30/12/2021
Batas Kita VS Batas Allah
Sukanya kita itu membatasi yang Allah luaskan, dan bablas pada hal-hal yang Allah batasi. Padahal kita tak pernah tau akan apa yang paling baik pada diri kita, padahal kita menyesal setiap saat atas keputusan kita yang banyak kelirunya
Kita katakan "Mengapa kita harus membantu mereka yang jauh", padahal Allah katakan kita semua bersaudara, bukan hanya dunia tapi juga akhirat, Rasulullah sampaikan "layaknya badan yang sama". Allah persaudarakan, kita permasalahkan
Kita katakan, "Semua agama itu sama saja, semua masuk surga", padahal Allah tegas menyampaikan pada kita, agama di sisi-Nya hanyalah Islam, bahwa toleransi itu hanya "bagimu agamamu dan bagiku agamaku". Allah gariskan kebenaran, kita membatalkannya
Andai jarak di dunia jadi alasan kepedulian kita pada mereka yang didzalimi, maka bisa jadi kita berjarak dengan Rasulullah di hari kiamat, yang menjadi bapak bagi kaum terdzalimi. Kita tahu kelak kita semua akan dikumpulkan di Baitul Maqdis, tanah syam, tanah yang mereka diami saat ini
Keimanan itu mengikat hati, memangkas jarak, menyingkat waktu. Dingin mereka disana membuat kita juga menggigil, kesulitan mereka disana juga jadi kesengsaraan kita. Hati-hati mereka yang beriman itu terpaut dan saling merasakan, saling memahami, meski tanpa pernah jumpa, dan tak dekat
Bukankah kita juga tak pernah berjumpa dengan Rasulullah? Tapi tetap mengimaninya? Begitupun juga kita tak pernah berjumpa dengan mereka, ahlu-syam yang terdzalimi, yang saat ini perlu banyak perhatian dan kepedulian dari kita
Ya Rabb, sebagaimana kami coba untuk menghibur mereka, maka hiburlah hati kami. Sebagaimana kami mencoba menghangatkan mereka, maka hangatkanlah jiwa kami. Sebagaimana kami coba untuk menghapuskan dahaga mereka, maka gantikanlah dengan hilangnya dahaga kami selamanya di telaga Rasulullah ( Siauw)
-----------------------------------------------------------------
Terus sebarkan informasi ini, jangan berhenti di kamu. Hanya share, like, komen. Semoga jadi amal jariyah.