/10/2024

BUKU SABDA BINA DIRI V

Kumpulan renungan saya di media sosial telah berjumlah lebih dari 1200. Saya telah membukukannya ke dalam empat buku.

Saat ini akan segera terbit buku kumpulan renungan saya yang ke V. Berisi renungan saya ke 1001 s/d 1217.

Saya ingin meminta pendapat Bapak/Ibu, teman-teman sekalian mengenai Cover depan Buku saya ini.

Mohon dipilih Cover Nomor berapa yang menurut saudara paling baik. Saya akan terbantukan bila disertai saran dan mas**annya.

Terima kasih.

02/10/2024



Sabda Bina Diri #1217
Kamis, 3 Oktober 2024
Keluaran 9:1-4

TEPATI, JANGAN INGKARI JANJIMU
Oleh: Reinhard Samah Kansil, M.Th

Dan TUHAN akan membuat perbedaan antara ternak orang Israel dan ternak orang Mesir, sehingga tidak ada yang akan mati seekorpun dari segala ternak orang Israel." (ay. 4)

Penulis Kitab Keluaran pada bacaan ini mau mengatakan kepada kita bahwa antara perkataan Allah dan tindakannya selalu berkesesuaian.

Di sini terlihat Firaun masih tetap mengeraskan hati, walaupun Allah sudah menimpakan empat tulah kepada orang Mesir.

Karenanya, Allah menitahkan Musa agar kembali menemui Firaun. Jika Firaun masih menahan orang Israel, Allah berfirman akan menjatuhkan penyakit sampar pada ternak bangsa Mesir.

Akan tetapi, Allah berfirman, seekor pun ternak orang Israel tidak akan mati.

Kapan ini akan terjadi? Allah sudah menentukan waktunya. Firman-Nya, "Besoklah Allah akan melakukan hal itu di negeri ini".

Keesokan harinya, segala ternak orang Mesir mati, namun ternak orang Israel tidak seekor pun mati. Peristiwa ini membuktikan bahwa Allah sungguh menepati perkataan-Nya melalui Musa, hamba-Nya.

Berbeda dengan Firaun, Allah konsisten dengan janji-Nya. Sebaliknya, Firaun sering mengingkarinya.

Ketika tulah mengancam kehidupan orang Mesir, dia berjanji akan melepaskan orang Israel. Namun, sesudah tulah berakhir dan dia mulai merasa aman, maka dia segera membatalkan janji itu secara sepihak.

Firaun, bisa saja, adalah kita hari ini. Kala gundah datang menyapa, kita mudah mengumbar nazar. Dengan itu, kita berharap Allah akan segera menolong dan mengatasi masalah.

Namun, saat gundah berganti ceria, kita lupa pada janji kepada Allah. Kita mengeraskan hati dan sibuk dengan diri sendiri.

Lewis Smedes

Alkisah Lewis Benecditus Smedes, seorang teolog, ahli etika dan penulis, menghadiri ibadah perkabungan sahabat dekatnya yang meninggal dunia setelah enam tahun berjuang melawan penyakit Alzheimer.

Beberapa hari setelahnya, Lewis dan istrinya menghadiri sebuah pernikahan. Ketika pasangan pengantin itu saling mengucapkan janji, ia merenung tentang membuat janji.

Sungguh indah menyaksikan dua orang muda berusia dua puluhan dengan kebahagiaan meluap berjanji saling memberi hidup.

Tetapi jauh lebih indah mengingat kesetiaan sahabatnya yang baru saja meninggal.

Ia dan suaminya telah memegang janji pernikahan selama lebih dari setengah abad, bahkan selama tahun-tahun terakhir yang digelapkan oleh kondisi yang melemah dan kehilangan ingatan.

Masih ada sebagian orang yang membuat janji dan memenuhinya. Ketika mereka menepati janji itu, mereka membuat kehidupan di sekeliling mereka lebih stabil.

Pada masa orang-orang sulit bergantung pada ingatan dan perkataan orang lain, penepatan janji merupakan kekuatan yang muncul karena anugerah.

Bacaan kita memaparkan kualitas janji Tuhan. Tuhan selalu menepati janji-Nya. Janganlah kita seperti Firaun yang tidak menepati janji.

Komitmen-komitmen kita yang terpenting terpenuhi satu demi satu pada waktunya.

"Saya bersedia." "Saya berjanji." "Kamu dapat mempercayaiku." Ada kuasa dalam setiap janji yang dibuat dan ditepati.

JIKA KITA MEMBUAT JANJI, TEPATILAH



Note:
Penjelasan tentang ayat bacaan terdapat dalam buku saya ini. Ingin memilikinya?

WA.Me/087845121475


Address

Ciracas

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Leadership Motivation Communication Organization posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Leadership Motivation Communication Organization:

Share

Category