24/08/2018
Telur Itu Dalam Satu Keranjang : Cadangan Minyak
Melihat berita tentang negara Venezuela yang mengalami hiperinflasi, saya mencoba mencari pelajaran dari negara tersebut.
Apa yang salah, dan apa yang harus kita lakukan.
Saya yang seorang IRT hanya mampu menyimak bahwa seorang ibu, jika ingin membeli 1 kg tomat harus mengeluarkan uang sebanyak 5 juta bolivar(mata uang Venezuela)
Yang berat uangnya saat dibawa melebihi berat tomat yang di beli. 😥
Saya sebagai Ibu rumah tangga baru paham hanya sebatas, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membeli wortel, beras, telur. Harus bawa berapa karung uang untuk membeli itu semua. 😫
Pertanyaan yang muncul adalah :
Kenapa inflasi bisa begitu tinggi????
Ah saya sekarang di Indonesia, tidak sekrisis seperti itu.
Tapi, tentunya negara kita juga harus benyak mengambil pelajaran agar terhindar dari hal demikian. Semoga Tuhan jauhkan kita dari musibah, dan negara kita aman sentosa.
Jika kita melirik lagi Venezuela yang kaya akan minyak, lalu kita melirik lagi negara kita yang kaya akan banyak hal.
Bahkan di negara kita ada lagu,
"Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman"
Begitu suburnya Indonesia, semua bisa tumbuh.
Dan Venezuela sebagai negara yang cadangan minyaknya cukup banyak ternyata tidak mampu menahan gejolak ekonomi yang ada karena merosotnya harga minyak dunia.
Ekonomi mengalami krisis, politik tidak stabil, utang banyak, apalagi saatnya jatuh tempo dan tidak sanggup membayarnya, kena sanksi p**a.
kita tidak boleh terlena oleh sumber daya alam yang ada, jika sumber daya manusia tidak mumpuni.
Bisa bisa negara mengalami default (kegagalan). Suatu negara disebut default tentu ada kriteria-kriterianya.
Penyebab default suatu negara adalah menurunnya nilai mata uang nasional terhadap mata uang asing.
Disertai dengan utang negara terhadap pihak ke tiga yang harus dibayarkan dalam mata uang asing, akan makin memperparah keadaan dalam ketidaksanggupan pembayaran utang.
Teori utang selalu dikaitkan dengan kemampuan menghasilkan.
Uang yang ada digunakan untuk pembanguan yang mampu menghasilkan atau malah buruk???
Uang yang ada mampu balik modal dalam jangka pendek berapa banyak, dalam jangka panjang berapa banyak????
Jika kita mau berutang, orang melihat kemampuan bayar kita. Dari mana kita akan membayar, berapa batasan utang kita
Sama halnya dengan negara.
Berdasarkan Pasal 17 ayat (3) dari UU keuangan negara disebutkan defisit anggaran dibatasi maksimal 3 persen dari PDB dan jumlah pinjaman dibatasi maksimal 60 persen dari PDB.
Sabar para IRT, jika bahasanya melebihi cara dalam mengatur keuangan rumah tangga. 🤗
Ini agar kita semangat membangun aset agar keluarga aman, maka negara juga aman.
Tentu tidak mau kan kita beli tisu harganya jutaan, maka yuk sedikit kita belajar dari negara lain.
Lanjut....
Mengutip dari detikFinance.com bahwa
"Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat total utang pemerintah hingga akhir Februari 2018 sebesar Rp 4.034,8 T. Catatan total utang tersebut setara dengan 29,24% terhadap PDB."
Menurut ketentuan yang berlaku maka jumlah utang yang diambil oleh Pemerintah Indonesia saat ini secara hukum sah-sah saja karena belum melewati threshold 60 persen tersebut.
Diharapkan dengan adanya threshold tersebut, Indonesia akan dapat menggunakan hasil dari PDB tersebut untuk menutup utang-utang yang jatuh tempo.
Namun Indonesia tetap perlu berhati-hati dalam belanja infrastrukturnya, harus lebih memfokuskan pembangunan infrastruktur yang dapat menggerakan ekonomi dengan cepat, sehingga dapat meningkatkan PDB dengan cepat p**a.
Memang secara angka masih jauh thd PDB, tapi jika melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya 5% hal ini tidak menunjukkan adanya produktifitas dari jumlah utang yang telah dihasilkan.
PDB tinggi karena faktor Indonesia yang berpop**asi tinggi, besar dan luas.
Tapi secara pertumbuhan sangat kecil. Dan hal ini tidak bisa dianggap sepele.
Dibandingkan negara-negara besar dan luas serta pop**asi banyak, negara Indonesia masih kurang dalam pertumbuhan ekonominya.
Menurut penuturan Direktur Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Enny Sri Hartati.
Pergerakan ekonomi yang cepat ini yang harus dimiliki.
Kekuatan ekonomi umat yang perlu di kuatkan. Sehingga meningkatkan ekspor dan mempercepat peningkatan cadangan devisa negara.
Kemajuan memiliki kebutuhan untuk dapat menemukan kesalahan, yang pada gilirannya akan menyerukan pemikiran-pemikiran
Kita ingin menjadi negara maju.
Pondasi ekonomi yang kuat tentu.
Barangkali para IRT tidak terlalu peduli dengan urusan ekonomi negara.
Terlalu njlimet. Belum urusan rumah, anak, biaya sekolah dll.
Tapi secara tidak langsung hal ini akan berpengaruh terhadap apa yang kita belanjakan.
Yang perlu kita lakukan adalah kita harus bisa bertumbuh, memiliki banyak aset dan mengurangi utang. Memiliki penghasilan tambahan bisa menjadi salah satu cara menguatkan pondasi runah tangga.
Rumah tangga kuat, negara juga kuat.
"Jangan menyimpan telur dalam satu keranjang." Ungkapan populer dalam dunia investasi ini kiranya patut kita terapkan. Agar ketika satu mengalami goncangan, yang lain tidak ikutan
Selamat cerdas dalam berinvestasi.
Selamat membangun keluarga yang bertumbuh.
Keluarga adalah aset bangsa