14/09/2017
Sejatinya, terlalu sempit ketika kita menilai sepakbola hanya persoalan menang atau kalah di lapangan, namun sepakbola hari ini harus diterjemahkan dalam ruang lingkup yang jauh lebih luas.
Sepakbola adalah milik publik yang juga tidak salah bagi setiap orang menjadikannya sebagai sarana aspirasi. Jika yang punya kewenangan sepakbola di tanah air ini hanya mampu mengartikan sebagai olahraga semata, lalu apa makna di dada Garuda jika bukan sebagai rasa bangga terhadap kebinekaan. Karna perbedaan dan sepakbola adalah cara kita di uji tentang solidaritas terhadap sesama.
Bentuk keprihatinan para suporter Indonesia terhadap saudara mereka di Rohingya adalah bukti bahwa kita tidak boleh takut menyuarakan aspirasi dalam tatanan yang wajar.
Sepakbola adalah milik publik, dan Rohingya adalah saudara kami..,
Save PSSI..,
Komdis PSSI menyebutkan bahwa konfigurasi yang dilakukan bobotoh jelas merupakan pelanggaran.